Showing posts with label Pestisida. Show all posts
Showing posts with label Pestisida. Show all posts

Cara Penggunaan Pestisida dengan Bijaksana

April 12, 2013

Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Dalam konsep pengendalian hama terpadu (PHT), penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama namun lebih dititikberatkan untuk mengendalikan hama sehingga berada di bawah ambang kendali. Berikut cara menggunakan pestisida yang baik dan benar.
A. Cara menggunakan pestisida yang baik agar tidak terjadi resistensi OPT terhadap pestisida Ada lima cara tepat aplikasi pestisida secara bijaksana (jenis dan mutu, waktu, dosis, cara, dan sasaran):
1. Tepat jenis dan mutu
  • Menggunakan pestisida yang terdaftar/diijinkan
  • Efektif terhadap jasad sasaran, daya racun rendah, mudah terurai, selektif
  • Wadahnya asli dan masih baik, dengan memperhatikan label yang lengkap
  • Masih berlaku/tidak kadaluarsa
  • Pestisida kontak/racun kontak (lambung) tidak sesuai untuk hama yang berada dalam jaringan tanaman. Untuk hama yang berada dalam jaringan tanaman (penggerek batang padi dapat dikendalikan secara efektif menggunakan jenis insektisida sistemik).
2. Tepat waktu, ditentukan dengan memperhatikan:
  • Ambang pengendalian yang berlaku. Menunda waktu aplikasi pestisida, sehingga apabila populasi hama sangat tinggi akan kurang efektif, mahal, dan memicu kekebalan hama terhadap pestisida. Musuh alami banyak yang mati, sehingga setelah residu pestisida habis, larva yang baru menetas menjadi berkembang cepat tanpa musuh alami.
  • Stadia pertumbuhan tanaman yang diaplikasi
  • Keadaan cuaca yang memungkinkan. Tidak melakukan aplikasi pestisida pada saat banyak embun masih menempel di tanaman (terlalu pagi, matahari belum terbit). Embun yang menempel di daun akan mengencerkan konsentrasi pestisida yang diaplikasikan sehingga menjadi tidak efektif dan menimbulkan kekebalan hama sasaran terhadap pestisida yang diaplikasikan.
  • Waktu yang tepat untuk mengaplikasikan pestisida adalah ketika hama berada pada stadium rentan. Larva ulat grayak diaplikasi pestisida ketika masih berada dalam stadium /instar 1-2.
3. Tepat dosis:
Jasad pengganggu tanaman dapat dikendalikan secara baik dengan pestisida pada dosis (konsentrasi dan jumlah volume cairan semprot) yang dianjurkan sesuai alat aplikasi yang akan digunakan. Konsentrasi pestisida dinyatakan dalam volume formulasi pestisida di dalam satu liter air. Tepat dosis, konsentrasi yang tepat sangat berhubungan dengan dosis aplikasinya. Dosis aplikasi dinyatakan dengan banyaknya bahan aktif pestisida yang digunakan pada areal seluas satuan tertentu atau banyaknya cairan semprot per satuan luas tertentu. Dosis yang kurang akan menyebabkan hama yang diaplikasi tidak mati, bahkan akan menjadi kebal karena kemampuannya beradaptasi terhadap pestisida yang kurang efektif tersebut.
4. Tepat cara, hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah:
  • Menggunakan aplikasi yang tepat sesuai bentuk dan jenis formulasi
  • Memperhatikan keberadaan/tempat jasad sasaran yang dituju
  • Cuaca terutama arah angin, agar keselamatan operator terjamin maka penyemprotan harus dilakukan tidak berlawanan dengan arah angin.
5. Tepat sasaran, hal yang perlu diperhatikan:
  • keefektifan pestisida terhadap jenis hama yang akan diaplikasi
  • gunakan pestisida yang sesuai dengan hama sasaran. Tidak semua pestisida efektif untuk semua

B. Cara menanggulangi resistensi/kekebalan OPT terhadap pestisida
  1. Hama / patogen penyebab penyakit, mempunyai banyak strain/ras/biotipe yang masing-masing mempunyai kemampuan berbeda untuk beradaptasi terhadap lingkungan biotik (faktor biotik: jenis tanaman inang, musuh alami, vektor/serangga pembawa), dan lingkungan abiotik (faktor abiotik: pestisida, faktor cuaca, senyawa pengusir/penarik hama). Aplikasi pestisida yang tidak dilakukan melalui 5 tepat akan memicu berkembangnya generasi strain/ras/biotipe yang tahan terhadap pestisida tersebut.
  2. Satu macam pestisida yang digunakan terus menerus akan menyebabkan timbulnya strain/ras/biotipe opt yang mampu beradaptasi menjadi kebal terhadap pestisida tersebut. Untuk menghindari terjadinya kekebalan opt terhadap pestisida tersebut, perlu dilakukan variasi (selang-seling) penggunaan/aplikasi pestisida yang berbeda, baik formulanya maupun bahan aktifnya.

(Narasumber : Ir. Yulianto, SU)
PESTISIDA

PESTISIDA

February 04, 2010
Pestisida nabati nimba dapat dibuat secara konvensional dengan menggunakan peralatan yang sederhana maupun secara modern. Penggunaan pestisida nabati nimba bersifat ramah lingkungan, karena bahan aktif nimba tidak berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan, serta residu pestisida mudah terurai menjadi senyawa yang tidak beracun. pestisida nabati

Pokok bahasan ini menyajikan cara pembuatan pestisida organik nimba secara konvensional dan aplikasinya. Pembuatan pestisida organik nimba dapat dibuat dalam berbagai bentuk produk, misalnya berupa daun kering, tepung biji, dan ekstrak daun atau biji. Namun, bentuk yang paling banyak digunakan adalah ekstrak bahan segar dan ekstrak bahan kering, serta tepung atau bubuk daun dan biji. Menurut para ahli, dosis umum penggunaan pestisida nabati yang dianjurkan adalah 30 g - 50 g bahan aktif, atau setara dengan 10 kg - 30 kg brji nimba per hektar lahan.


1. Ekstraksi Bahan Segar
Pembuatan ekstrak bahan segar tanaman pestisida nimba dilakukan menurut langkah-langkah
kerja sebagai berikut:

a. Siapkan biji, daun, dan bunga segar  tanaman pestisida nimba sesuai dengan kebutuhan, misalnya sebanyak 50 kg.

b. Biji, daun, dan bunga  tanaman pestisida nimba dihaluskan dengan menggunakan blender atau ditumbuk hingga hancur, sambil ditambah dengan air. Bahan baku nimba sebanyak 25 kg - 50 kg membutuhkan penambahan air sebanyak 1 liter.

c. Campuran bahan baku pestisida organik tersebut disimpan di tempat yang sejuk selama
2 -3 hari.

d. Selanjutnya, campuran disaring dengan menggunakan kain belacu atau perkurator, disertai dengan penambahan air.

e. Penyaringan dilakukan secara terus-menerus sehingga dihasilkan ekstrak sebanyak 400 liter. Larutan atau ekstrak bahan segar nimba siap diaplikasikan sebagai pestisida.

2. Ekstraksi Bahan Kering tanaman pestisida nimba
Pembuatan ekstrak bahan kering nimba dapat dilakukan melalui langkah- langkah kerja sebagai berikut.

a. Siapkan daun, bunga, biji, dan akar tanaman nimba dengan jumlah menurut kebutuhan.

b. Semua bahan tersebut dikeringkan, kemudian ditumbuk atau dilender hingga menjadi bubuk pestisida nabati.

c. Tambahkan sejumlah air, dengan perbandingan 5 liter air untuk l0 kg bubuk kering nimba.

d. Campuran disimpan selama 2 -3 hari.

e. Selanjutnya, campuran pestisida nabati disaring dengan menggunakan kain belacu atau perkurator disertai dengan penambahan air, hingga diperoleh volume ekstrak 4 liter.

f. Ekstrak pestisida nabati bahan kering nimba siap diaplikasikan sebagai pestisida.

3. Bubuk atau Tepung pestisida nabati

Pembuatan bubuk atau tepung pestisida nabati nimba dapat dilakukan melalui langkah-langkah
kerja sebagai berikut:

a. Disiapkan daun, bunga, dan biji nimba sesuai dengan kebutuhan.

b. Semua bahan pestisida nabati tersebut dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar
matahari atau dengan menggunakan oven.

c. Bahan kering ditumbuk hingga halus.

d. Hasil penumbukan disaring dengan menggunakan kain penyaring. Hasil
penyaringan ditampung dalam wadah.

e. Tepung nimba siap diaplikasikan. Jika tidak segera digunakan, tepung
nimba dapat disimpan selama satu tahun tanpa kehilangan daya bunuhnya
terhadap serangga.

Cara penggunaan atau aplikasi bentuk pestisida nimba dengan menggunakan Ekstrak Cair adalah sebagai berikut:

a. Larutan ekstrak nimba disaring dengan menggunakan kain kassa atau
kain belacu untuk menghindari hambatan oleh kotoran pada saat penyemprotan.

b. Larutan ekstrak nimba dimasukkan ke dalam hand sprayer sesuai dengan
kapasitasnya.

c. Selanjutnya, larutan ekstrak disemprotkan setiap serangan hama.pestisida organik
http://petanitangguh.blogspot.com/