Showing posts with label Peternakan. Show all posts
Showing posts with label Peternakan. Show all posts

Perawatan dan Pergantian Media Cacing tanah

August 21, 2015


Melanjutkan tulisan tentang budidaya cacing tanah, kali ini kami akan berbagi tentang perawatan dalam ternak cacing tanah, karena selain pemilihan bibit cacing yang sesuai standart, perawatan media cacing sangat menentukan sekali untuk keberhasilan ternak cacing tanah.

Berikut ini adalah langkah-langkah perawatan ternak tanah :

  1. Pemberian makan secara berkala, pemberian makan pada cacing bisa dilakukan setiap hari atau 2 kali sehari, pemberian makan sangat relatif sesuai dengan kondisi...
  2. Setiap seminggu sekali sebelum diberi makan, buang media lapisan teratas setebal 1 cm, lapisan ini adalah kotoran cacing tanah, sehingga perlu dibuang agar cacing berada pada media yang bersih dari kotorannya, media yang dibuang ditempatkan di penampungan cascing.
  3. Setiap sebulan sekali lakukan pembalikan media cacing agar media kembali menjadi segar, hancurkan media yang menggumpal.
  4. Setiap 1 bulan 1 minggu jika populasi cacing sesak, anda bisa mengambil 50% cacing dan tempatkan di tempat yang baru, karena siklus cacing dari cacing dewasa terus bertelur dan menetas memerlukan waktu hanya 1 bulan 1 minggu
  5. Setiap 2,5 bulan sekali lakukan penggantian media, dengan tujuan agar cacing bisa berkembang dengan baik, tujuannya tidak lain agar cacing selalu berada di media yang segar, media yang lama disimpan di tempat pembuangan cascing, lebih lengkapnya bisa tonton video di bawah ini.
  6. Siapkan tempat penampungan cascing, walaupun penampungan ini berisi media cacing yang yang dibuang tetap saja diberi makanan, karena kokon / telus cacing bisa saja terbawa ke penampungan cascing yang akhirnya nanti menetas. setelah cacing agak besar baru dipancing dengan makanan lalu pindahkan cacing ke rak pembudidayaan.
Untuk lebih jelasnya silahkan tonton video di bawah ini, semoga bermanfaat...


Segudang Manfaat Cacing Tanah Bagi Kehidupan Manusia

August 19, 2015


Sebelum melanjutkan menulis budidaya cacing tanah, mari kita ketahui apa saja manfaat cacing bagi kehidupan manusia, cacing tanah adalah hewan yang menjijikkan bagi sebagian orang, namun, di
balik tubuhnya yang panjang dan berlendir itu banyak menyimpan manfaat. Cacing tanah umumnya dikenal sebagai pembalik tanah, makanan burung, dan digunakan sebagai umpan untuk memancing.

Ternyata cacing juga bermanfaat dalam dunia medis dan kesehatan, berikut ini manfaat cacing tanah untukkesehatan dan pengobatan:

Obat tifus
Cacing tanah yang dibersihkan dapat menghambat pertumbuhan bakteri salmonella,
yang biasanya mengganggu thyphosa pencernaan manusia. Pasien dapat mengkonsumsi cacing tanah rebus atau
kapsul cacing bubuk dengan madu. Pengobatan Tifus menggunakan cacing tanah rupanya diakui oleh para ahli farmakologi.

Obat Diare
Wabah penyakit diare sering terjadi di masyarakat. Nah, cacing tanah menjadi salahsatu obat tradisional yang dapat digunakanuntuk menyembuhkan penyakit diare. Cacing tanah merupakan antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella penyebab diare disentri.

Melancarkan Sirkulasi darah
Cacing tanah mengandung enzim yang dapat menghancurkan lemak jahat di pembuluh darah,  sehingga sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Itulah alasan mengapa cacing tanah yang sering digunakan untuk pengobatan pasien dengan hipertensi dan stroke.

Melancarkan Pencernaan
Cacing tanah mengandung enzim, katalase, dan selulosa yang dibutuhkan dalam proses metabolisme tubuh. Dengan demikian, secara tidak langsung cacing dapat membuat pencernaan menjadi lebih halus.

Antipiretik
Cacing Tanah ekstrak yang mengandung nitrogen basa, yang dapat mengurangi demam pada penyakit tertentu seperti tifus. Penggunaan cacing tanah untuk mengurangi panas ternyata lebih baik, daripada bahan kimia seperti parasetamol yang dapat meninggalkan efek samping. Penelitian pada
laboratorium IPB telah membuktikan ini untuk pengobatan.

Menenangkan
Cacing tanah mengandung Pheretima yang dapat mempengaruhi sistem saraf. Pheretima akan membawa efek tenang, menghentikan kejang, dan mengurangi rasa sakit sehingga sangat ideal untuk digunakan untuk sakit gigi, sakit kepala, dan rematik.

Meningkatkan energi
Kandungan taurin dalam cacing tanah dapat meningkatkan metabolisme lemak, yang akan diubah menjadi energi. Efek ini juga bermanfaat bagi wanita yang sedang diet.

Menjaga kesehatan kulit
Cacing tanah juga mengandung alfa-tokoferol dapat mempertahankan elastisitas kulit dan kemudaan. Untuk itu, bahan baku cacing tanah banyak dipasok oleh perusaahan kosmetik.

Menyembuhkan luka
Hal ini karena cacing mengandung unsur asam arakidonat, yaitu yang bisamempercepat pertumbuhan sel-sel baru.

Sebelum konsumsi, cacing tanah harus diolahdengan cara yang benar. Pada awalnya perut cacing dibelah, dan keluarkan tanah atau kotoran dari perutnya. Setelah itu, dicuci hingga bersih lalu rebus. Rebusan airnya juga dapat digunakan sebagai obat tradisional.

Namun saat ini sudah tersedia obat dari cacing tanah, yang dapat diperoleh dengan mudah sudah dalam bentuk kapsul, sehingga tidak repot-repot untuk memprosesnya. Perlu diingat sekali lagi, pengolahan cacing tanah harus benar-benar bersih, sehingga tidak ada infeksi bakteri yang berada dalam tubuh cacing.

semoga bermanfaat


Membuat Media Cacing Murah, Mudah, Praktis dan Hasil Maksimal

August 19, 2015
Selain media kotoran sapi sebagai media cacing tanah kita bisa menggunakan cocopeat, emput sengon (bekas gergajian sengon) dan bekas log jamur atau campuran antara cocopeat dan emput sengon, yang perlu mendapatkan perhatian adalah media tersebut sudah bersih dari hama dan penyakit, dan tentunya sudah lunak sehingga tidak melukai cacing tanah...

Media Cacing Cocopeat
Media ini berasal dari limbah pengolahan sabut kelapa, bahan ini bisa didapatkan di tempat-tempat pengolahan sabut kelapa, karena bahan ini sudah lunak dan lembut tidak perlu banyak perlakuan jika digunakan untuk media cacing tanah.

langkah pertama adalah mensterilkan media dengan merendam dengan air panas sekitar suhu 70-80 derajat celsius selama kurang lebih 5 menit, setelah itu masukkan cocopeat ke rumah cacing, lalu masukkan beberapa ekor cacing dan perhatikan... jika dalam beberapa menit cacing masuk berarti media tersebut sudah cocok dengan cacing,
bibit bisa masukkan semua.

Setiap seminggu sekali buang lapisan teratas setebal 1 cm, karena lapisan tersebut terdiri dari kotoran cacing. Karena cocopeat hanya berfungsi sebagai media saja berarti kita harus memberi makan pada cacing setiap saat, pemberian makanan cacing bisa dilakukan setiap hari atau 2 haru sekali kita lihat kondisinya...

Media Cacing dari bekas Log Jamur Tiram
Media ini bisa anda dapatkan dari petani jamur tiram, log jamur jamur yang digunakan yang sudah masuk kreteria afkir, setalah kita mendapatkan log jamur bongkar dari plastiknya lalu siram atau rendam dengan air panas dengan suhu sekitar 70-80 derajat celsius agar media steril. Lalu peras dan masukkan ke dalam rumah cacing, masukkan beberapa ekor cacing dan perhatikan... jika dalam beberapa menit ... jika cacing masuk berarti media tersebut cocok dengan cacing... baru taburkan semua bibit cacing tanahnya...

Media Emput Sengon
Emput sengon bisa anda dapatkan dari tempat penggergajian kayu sengon, untuk bisa menggunakan media ini ada beberapa langkah yaitu:
1. Rendam emput sengon selama 1 minggu, atau kalau musim penghujan cukup hujankan selama 10 hari, biasanya dalam emput sengon masih terdapat solar atau oli...
2. Lakukan fermentasi selama 1 minggu dengan menggunakan probiotik ternak, bisa anda gunakan EM4 peternakan, SOC produksi HCS, Ajib Roter produksi CV KAS (bisa anda dapatkan di jaringan JKMP4 kota terdekat)
3. Setelah difermentasi media siap digunakan, perlakuan sama dengan media di atas....


Media cocopeat, log jamur atau emput sengon cukup menggunakan rumah cacing dari kotak kayu, kotak plastik, nampan plastik atau bahan dari sak atau yang lainnya, ukuran bisa menyesuaikan namun begitu populasi cacing yang kita masukkan yang perlu kita perhatikan, populasi cacing yang ideal adalah pada setiap 1 meter perseginya ditaburi bibit cacing sebanyak 1 kg.

Sebulan sekali lakukan pengadukan media agar tidak ada media yang mengumpal dan menyegarkan media yang berada di lapisan bawah, dan juga untuk menjaga sirkulasi udara, pengadukan cukup dilakukan dengan membalik media dengan tangan dan rata. Baru setelah 2,5 bulan lakukan penggantian media, cara membalik dan mengganti media cacing insyaAllah akan kami buatkan videonya agar mudah dimengerti dan dipahami.


Kotoran Sapi Sebagai Media Sekaligus Sumber Makanan Cacing Tanah

August 18, 2015
Sesuai dengan janji kami pada tulisan Pengantar Budidaya Cacing Tanah sebelumnya maka kali ini kami akan berbagi khusus tentang media cacing yang hemat, efisien, efektif, tidak ribet dan mudah, sekali lagi tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi, karena sebelum kami memutuskan untuk berbudi daya cacing sebelumnya melakukan observasi ke peternak-peternak cacing, dan juga sempat mengikuti pelatihan budidaya cacing di mas adam di malang, maka kami mengambil keputusan untuk memilih media cacing yang sesuai dengan
daerah kami.

Untuk kali ini kami akan membahas Media Kotoran Sapi sebagi media dan sekaligus sebagai sumber makan bagi cacing tanah...
Untuk menggunakan media ini perlu beberapa langkah dan syarat yaitu:
- Media kotoran sapi pilih yang sudah kering
- Jika menggumpal hancurkan lalu diayak, sehingga media kotoran sapi seperti tepung
- Difermentasi dengan probiotik ternak selama 1 minggu, untuk probiotik bisa menggunakan EM4 pertanian, SOC produksi HCS, atau Ajib Roter produksi CV Kas
- Setelah difermentasi media siap untuk digunakan

Jika anda memutuskan untuk menggunakan media kotoran sapi rumah cacing yang dipakai sebaiknya yang berbentuk jedingan, untuk luasan yang dianjurkan adalah Lebar 1 meter panjang 2 meter dan tinggi 60 CM s/d 100 cm, dibagian dasar dibuat sedemikian rupa agar air bisa meresap ke bawah, sehingga nantinya media kelembaban media terjaga, jedingan dengan ukuran ini bisa ditaruh bibit sebanyak 2 kg

Kotoran sapi selain digunakan sebagai media juga sekaligus berfungsi sebagai makanan cacing sehingga anda tidak perlu lagi memberikan makanan pada ternak cacing tersebut.
Setelah media cacing dan rumah cacing siap, taburkan media di rumah cacing setinggi 20cm, lalu siram dengan air secukupnya agar media menjadi lembab, lalu taruh beberapa bibit cacing lalu perhatikan.... jika beberapa menit cacing masuk ke dalam media berarti cacing tanah cocok dengan media tersebut, baru semua bibit cacing dimasukkan

Perawatan
Karena kotoran sapi sekaligus sebagai sumber makanan bagi cacing media ini perlu perawatan dan penambahan, setiap seminggu sekali baung bagian teratas media setebal 1 cm, karena bagian ini adalah kotoran yang dikeluarkan oleh cacing, kotoran cacing ini biasa disebut dengan Cascing, Cascing sendiri nantinya bisa digunakan sebagai pupuk organik, dan akan kami bahas selengkapnya pada tulisan selanjutnya.
Setelah itu baru ditambah media dengan ketebalan 20cm, setelah seminggu lakukan pembuangan bagian atas media setebal 1 cm lagi, lalu ditambah lagi 20 sm, begitu seterusnya...

Cascing yang dibuat setiap seminggu sekali dibuatkan tempat khusus sebagai penampung cascing, karena ditakutkan telur cacing ikut terbuang dan nantinya menetas di tempat penampungan cascing maka sesekali diberi makanan dari ampas tahu atau yang lainnya...

untuk media cacing cocopeat, log jamur dan emput sengon bisa dibaca disini


Pengantar Budidaya Cacing Tanah (Berdasarkan Pengalaman Penulis)

August 18, 2015
Setelah beberapa bulan belajar dan budidaya cacing khususnya cacing Lumbircuss Rubellus (LR) akhirnya akhirnya kali ini kami sempatkan berbagi cara budidaya cacing secara efektif dan efisien, agar bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal, di internet sesungguhnya sudah banyak yang membahas tentang budidaya cacing, tetapi kali ini kami akan berbagi sesuai dengan pengalaman pribadi saja....

Sebelum melanjutkan cara budidayanya sebaiknya anda mengenal dulu cacing secara teoritis, Cacing tanah termasuk binatang invertebrata (tidak bertulang belakang). Ia hidup
di dalam tanah yang gembur dan lembab. Cacing tanah mengandung kadar protein tinggi, sekitar 76%, jauh lebih tinggi daripada kadar protein pada daging mamalia (65%) dan ikan (50%).

Cacing tanah, ternyata bukanlah hewan yang asing bagi masyarakat kita, Hewan ini tampak begitu lunak dan bagi sebagian orang menganggap sangat menjijikkan. Akan tetapi hewan ini mempunyai potensi yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah karena tidak mempunyai tulang belakang (invertebrata). Di Indonesia, cacing tanah dikenal ada tiga jenis, yaitu cacing kalung, cacing merah, dan cacing koot.

Sebelum anda memutuskan untuk budidaya cacing sebaiknya anda mengenal dulu media sebagai tempat/sarang hidup, kandang sebagai wadah dari media tersebut dan makanan yang disukai cacing...

Media Cacing
Media cacing adalah sarang dimana cacing bersarang, media cacing yang baik adalah media yang dimana cacing merasa senyaman di habitat aslinya, media cacing bisa berasal dari cocopeat, bekas log jamur, kotoran sapi dan emput kayu sengon, intinya secara teoritis media cacing berasal dari bahan organik, untuk menguji apakah media tersebut telah memenuhi syarat, bisa diuji dengan meletakkan beberapa ekor cacing, jika setelah beberapa menit cacing masuk ke dalam media berarti cacing merasa nyaman, untuk lebih jelasnya tentang media cacing kami akan tulis secara lengkap pada tulisan selanjutnya...
media cacing kotoran sapi bisa dibaca disini
media cacing cocopeat, log jamur dan emput sengon bisa dibaca disini

Cccopeat sebagai media cacing

Bekas Log Jamur sebagai media cacing


Rumah Cacing
Rumah cacing adalah tempat untuk menampung media cacing. kandang cacing bisa terbuat dari kayu dan beton yang dibentuk sedemikian rupa, beberapa peternak saat ini sudah banyak yang berinovasi sehingga biaya rumah cacing bisa ditekan sedemikian rupa...

Rumah Cacing sistem jedingan


Rumah Cacing sistem terpal

Rumah Cacing sistem sak


Kandang Cacing
Kandang cacing dimaksudkan untuk menempatkan beberapa rumah cacing sehingga rumah cacing terhindar dari sinar matahari langsung dan sirkulasi udara udara yang bagus serta terhindar dari binatang predator, dan juga binatang pesaing yang ikut nimbrung makan makanan cacing...

Kandang Cacing
Hama dan Predator
Ada beberapa binatang predator yang perlu dihindari yaitu ayam, ayam adalah musuh utama cacing, cacing 1 kg bisa habis hanya dalam hitungan menit saja, nah untuk bahasan ini kami akan membahas lebih detail pada tulisan selanjutnta

Ada Apa di Blog Ini

Ada Apa di Blog Ini

October 09, 2013
Dengan segenap ucapan Syukur Alhamduliilah, kali ini saya akan berbagi info-info bagaimana cara dan teknik bertani secara bijak dan efisien untuk memperoleh hasil yang maksimal, semua tulisan-tulisan dalam blog ini adalah artikel pilihan tentang bertani secara organik. Pembuatan blog ini didasari oleh beberapa faktor :

  1. Penggunaan Pupuk Kimia yang telah banyak merugikan petani (hal ini akan dibahas secara lebih detail pada tulisan berikutnya)
  2. Penurunan tingkat penghasilan Petani dari tahun ke tahun karena turunnya kuantitas hasil panen.
  3. Rusaknya struktur tanah akibat pemakaian pupuk kimia.
  4. Tingkat kekurusan tanah yang berada pada stadium kritis
  5. Mahalnya harga pupuk kimia dan juga kadang-kadang diikuti kelangkaan pupuk kimia
  6. Menekan angka penyakit pada manusia akibat pemakaian peptisida kimia.
  7. Meningkatkan hasil panen hingga 100% di sektor pertanian.
  8. Menekan biaya produksi pertanian
  9. Sebagai antisipasi jika suatu saat Pemerintah mencabut kebijakan "subsidi pupuk" sehingga petani sudah siap dengan alternatif penggunaan pupuk yang lebih baik.
Tulisan-tulisan pada blog ini selain berkutat pada masalah pertanian, juga akan membahas tuntas bagaimana cara beternak dengan bijak dan efisien, hal juga didasari beberapa pokok pikiran, sebagai berikut:

  1. Permintaan daging ternak di pasar Indonesia semakin meningkat.
  2. Menekan angka impor daging dari negara luar
  3. Meningkatkan Hasil panen peternak sapi dan kambing
  4. Memberikan alternatif lain bahan makanan ternak yaitu dengan makanan fermentasi
  5. Mengenalkan beberapa penyakit pada ternak
Tulisan-tulisan pada blog ini diharapkan bisa membantu para petani dan peternak untuk meningkatkan hasil panen mereka.

Cara Membuat Pakan Fermentasi untuk Ternak Kambing

October 05, 2013
Cara membuat pakan ternak dengan menggunakan limbah jerami, pohon pisang (debog pisang), bungkil kedelai dan lain-lain merupakan faktor keberhasilan dalam beternak kambing, walaupun tidak bisa melupakan faktor lain seperti cara pemilihan bibit, cara membuat kandang, kalkulasi/managemen dalam beternak dan masih banyak lagi faktor yang menentukan atas keberhasilan dalam beternak.
Kali ini kita akan membahas tentang cara membuat pakan ternak dengan fermentasi karena factor ini merupakan factor yang paling dominan diantara yang lainnya. Walaupun cara ini dibuat dengan sederhana namun hasilnya sangat luar biasa dan terbukti bisa menaikan berat badan ternak sekitar 2 – 4 kg dalam waktu 10 hari. Baiklah mari kita mulai cara membuat pakan ternak kambing dengan fermentasi.

Siapkan alat-alat untuk membuat pakan ternak :

  • Pisau/gobang
  • Ember dan drum plastik
  • Perpal
  • Dan lainnya yang mungkin diperlukan.

Bahan yang diperlukan dalam membuat pakan ternak kambing :

  1. Ampas ketela/singkong kering, tepung jagung, katul untuk memenuhi karbohidrat.
  2. Ampas kecap, Ampas tahu, Kulit kedelai, Kulit kacang hijau, Bungkil untuk memenuhi kebutuhan Protein.
  3. Segala macam Jerami (untuk membuat pakan kering), pohon pisang (untuk membuat pakan basah), segala macam rumput, Rapak tebu/daduk, Rendeng kedelai, kangkung dan lain-lain untuk memenuhi suber serat.
  4. Gamping, Cangkang telur, tepung tulang, Garam untuk memenuhi  Mineral dan Kalsium.
  5. Probiotik, bisa menggunakan merk lain dan dalam hal ini penulis mencoba menggunakan SOC (Suplemen Organik Cair) dari HCS
  6. Tetes tebu atau Gula pasir perbandingan 1 : ¼ sebagai sumber energy
  7. Air

Komposisi dalam pembuatan pakan kambing per kwintal bahan utama :

Bahan-bahanBerat/takaranBahan-bahanBerat/takaran
Jerami / pohon pisang100 kgTetes Tebu/Gula pasir4 ons/1 ons
Ampas Tahu15 kgSOC30 cc(3 tutup botol SOC)
Katul/Dedak3 kgAir±10 Liter
Garam¼ kg--

Cara membuat Fermentasi Pakan Ternak :

  • Jerami / Pohon Pisang dipotong-potong
  • Campurkan Jerami / pohon pisang, Ampas tahu dan Katul
  • Masukkan SOC kedalam 1 liter air, campur gula pasir, aduk dan diamkan selama 15 menit, kemudian masukan kedalam air ±10 liter lalu siramkan kedalam pakan secara merata, kemudian taburkan garam dan aduk lagi hingga tercampur rata.
  • Masukan Pakan kedalam drum plastic lalu tutup dengan terpal kedap udara selama 24 jam jika menggunakan bahan jerami (Kering) dan jika menggunakan bahan pohon pisang (Basah) cukup 1-3 jam.
  • Pakan siap untuk diberikan pada ternak kambing atau sapi setiap pagi dan sore.
Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Penggemukan Domba (e-Book)

April 14, 2013
Penggemukan adalah usaha pemeliharaan ternak dengan cara mengandangkannya selama periode tertentu untuk mempercepat dan meningkatkan produksi daging. Usaha ternak domba pasarnya masih terbuka luas karena dagingnya mempunyai cita rasa khas dan dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.

Yang harus diperhatikan dalam usaha penggemukan :

  • Pemilihan bibit (bakalan)
  • Pemberian pakan
  • Perkandangan
  • Manajemen pemeliharaan  

Download e-Book nya Disini

Fermentasi Dedak Padi untuk Pakan Sapi PO Jantan

April 12, 2013
Sapi - sapi Peranakan Ongole (sapi PO) atau disebut juga Sapi Jawa, merupakan salah satu plasma nutfah sapi lokal Indonesia, sehingga memiliki kemampuan adaptasi yang cukup bagus terhadap lingkungan wilayah kita dibandingkan dengan sapi – sapi eks import, seperti Peranakan Simental (PSm), Frishian Holstein (PFH) maupun Limosin (PL). Salah satu upaya untuk percepatan penggemukan sapi dengan teknologi pengolahan pakan murah dan berkualitas adalah melalui proses fermentasi.
Pengertian Tentang Fermentasi, Biodekomposer, dan Manfaatnya

  1. Fermentasi merupakan bioteknologi yang menggabungkan pengolahan secara biologis, kimiawi, dan rekayasa genetik yang dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan nilai nutrisi pakan dan memperbaiki teksturnya.
  2. Fermentasi timbul sebagai akibat adanya aktivitas mikrobia penyebab fermentasi pada subtrat organik yang sesuai. Mikrobia penyebab fermentasi ini disebut dengan Biodekomposer. Terjadinya fermentasi dapat menyebabkan perubahan sifat bahan pakan sebagai akibat dari pemecahan komponen bahan tersebut. Oleh karenanya melalui proses fermentasi bahan pakan dapat meningkatkan kecernaan dan kualitas protein serta dapat mendetoksifikasi racun yang ada didalamnya.
  3. Biomassa mikroorganisme sebagai hasil dari fermentasi yang dikenal sebagai protein sel tunggal merupakan sumber bahan pakan yang potensial, karena proteinnya tinggi dan mudah dicerna.
  4. Bahan pakan yang mengalami proses fermentasi akan mempunyai nilai gizi lebih baik dari pada bahan asalnya. Hal ini disebabkan oleh mikroorganisme yang mempunyai sifat katabolik terhadap komponen yang kompleks, sehingga mengubahnya menjadi komponen yang sederhana. Proses katabolik tersebut terjadi karena adanya beberapa enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme.
  5. Sosialisasi teknologi fermentasi pakan sudah mulai memasyarakat dan sudah banyak petani yang mengaplikasikan pakan fermentasi pada ternak kambing/domba maupun ternak sapi.
  6. Produk biodekomposer dari berbagai merk telah banyak di pasaran pertanian, yaitu produk mikrobia yang telah melalui proses seleksi dan pengolahan yang dikemas sedemikian rupa sehingga menarik konsumen.
  7. Jenis biodekomposer (probiotik) ada dua macam, berbentuk cair dan padat dengan harga sangat bervariasi antara Rp. 17.000,- – Rp. 50.000,- per satuan kilogram atau liter.
  8.  Petani ada yang berminat untuk mengaplikasikan biodekomposer dari mikrobia lokal (Mol). 

Diharapkan dengan pemanfaatan Mol akan diperoleh biodekomposer yang mudah didapatkan serta murah biayanya. Salah satu pemanfaatan Mol yang bisa direkomendasikan adalah dengan pemanfaatan limbah Rumah Potong Hewan (limbah RPH) berupa bolus/isi rumen sebagai sumber mikrobia.



Cara Pemanfaatan Limbah RPH sebagai Biodekomposer

  1. Cairan rumen sapi yang masih segar diambil dari RPH terdekat dan ditampung ke dalam jirigen;
  2. Cairan rumen diencerkan dengan menambahkan air sebanyak 2,5 bagian, lalu diaduk hingga homogen dan siap digunakan sebagai biodekomposer;
  3. Perbandingan campuran untuk fermentasi adalah 10 kg dedak padi : 5,5 l biodekomposer;
  4. Dedak padi difermentasi dengan cara memasukkannya sedikit demi sedikit ke dalam biodekomposerr yang telah tersedia, kemudian diaduk hingga merata dan dimasukkan ke dalam wadah plastik berupa tong, ember, atau kantong plastik, diperam dengan cara memadatkan dan ditutup rapat-rapat;
  5. Beberapa hari pada awal proses fermentasi berlangsung biasanya terjadi akumulasi gas methana di dalam wadah tersebut dan gas ini harus dikeluarkan dengan sedikit membuka wadah, lalu tutup rapat kembali hingga proses fermentasi berakhir selama 21 hari;
  6. Dedak padi yang telah difermentasi dijemur hingga kering dan disimpan untuk diberikan kepada ternak.
Beternak Lebah Trigona Propolis, Ajaib Khasiatnya Ajaib Pula Profitnya

Beternak Lebah Trigona Propolis, Ajaib Khasiatnya Ajaib Pula Profitnya

March 14, 2013
Salah satu obat herbal yang lagi naik daun saat ini adalah propolisPropolis diketahui mempunyai banyak manfaat dalam proses penyembuhan penyakit. Berbagai jenis penyakit dapat disembuhkan dengan propolis baik sakit ringan hingga penyakit mematikan termasuk kanker. Propolis berasal dari bahasa Yunani yang artinya benteng pertahanan kota. Propolis adalah salah satu bahan dari hasil produksi lebah selain madu.Propolis dikumpulkan dari pucuk-pucuk tanaman yang kemudian dinamakan lem lebah. 


Ternyata peradaban manusia sudah berabad-abad mengetahui tentang manfaat propolis sebagai panacea atau obat dari segala penyakit. Termasuk majalah Trubus dalam beberapa penerbitan mengulas tentang kehebatanpropolis sebagai obat yang sangat manjur.

Bangsa Yunani kuno termasuk bangsa yang pertama kali beternak lebah untuk pengobatan. Mereka pada tahun 400 sm sudah mengembangkan lebah untuk diambil manfaatnya selain madu adalah juga propolis. Selain bangsa Yunani kuno juga bangsa Mesir kuno sudah mengenal zatpropolis sebagai obat untuk segala penyakit.


Saat ini setelah cerita kehebatanpropolis terkubur oleh waktu,propolis kembali diangkat kedalam dunia pengobatan sebagai salah satu obat herbal yang tidak diragukan lagi keampuhannya karena sudah teruji oleh waktu.

Kini banyak produsen yang memproduksi propolis ini dalam berbagai merk dan bentuk. Selain diusahakan oleh perusahaan besar, propolis juga diusahakan oleh para peternak kecil yang sudah tahu propolis dapat mendatangkan profit yang menguntungkan.

Khusus untuk produksi propolis dikenal ada beberapa jenis lebah yang dapat dibudidayakan, namun salah satu lebah yang dianggap paling cocok sebagai penghasil propolis adalah lebah dari jenis trigona spp. Lebah trigona ini dikenal asli endemik Asia yang biasa tinggal dihutan dan menghasilkan madu yang berasa asam.

Kenapa lebah trigona cocok sebagai lebah penghasil propolis karena lebah ini tidak perlu dipelihara karena terbiasa hidup dialam bebas, tidak perlu digembala karena lebah trigona tidak membutuhkan nektar & polen tanaman ia hanya membutuhkan getah tanaman yang sepanjang waktu tersedia, tidak perlu takut disengat karena lebah ini tidak mempunyai sengat, kemudahan mengembangkan koloni karena sangat mudah pemeliharaannya, lebih tinggi produksi propolisnya karena ia tidak banyak menghasilkan madu melainkanpropolis, lebih tahan penyakit dan hama karena sedikit menghasilkan madu maka tidak diincar predator untuk diambil madunya, produksi sepanjang waktu karena untuk menghasilkan propolis membutuhkan getah tanaman dimana getah itu dapat ditemukan dalam batang pohon sepanjang tahun.
Keuntungan bisnis produksi propolis dari beternak lebah trigona.
·         Modal kecil
Beternak trigona tidak membutuhkan modal besar hanya modal penyediaan belahan bambu sebagai sarang lebah dan keuntungan lainnya lebah ini tidak rewel termasuk tidak perlu menggembala lebah pada saat paceklik nektar dan polen tanaman 

·         Resiko
Kecil resiko kecil khususnya ancaman predator lebah trigona termasuk perginya lebah dari sarang yang kita sediakan.

·         Keuntungan tinggi
Bila hasil produksi lebah dalam bentuk madu dihargai Rp 20.000 – Rp 30.000, namun propolis dihargai berlipat-lipat antara Rp 100.000 – Rp 350.000 perkilonya.

Bagi yang berminat ingin mendapatkan bibit lebah trigona dapat menghubungi :
·         Bp Mamat Slamet Riyadi ST
Ds Campaga Kec Talaga, Majalengka – Jabar
Hp : 0813 2035 6127

·         Bp Nedi Gumanti
Perum Surabaya Permai No 15 rt 09/05, Kel Surabaya, sungai Serut, Bengkulu

Modal Usaha :
·         2 batang bambu @ Rp 20.000 (bisa untuk 30 bendala)   Rp  40.000
·         Tali ijuk 50 m                                                                           Rp 100.000
·         Ongkos tukang                                                                        Rp   50.000
                                                                                  Rp              190.000
Keuntungan
*Panen dari 30 bendala x 250 gr/bendala x  Rp 300.000 = 2.250.000
* Laba : 2.250.000 – 190.000 = Rp 2.060.000 / panen

Sumber: Keajaiban Propolis Trigona
DuniaUsaha.Com