Showing posts with label Cara Berternak. Show all posts
Showing posts with label Cara Berternak. Show all posts

Cara Merawat Dan Budidaya Ikan Discus

September 17, 2014
Cara Merawat dan Budidaya Ikan Discus - Ikan Discus merupakan salah satu spesies ikan air tawar, ikan ini berasal dari Amerika Selatan, biasa ditemukan di Sungai Amazon, karena keindahan dan variasi warna ikan ini maka ikan ini kemudian dicari dan dipelihara oleh pecinta ikan hias. Kemudian beberapa ahli juga melakukan penelitian dan melakukan perkawinan silang pada discus sehingga menghasilkan banyak spesies baru dari discus.

Cara Merawat Dan Budidaya Ikan Discus
gambar ikan discus

Jenis-jenis Ikan Discus


Ada beberapa jenis ikan discus yang terkenal, dari jenis-jenis inilah kemudian turun beberapa jenis lagi yang sering ditemui di pasar. Jenis-jenis ini yang kemudian menjadi indukannya diantaranya adalah : Red Royal Blue, Snake Skin, Snake Skin, Snake Skin King Kobra, Blue Diamond, Red Melon, San Merah, Golden Marlboro, Leopard Snake, Mozaik Leopard, White Diamond, Fire Cracker, Heckel Discus dan lain-lain. Lebih lengkap baca (Jenis Discus Populer)

Harga Ikan Discus


Harga ikan discus bervariasi disesuaikan dengan jenis dan kepopuleran jenis ikan, perpaduan warna, corak dan bentuk ikan juga mempengaruhi harga ikan hias ini.  Di Indonesia, ikan ini masih berharga cukup tinggi, meskipun berukuran kecil, Red Turqois harganya kisaran Rp. 30.000,- hingga Rp. 50.000,-, Kemudian Pigeon Snake bisa mencapai Rp. 60.000, bahkan harga Leopard Snak Skin mencapai harga Rp. 200.000. Dari kisaran harga di pasaran ikan diskus rata-rata berkisar diantara harga Rp. 50.000 hingga Rp. 300.000,-

Saat ini banyak juga pecinta ikan hias yang sudah membudayakan ikan discus, selain menjual ikan discus cukup mudah, ikan ini juga banyak diminati.

Cara Merawat Ikan Discus

Media Aquarium

Media untuk memelihara atau membudidayaka ikan discus dengan menggunakan Aquarium, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan dan penyedian aquarium, diantaranya adalah :
  • Pilihlah aquarium yang disesuaikan  dengan ukuran ikan, dan banyaknya ikan.
  • Sebaiknya memisahkan atau mengklasifakasikan ikan sesuai dengan ukuran/besar ikan.
  • Siapkan perangkat lain aquarium dan perangkat pembersiahan aquarium seperti, airator, filter, saringan, pembersih kaca, batu apung, hiasan akuariu, lampu akuarium dan lain-lain.

Kondisi Air

Selain aquarium, yang harus diperhatikan dalam memelihara ikan discus adalah air, air adalah hal terpenting, untuk melakukan perawatan terhadap diskus ada beberapa yang  harus diketahui bagi pemelihara dan peternak discus, diantaranya adalah :
  • Ph air untuk memelihara discus adalah berkisar 6,3 - 6,8
  • Suhu air berkisar antara 27-28 derajat celcius
  • oksigen pada air harus selalu tersedia, dengan menggunakan airator.
  • Lakukan pembersihan atau pergantian air sebanyak 1 minggu sekali, minimal.

Pakan Ikan Discus

Makanan ikan discus yang baik diantaranya :

  • Jentik nyamuk
  • Artemia
  • Daphnia ( kutu air )
  • Hamburger ( khusus discus )
  • Cacing sutra ( tubifex )
  • Telur udang
  • Blood worm
  • Tetra-bits

Budidaya Ikan Discus

Cara budidaya ikan hias discus tidaklah sulit, jika sudah terbiasa memelihara ikan discus, maka untuk melakukan budidaya sangat mudah sekali, Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan budidaya ikan discus, diantaranya:

  • Lakukan pembudidayaan ikan discus pada aquarium yang disesuaikan dengan ukuran, sebaiknya ikan discus kecil ditempatkan pada aquarium petak yang dibagi-bagi (sesuai ukuran ikan)
  • Menginjak dewasa biasanya ikan akan berjalan berpasang-pasangan, pasangan inilah yang kemudian dipisahkan dari kelompok lainnya.

Cara Memelihara Dan Ternak Ikan Louhan

September 15, 2014
Cara Memelihara Dan Ternak Ikan LouhanIkan Louhan beberapa tahun kebelakang di Indonesia sempat ramai, banyak pecinta ikan hias memelihara ikan ini, Louhan memiliki daya tarik pada warna, bentuk dan karakteristiknya, oleh karena itu Louhan yang memiliki bentuk unik dan paduan warna sisik yang menarik dihargai dengan mahal. Bahkan ada yang mengatakan bahwa ikan ini adalah ikan pembawa keberuntungan. 

Cara Memelihara Ikan Louhan
Ikan Louhan

Ikan Louhan (bahasa china) yaitu Lou Han, berasal dari keluarga Cichlidae, kemudian melakukan perkawinan dengan beberapa ikan se famili, dan akhirnya muncul spesies Louhan yang kaya dengan waran dan bentuk sangat unik.


  • Jenis-jenis Ikan Louhan


Menurut beberapa sumber di internet ada beberapa jenis ikan louhan yang banyak dipelihara oleh pecinta ikan hias, diantaranya adalah : 
  • Chinwa
  • Cencu
  • Fly Marking
  • Golden Best
  • Classic
  • Free head

  • Karekteristik Ikan Louhan
Ikan Louhan memiliki karakteristik diantaranya adalah:


  • Ikan Louhan memiliki warna yang variatif dan memiliki warna yang cerah, jadi ikan Louhan yang baik adalah berwarna cerah.
  • Ikan Louhan memiliki bintik hitam pada kulitnya, atau juga berbentuk garis memanjang dari badan nya. biasanya ditengah badan atau lebih kebelakang dekat ekor, ada yang menilai juga sebagain orang ikan yang baik adalah dari bentuk, warna dan kecerahan titik hitam tersebut.
  • Ikan Louhan memiliki benjolan pada  kepala ikan, sebagian orang mengatakan bahwa semakin besar benjolan pada kepala ikan maka ikan akan semakin bagus, namun sebenarnya tidak demikian, yang baik adalah benjolan yang proporsional, artinya, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil namun disesuaikan dengan bentuk tubuh yang dimiliki oleh ikan.
  • Ikan ini memiliki sirif dan ekor yang menarik, yang bagus adalah ikan dengan sirif dan ekor yang utuh dan tidak cacat. 

  • Cara Memelihara Ikan Louhan
Berikut ini beberapa tips memelihara dan merawat ikan Louhan agar ikan tetap menarik dan selalu memiliki warna yang cerah, lincah dan pertumbuhannya stabil sehingga akan membentuk benjolan pada kepala ikan. 

1. Pemilihan Aquarium
  • Pemelihan aquarium cukup penting, ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah:
  • Pemilihan bentuk, warna dan pencahayaan akan sangat berpengaruh pada kesehatan ikan, kecerahan kelincahan ikan.
  • Sesuakan aquarium dengan ukuran ikan, jangan terlalu sempit atau terlalu besar, jika memiliki Louhan yang banyak sebaikanya diperhitungkan gerakan ikan.
  • Gunakan alat sirkulasi udara (airator) yang baik, dan alat penyaringan (filter) yang baik, lakukan penggantian secara rutin. 
  • Siapkan alat pembersih akuarium, termasuk saringan. 

2. Pemberian makanan

Lakukan pemberian makanan secara rutin, makanan bisa berupa cacing rambut, udang tawarm cacing tanah, selain itu bisa juga menggunakan pelet ikan, namun hal ini harus dibiasakan sejak ikan masih kecil

  • Cara Budidaya/Ternak Ikan Louhan 

ternak louhan
ternak ikan louhan
Budidaya ikan Louhan akan sangat mudah sekali, jika kita sudah terbiasa merawat dan memeliharanya, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita akan membudidayakan ikan louhan. Diantaranya adalah :
  • Lakukan riset pasar terlebih dahulu, ikan louhan jenis apa dan dengan karakteristik seperti apa yang laku dipasaran.
  • Lakukan pemilihan bibit yang sehat, jangan terlalu kecil ataupun terlalu besar, kemudian usahakan membeli dengan harga yang murah.
  • Membuat beberapa tingkatan akuarium, dari yang kecil hingga yang berukuran siap jual, ukuran kecil bisa berbentuk akuarium petak dengan satu airator untuk banyak aquarium.

Sekian tips cara budidaya ikan lohan. salam pertanian...

Baca juga tips lain: 


Cara Ternak Bebek Petelur Teknik Terbaik

September 03, 2014
Cara Ternak Bebek Petelur Terbaik Untuk Pemula - Bebek sangat berpotensi, banyak peluang bisnis dari bebek, misalnya saja kita buka sebuah rumah makan bebek, atau kita beternak bebek petelur, atau kita juga malah membuat stok bebek pedaging, dan masih banyak lagi peluang bisnis dari bebek. Kali ini Jurnal Organik akan memberikan tips cara beternak bebek petelur untuk pemula dengan teknik yang sangat mudah dilakukan.

Bebek ada beberapa macam, diantaranya adalah bebek petelur merupakan bebek yang dibudidayakan dan dimanfaatkan telurnya, telur bebek berpotensi dan bernilai ekonomis yang cukup tinggi, selain permintaan beberapa rumah makan, telur bebek juga bisa dijadikan telur asin yang nilai jualnya dua kali lipat dari telur biasa, telur bebek juga diyakini oleh beberapa orang sebagai makanan kesehatan. Kemudian bebek pedaging, bebek jenis ini diternak untuk diambil dagingnya, banyak rumah makan dan restoran yang menjadikan daging bebek sebagai menu utama dan banyak diminati. 

Cara ternak bebek petelur
budidaya bebek petelur

Cara Budidaya Bebek


Kandang Bebek dan Sarana Budidaya Bebek

Budidaya bebek harus disiapkan terlebih dahulu kandang dan perangkat yang akan digunakan. sebelum itu alangkah baiknya kita mengenal dan mengetahui dahulu syarat yang harus dipenuhi dalam kandang bebek dan hal-hal lain untuk beternak bebek petelur:
  • Kandang bebek harus dalam keadaan suhu yang terjaga, tidak boleh panas dan tidak boleh dingin artinya batasan yang harus dijaga adalah suhu kandang tidak boleh kurang dari 35 derajat celcius dan tidak boleh lebih dari 40 derajat celcius.
  • Kelembaban kandang harus tetap terjaga, yaitu tidak boleh melebihi 60 persen
  • Kandang harus dilengkapi dengan penerangan, hal ini dikarenakan bebek tidak boleh gelap-gelapan dan yang paling utama adalah menjaga agar suhu tetap stabil
  • Kandang harus dilengkapi dengan alat/sarana atau wadah pemberian makanan
  • Alangkah baiknya, kita sudah menyiapkan kolam gubangan air untuk bebek bisa berenang dan kita bisa memberikan makanan ditempat tersebut. 
kandang bebek petelur
bentuk kandang bebek

Pembibitan Itik Petelur Yang Unggul dan Terbaik

Ada beberapa cara untuk mendapatkan bibit bebek petelur, diantaranya adalah:
  • Lakukan pembelian terhadap penyedia bibit itik petelur yang unggul, namun sebaiknya kita mengetahui cara pemilihan bibit unggul, diantaranya, bibit yang tidak tua berasal dari daerah yang sama karakter nya dengan daerah tempat kita akan berbudidaya, bisa membedakan bibit dan pejantan dan tentunya memilih bibit bebek yang sehat (tidak berpenyakit)
  • Jika sebelumnya kita sudah memiliki bebek atau memilih sendiri maka pilihlah bibit yang sudah bertelur dan kualitas telurnya sudah terjamin bagus
  • Pemiliha bibit harus cerdik, dan jika kita kurang mengetahui tentang bebek sebaiknya ajak seseorang yang lebih ahli dan berpengalaman dalam beternak bebek.
Perawatan Itik Hingga Menjadi Bebek Petelur

Perwatan itik petelur dengan cara yang terbaik adalah pastikan temperatur suhu tetap terjaga, kemudian makanan juga harus tetap terjaga, asupan vitamin dan mineral harus tetap terjaga, dengan memasukannya kedalam makanan atau minuman bebek, hal ini menjaga agar itik terjauh dari penyakit dan kondisi kesehatan ititk tetap bagus.

Diantara jenis pakan bebek adalah :
  • Jagung (giling kasar atau halus) sebanyak 40 Kg
  • Tepung tulang 1 ½ Kg
  • Dedak halus (bekatul) 40 Kg
  • Bungkil kedele 8 Kg
  • Tepung ikan 10 Kg
  • Minyak nabati ½ Kg
Ukuran ini tetap harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan bebek dan jangan lupa vitamin tetap harus diberikan. Selain itu yang perlu diperhatikan untuk ternak bebek petelur adalah dibutuhkan bebek pejantan, perbandingannya adalah 10:1 jika memiliki 10 bebek betina maka harus ada 1 bebek pejantan.

Pemanenan Telur Bebek

Biasanya bebek akan siap bertelur ketika sudah berusia 20-30 minggu ketas dengan mesa produktif terbaik adalah selama 1 tahun. Lakukan pemanenan dengan hati-hati, jangan sampai telur retak atau bahkan sampai pecah, sebaiknya keluarkan terlebih dahulu bebek dari kandangnya. 

Demikanlah tips cara ternak bebek petelur dengan mudah dan tepat untuk pemula, salam pertanian,,,, :-)

Budidaya Kroto | Cara Ternak Kroto Terbaik

September 02, 2014
Budidaya Kroto saat ini banyak diminati, karena nilai ekonomis yang tinggi dengan modal yang relatif ringan dengan cara yang sangat mudah, sederhana dan tidak membutuhkan lahan yang luas, hanya dengan alat-alat yang sederhana juga dengan harga yang sangat terjangkau.

Kroto adalah telur semut rangrang, semut besar yang berwarna merah, biasanya semut ini tinggal dan membuat sarang di pohon mangrove atau pohon jambu, telur semut atau yang lebih disebut dengan kroto kemudian hari menjadi bernilai ekonomis tinggi, dibutuhkan oleh banyak orang, sebagian katanya bisa digunakan sebagai obat namun yang paling sering ditemukan kroto sebagai bahan makanan burung peliharaan atau ikan hias. 

usaha ternak kroto
budidaya kroto toples

Dahulu sebelum dikenal cara budidaya kroto banyak pemburu kroto dengan cara manual mencari ke hutan-hutan, namun saat ini, sudah banyak dikembangkan cara budidaya kroto yang baik sehingga mudah dilakukan dilahan yang sempit dan dengan cara yang sangat mudah.

Cara Budidaya Kroto


Persiapan Media Budidaya

Cara Budi daya kroto yang paling mudah dilakukan adalah dengan menggunakan toples dan nampan, untuk memulai budidaya kroto siapkan terlebih dahulu alat-alat dan bahan-bahannya terlebih dahulu.

Cara membuat toplesnya.

Bahan-bahannya
  1. 1 buah toples transparan bekas kue atau yang biasa digunakan untuk tempat kerupuk ukuran 10 Liter.
  2. Nampan berdiamter lebih besar dari toples yang akan digunakan sebagai tempat meletakan toples, berfungsi agar semut tidak keluar dari media.
  3. Plester atau solasi hitam atau coklat
  4. Batu bata atau barang yang bisa untuk meletakan toples diatas nampan, agar tidak terairi

Siapkan toples kemudian buat 1 lubang dibawah toples dengan ukuran diameter 6-7 cm, ini berfungsi untuk ventilasi udara atau lubang pemberi makan semut rangrang, siapkan nampan kemudian beri air nampan tersebut hingga 3 cm, kemudian taruhlah batu bata diatengah-tengah nampan.

Semut rangrang, bibit kroto

Semut rangrang atau bibit kroto bisa didapat secara alami di pohon-pohon atau beli dari penyedia bibit kroto, dengan alami tentunya akan lebih murah karena tidak mengeluarkan biaya hanya saja resiko dalam pencarian bibit atau semut rangrang akan sedikit terkendala, apalagi baru pertama memburu semut rangrang. Paling mudah dilakukan adalah dengan membeli bibit kroto kepada penyedia semut rangrang bibit kroto, meskipun kita harus mengeluarkan dana.

Pemindahan Semut Rangrang

Bibit yang berasal dari pembelian biasanya lebih mudah untuk dipindahkan, lakukan pemindahan secara langsung, namun sebelumnya tutup dulu lubang ventilasi dengan lakban, setelah selesai pemindahan maka letakan toples diatas batu bata yang berada ditengah nampan berisi air.

Untuk bibit yang berasal dari alam, lakukan pemindahan semut rangrang kedalam toples yang sudah diisi dengan makanan dan minuman terlebih dahulu, ada beberapa cara pemindahan, pertama bisa melakukan pemundahan dengan alamiah, yaitu dari wadah asal, bisa berupa ember, kemudian berikan jembatan berupa kayu atau sapu lidi yang menghubungkan wadah asal ke toples yang sudah diatas batu bata didalam nampan berisi air, ingat, sebelumnya siapkan makanan dalam toples, dengan sendirinya semut akan pindah ke toples, cara yang kedua adalah cara manual, dengan memindahkan langsung semut kedalam toples, namun resikonya akan digigit oleh rangrang.

Perawatan dan Pemberian Makanan

Perawatan semut rangrang relatif mudah, hanya mengawasi dan meletakannya ditempat aman kemudian memberikan makanan, adapun makanan yang bisa digunakan adalah ulat hongkong, gula pasir dan jangkrik, bisa juga menggunakan belalang.

Panen

Setelah proses diatas dilakukan, saat ini tinggal menunggu hasil dari rangrang berupa kroto, jika sudah dipenuhi oleh telur kroto maka proses pemanenan bisa langsung dilakukan, sekian tips budidaya semut kroto yang paling mudah dilakukan, salam pertanian :-)

Cara Budidaya Belut Dalam Drum

May 12, 2014
Budidaya Belut saat ini merupakan budidaya yang banyak digemari, karena potensi pendapatan ekonomi dari belut begitu bernilai tinggi, bayangkan, dari rumah makan kecil-kecilan hingga rumahmakan mewah menyediakan menu belut, selain nilai gizinya yang tinggi belut juga bisa dimasak kedalam berbagai menu dengan rasa yang cukup gurih. Kali ini kita akan membahas bagaimana cara budidaya belut yang baik dengan media  drum.

cara budidaya belut dalam drum

Cara Beternak Belut Dalam Drum

Sebelum berlanjut ketahapan berikutnya sebaiknya siapkan dulu beberapa perlengkapan dibawah ini:
1. Drum, Usahakan dengan menggunakan drum yang terbuat dari plastik
2. Paralon besar
3. Kawat Kasa
4. Bak besar untuk menampung air
5. Ember
6. Cangkul 
7. Baskom
8. Jerigen

Setelah Alat-alat diatas sudah dipersiapkan, maka selanjutnya adalah bagaimana mempelajari teknik beternak belut didalam drum.

  • Persiapan Media

Persiapan media merupakan hal yang penting, dalam hal ini cara ternak belut dalam drum membutuhkan media diantaranya adalah drum, tanah dan instan bokashi yang sudah diolah terlebih dahulu.

Gunakan Drum yang terbuat dari plastik lebih bagus jikapun menggunakan drum yang terbuat dari kaleng maka bersihkan terlebih dahulu dari karat sehingga ini tidak menyebabkan kontaminasi terhadap tanah sehingga mengakibatkan belut mati keracunan. Lakukan Pemotongan drum secara horizontal, namun potong setngah dari diamterenya, sehingga drum bisa menampung 200 liter air atu media.  Seterti pada gambar!

ternak belut dalam drum


Setelah itu siapkan media tanah yang tidak berpasir dan juga tidak terlalu liat, artinya, gunakan tanah yang gembur dan subur seperti tanah sawah. Tahapan memasukan media kedalam drum yang harus dilakukan sebagai berikut.

Masukan media tanah kedalam drum sehingga memenuhi ketinggian 30-40 cm kemudian aduk tanah tersebut dengan merata, kontrol kadar yang ada jangan sampai kurang ataupun berlebihan.

Kemudian masukan EM 4 sekitar 4-5 botol kedalam adukan tanah dalam drum Kemudian aduk sebanyak 2 kali sehari hingga tanah menjadi lebih lembut dan gembur dan lebih subur.

Kemudian masukan bokashi sebanyak 40 kg untuk drum isi 200 liter, aduk secara merata, untuk pembuatan bokashi silahkan baca artikel ini : Cara Pembuatan Pupuk Bokashi.

Setelah diaduk secara merata kemudian masukan air hingga ketinggian 5 cm diamkan selama seminggu, hingga terdapat plankton atau cacing mulai terlihat dalam media, Buang air yang menggenang dan ganti dengan air yang lain, jika perlu masukan tanaman air seperti eceng gondong dan ganggang, ataupun masukan ikan kecil kedalam air. Setelah 2 hari maka media siap di masuki oleh belut.

  • Proses Ternak Belut

Masukan bibit belut yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk drum berisi 200 liter yaitu sebanyak 2 kg bibit belut atau berkisar antara 160 sampai 200 ekor belut, ini mengantisipasi kepadatan belut yang nantinya mengakibatkan kematian pada belut. 

  • Perawatan

Melakukan perawatan ternak belut dalam drum lebih mudah dilakukan, terutama dalam pemantauan dan pemberian makan, namun meskipun demikina belut yang diternak harus tetap dirawat dengan baik.

  • Pemberian Makanan.

Pakan belut berupa cacing, kecebong, ikan-ikan kecil bisa juga menggunakan cacahan keong dan bekicot, lakukan pemberian makanan secukupnya seperti halnya belut alam dan dilakukan pada sore hari. sehingga makanan bisa dimakan pada sore dan malam hari.

  • Penggantian Air.

Lakukan penggantian air dengan teratur, dengan cara mengganti dan membuang air yang sudah tergenang dengan mengalirkan air yang baru, selama seminggu sekali, selain itu berikan tanaman air agar ekosistem yang ada dalam drum terus terjaga. Pemberian tanaman air ini juga agar melindungi media dan belut dari panas matahari secara langsung. Sesekali berikan EM 4 kedalam media dan aduk secara hati-hati.

  • Panen 

Panen belut dalam drum bisa dilakukan setelah 3-4 bulan masa budidaya, sebelumnya lakukan survei pasar, perhatikan permintaan pasar dan lakukan pemanen dengan menyesuaikan permintaan pasar secara ukuran dan jenis belut.

Ternak Lele : Cara Budidaya Lele Yang Tepat

August 20, 2013
Sahabat epulkatama, kali ini saya akan memberikan sebuah tekhnik budidaya dengan judul yang agak PD-an dikit, yaitu Cara Budidaya Lele Yang Tepat, namun pada dasarnya saya juga mengambil dari berbagai referensi di internet dan beberapa referensi buku lainnya. 

Baiklah, Budidaya ikan lele merupakan salah satu budidaya yang masih banyak digemari oleh masyarakat indonesia, selain nilai ekonomis yang didapat budidaya lele juga merupakan salah satu budidaya dengan berbagai tahapan dan dengan waktu relatif singkat. Maksud dari beberapa tahapan, adalah dimulai dari ternak lele anakan (pembibitan), kemudian ukuran kecil hingga sedang, dan terkahir budidaya pembesaran lele. 

Selain dari alasan diatas, pemasaran ikan lele juga sangat mudah dan dengan berbagai macam distribusi. Kita banyak melihat bahwa berapa banyak penjual pecel lele di kota atau daerah anda, ini menandakan bahwa pasar lele sangat besar, meskipun petani lele tidak menjual langsung ke para penjual pecel lele. Selain itu, pasar lokal yang cakupannya lebih besar seperti restoran besar dan rumah makan di kota-kota besar juga masih sangat terbuka untuk menerima ikan lele dengan jumlah besar. 

cara_budidaya_ikan_lele_yang_tepat.jpg

Cara Budidaya Ikan Lele


Berikut ini tahapan cara ternak lele yang dilakukan untuk pembesaran ikan lele:

Persiapan Kolam Ikan Lele


Tahap 1. Pengeringan Kolam

Siapkan kolam ikan lele, kolam yang digunakan tentunya disesuaikan dengan milik anda, namun alangkah baiknya kolam berukuran 10 X 20 m. Jika sebelumnya memang anda sudah memiliki kolam anda tinggal meneruskan langkah-langkah selanjutnya. 

Keringkan kolam sehingga betul-betul kering hingga dasar kolam benar-benar retak karena kering, hal ini diharapkan agar bisa memutus rantai mikroorganisme pengganggu yang nantinya bisa saja menghambat pertumbuhan ikan lele. 

Setelah dirasa cukup dalam pengeringan kolam (hingga retak-retak) kemudian bajak atau cangkul dengan membalikan dasar/tanah pada kolam, ini dilakukan untuk mengembalikan kegemburan tanah dan mewaspadai jika saja ada gas yang masih terkandung didalam tanah yang bisa menyebabkan keracunan bagi ikan dikemudian hari.

Tahap 2. Pemupukan dan Pengapuran

Selanjutnya adalah tahap pengapuran dan pemupukan tanah. Ini dilakukan secara merata pada seluruh bagian permukaan tanah. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur dolomit atau kapur tohor, setelah pengapuran dilakukan secara merata kemudian balikan tanah dengan cangkul sedangkan dosisnya adalah 250-750 gram per meter persegi.

Pengapuran ini berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman tanah dan membantu mengendalikan hama penyakit. (patogen).

Setelah dilakukan pengapuran, langkah selanjutnya adalah pemupukan, pupuk yang digunakan adalah pupuk organik, urea dan TSP. Pemupukan dimaksudkan untuk memberikan kandungan nutrisi dalam tanah sehingga tanah menjadi subur dan bisa mendorong berkembangnya makanan bagi ternak lele seperti fitoplankton dan cacing.

Aplikasi pemupukan dilakukan dengan dosis 250-500 gram per meter persegi sedangkan pupuk urea 15 gram per meter persegi dan TSP 10 gram per meter persegi.

Setelah dilakukan pengapuran dan pemupukan kolam diisi air, pengisian air dilakukan secara bertahap, Pertama bisa dilakukan dengan pengisian air setinggi 30 sampai 40 cm selama 1 minggu kemudian ketika bibit lele sudah siap seminggu kemudian, masukan  bibit lele dalam kolam dengan ketinggian air bisa ditambah yaitu 100 hingga 120 cm. 

Pemilihan Bibit Ikan Lele


Langkah selanjutnya adalah pemilihan bibit lele, ada beberapa faktor dalam penentuan pemilihan bibit dan ini harus diperhatikan untuk menunjang kesuksesan budidaya lele anda, karena dengan bibit yang bagus dan unggul diyakini akan menghasilkan panen lele yang optimal. Menurut beberapa sumber di Mesin Pencarian bahwa bibit lele yang bagus adalah bibit sangkuriang.

Nah untuk mengetahui kriteria bibit unggul lele berikut saya jabarkan secara bertahap.

- Syarat Bibit Unggul

Bibit yang dipilih adalah bibit yang sehat, dan tahan terhadap penyakit. Sedangkan ciri-ciri dari bibit yang sehat adalah bibit yang lincah, tidak ada cacat pada tubuhnya, tidak teridentifikasi penyakit serta dapat berenang dengan normal, dilakukan pengujian dengan membiarkan bibit berenang diarus air jika bibit ikan lele menantang arus maka bibit termasuk kualifikasi sehat.

Usahakan pemilihan ukuran yang rata atau serempak, ini akan berpengaruh pada hasil panen lele yang juga akan menghasilkan lele besar yang sama. Pemilihan ukuran lele  memiliki panjang sekitar 5-7 cm, hal ini dipastikan jika dalam waktu pemeliharaan antara 3 sampai 5 bulan akan menghasilkan ukuran lele besar yang siap jual (lele konsumsi) yaitu 9-12 ekor per kg. 

Pemberian Pakan Untuk Ikan Lele


Ada Istilah FCR atau singkatan dari Food Convertion Ratio, merupakan produk yang menawarkan bahwa pakan tersebut lebih kecil dari satu. maksudnya (FCR) adalah rasio jumlah pakan berbanding bertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR dari pakan tersebut maka semakin berkualitas produk pakan tersebut. Sebagai mana kita ketahui, bahwa proses pemberian pakan merupakan hal yang sangat membutuhkan biaya yang cukup besar dalam ternak lele, dan juga dijaga kontinuitasnya, agar keberlangsungan hidup dan pertumbuhan lele tetap terjaga. Maka dari itu ada cara untuk mensiasati pemberian pakan yaitu dengan cara membuat pakan tambahan. agar menekan nilai FCR tadi.

Yang perlu diperharikan adalah kebutuhan lele terhadap kandungan pakan yaitu protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral. selanjutnya, pakan harus diberikan sesuai kebutuhan, setiap ikan lele memerlukan pakan sebanyak 3-6% dari bobot tubuhnya. Dengan jadwal pemberian pakan yaitu 3-5 kali per hari. 

Panen Budidaya Ikan Lele


Untuk jenis lele konsumsi pemanenan dilakukan ketika lele berukuran 9-12 kg per ekor, dalam artian bahwa jika bibit yang disebar berukuran sebesar 5-7 cm maka waktu budiddaya adalah krang lebih sekitar 3-5 bulan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya panen dilakukan dengan cara disortir terlebih dahulu disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Jika memang pasar ekspor ada kemungkinan berat ikan lele yang dibutuhkan adalah 500 gram perekor. 

Demikian catatan epulkatama tentang Cara ternak lele, mungkin suatu saat nanti saya akan memberikan teknik budidaya ikan lele terpal atau lele kecil.