Showing posts with label pupuk organik. Show all posts
Showing posts with label pupuk organik. Show all posts
Manfaat Pupuk Organik NASA Bagi Tanaman Yang Perlu Anda Ketahui

Manfaat Pupuk Organik NASA Bagi Tanaman Yang Perlu Anda Ketahui

February 02, 2018


Dasar Pertanian - Pupuk Nasa adalah salah satu jenis pupuk organik yang di produksi oleh PT Natural Nusantara (NASA). Di kalangan para petani, pupuk NASA ini sudah tidak asing lagi terdengar, bahkan banyak diantara mereka yang telah menggunakan pupuk organik NASA ini. Jenis-jenis pupuk NASA ini juga banyak sekali, namun pada kesempatan kali ini admin hanya akan memberikan sedikit review tentang
Cara Sederhana Membuat Pupuk POC Dari Buah Pisang

Cara Sederhana Membuat Pupuk POC Dari Buah Pisang

January 13, 2018


Dasar Pertanian - Pupuk merupakan sumber nutrisi penting bagi tanaman yang harus dipenuhi secara teratur. Tanaman yang baik dan berkualitas sudah pasti tidak terlepas dari yang namanya pupuk ini. Baik pupuk organik maupun pupuk anorganik. Jika anda menginginkan lingkungan tetap terjaga dengan baik, maka alangkah baiknya jika anda menggunakan pupuk organik. Pupuk organik juga memiliki banyak

Jual Bokashi Kotoran Ayam Petelur

July 27, 2016
Selain Bokashi dari kotoran kambing dan sapi kami juga menyediakan bokashi dari kotoran ayam petelur, bokashi dari kotoran ayam sangat cocok untuk tanaman hortikultura semacam kentang, wortel, dan umbi-umbi lainnya, untuk tanaman jagung dan padi juga sangat disarankan, seperti mengutip penelitian Widodo (2008:05) , pupuk kandang / kotoran ternak ayam adalah sangat kaya kandungan nitrogen organik untuk menyuburkan tanah, selain itu tahi ayam mempunyai peranan yang cukup penting untuk memperbaiki sifat biologis,fisik dan kimia pada tanah pertanian secara alami. Berkat kerja keras mikroba pengurai di dalam tanah, kotoran ayam yang telah di proses menjadi BOKASHI akan mengalami penguraian secara alamiah baik unsur hara Makro & Mikro oleh organisme menjadi bahan organik tanah - Sumber makanan tanaman untuk tumbuh kembang.


Selain mensupplai berbagai unsur hara makro & mikro seperti di atas kotoran ayam memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah. Dan kelebihan lain dari menggunakan pupuk bokashi yang terbuat dari tahi ayam dapat membentuk senyawa kompleks yang bereaksi dengan ion logam. Karena kemampuan membentuk senyawa kompleks bokashi kotoran ternak ayam , ia mampu menyingkirkan dan mengurangi ion-ion logam yang berpotensi menghambat penyediaan unsur hara seperti Al, Fe dan Mn atau ion logam yang meracuni tanaman.

Harga bokashi kotoran ayam:
Rp. 30.000/sak
Sak yang digunakan sak bekas ukuran 50kg
Harga belum ongkos kirim...
kami tidak menjual dalam ukuran berat karena bokashi semakin lama disimpan akan semakin ringan bobotnya...


Jual Pupuk Kompos (Bokashi)

June 02, 2016
Kami juga menjual pupuk kompos yang terbuat dari kotoran sapi dan kotoran kambing etawa, yang dicampur bahan lainnya seperti : sekam, emput sengon, kapur pertanian, dedak dan dekomposer yang berkualitas. kandungan bakteri atau mikroba dalam dekomposer diantaranya Azotobacter sp. Azospirillium sp. Pseudomonas sp. Lactobacillius sp. Rhizobium sp. dan Streptomyces sp

Harga Pupuk Kompos Kotoran Sapi : Rp. 450/kg
Harga Pupuk Kompos Kotoran Kambing : Rp. 37.500/sak (kadar air 18 - 24 %)
Karena daya penyusutan kadar air pada pupuk kompos kotoran kambing sangat besar maka kami menjualnya dalam ukuran volume (sak ukuran 50 kg) bukan dalam ukuran berat.
Pemesanan:

  1. Minimal order 1 minggu
  2. Membayar uang muka 50% sisanya dibayar setelah barang sampai ditempat pembeli
  3. Harga di atas belum termasuk ongkos kirim
  4. Pemesanan bisa melalui email: kushaeri@gmail.com atau Telp - WA 085334956555
Rekening Bank
1. BRI  No Rek. 0021 01 029949 50 4 atas nama Kushaeri

2. Bank Mandiri Norek 1430099565556 atas nama Kushaeri

Pengiriman Pupuk Kompos Ke Jawa Tengah

Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos












Jual Pupuk Kompos (Bokashi)

June 02, 2016
Kami juga menjual pupuk kompos yang terbuat dari kotoran sapi dan kotoran kambing etawa, yang dicampur bahan lainnya seperti : sekam, emput sengon, kapur pertanian, dedak dan dekomposer yang berkualitas. kandungan bakteri atau mikroba dalam dekomposer diantaranya Azotobacter sp. Azospirillium sp. Pseudomonas sp. Lactobacillius sp. Rhizobium sp. dan Streptomyces sp

Harga Pupuk Kompos Kotoran Sapi : Rp. 450/kg
Harga Pupuk Kompos Kotoran Kambing : Rp. 37.500/sak (kadar air 18 - 24 %)
Karena daya penyusutan kadar air pada pupuk kompos kotoran kambing sangat besar maka kami menjualnya dalam ukuran volume (sak ukuran 50 kg) bukan dalam ukuran berat.
Pemesanan:

  1. Minimal order 1 minggu
  2. Membayar uang muka 50% sisanya dibayar setelah barang sampai ditempat pembeli
  3. Harga di atas belum termasuk ongkos kirim
  4. Pemesanan bisa melalui email: kushaeri@gmail.com atau Telp - WA 085334956555
Rekening Bank
1. BRI  No Rek. 0021 01 029949 50 4 atas nama Kushaeri

2. Bank Mandiri Norek 1430099565556 atas nama Kushaeri

Pengiriman Pupuk Kompos Ke Jawa Tengah

Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos












Membuka Usaha Pembuatan Komposter dan Pupuk Cair

April 26, 2016
membuka usaha pembuatan komposter dan pupuk cair

A. Usaha Pembuatan Komposter

a. Asumsi Usaha Pembuatan Komposter

  • Biaya investasi meliputi pembelian peralatan yang digunakan untuk membuat komposter, seperti gunting, bor, mata bor, dan meteran.
  • Seluruh input yang digunakan untuk membuat komposter dianggap sebagai biaya produksi. Estimasi penyusutan peralatan diasumsikan Rp10.000/hari.
  • Biaya produksi dihitung selama satu hari. Dalam satu hari diestimasikan membuat komposter sebanyak 2 buah.
  • Asumsi harga jual komposter ukuran 20 liter Rp150.000 per buah. Namun, penjual umumnya menawarkan produk komposter dalam satu paket yang terdiri dari komposter 20 liter, bioktivator 1 liter, dan sprayer ukuran 2 liter dengan harga Rp200.000.

b. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Komposter

Komponen
Satuan
Biaya Satuan (Rp)
Jumlah biaya (Rp)
Gunting 1 buah
5.000
5.000
Bor 1 buah
250.000
250.000
Meteran 1 buah
25.000
25.000
Mata bor 1 buah
5.000
5.000
Total Biaya Investasi
285.000

c. Biaya Produksi Usaha Pembuatan Komposter

Komponen
Satuan
Biaya Satuan (Rp)
Jumlah Biaya (Rp)
Tong plastik bekas ukuran 20 liter
2 buah
30.000
60.000
Pipa paralon ukuran 1 inchi 1 batang
25.000
25.000
Kasa plastik 1 meter
10.000
10.000
Keran plastik 2 buah
5.000
10.000
Lem paralon 1 buah
5.000
5.000
Sambungan T ukuran 1 inchi 4 buah
5.000
20.000
Penyusutan peralatan - -
10.000
Total Biaya Produksi untuk Dua Buah Komposter
140.000

d. Pendapatan dan Keuntungan Usaha Pembuatan Komposter

Pendapatan 1 hari  = Jumlah produksi x harga jual komposter
                                = 2 buah x Rp150.000/buah = Rp300.000
Keuntungan 1 hari = Pendapatan - Biaya Produksi
                                = Rp300.000 - Rp140.000 = Rp160.000
Jika diasumsikan hari kerja dalam satu bulan sebanyak 24 hari, keuntungan yang diperoleh selama satu bulan mencapai Rp3.840.000

e. Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Komposter

1. Return of Investment (ROI)
ROI   =  Total Pendapatan    x 100%
              Total Biaya Investasi
ROI   =  Rp300.000  x 100%
               Rp285.000
ROI   =  105,26%
Artinya, usaha ini menghasilkan pendapatan 105,26% dari total biaya investasi yang dikeluarkan.

B. Usaha Pembuatan Pupuk Cair

a. Asumsi Usaha Pembuatan Pupuk Cair

  • Biaya investasi meliputi pembelian peralatan yang digunakan untuk membuat kompos cair, yaitu satu paket komposter, gunting atau pisau, wadah, dan alat pengaduk. Penyusutan seluruh peralatan diestimasikan Rp20.000/bulan.
  • Komposter dibeli dalam satu paket yang terdiri dari komposter 20 liter, bioktivator 1 liter, dan sprayer ukuran 2 liter dengan harga Rp200.000.
  • Bioaktivator yang digunakan untuk membuat pupuk cair setiap bulan sebanyak 10—20 ml. Biaya penggunaannya per bulan sudah dimasukkan ke dalam perhitungan penyusutan peralatan.
  • Bahan baku pupuk cair diasumsikan membutuhkan 5 kg sampah yang diperoleh secara gratis dari limbah rumah tangga atau limbah pasar. Namun, ongkos memilah sampah organik dan ongkos pemotongan atau perajangan dimasukkan ke dalam biaya produksi.
  • Biaya produksi, pendapatan, dan keuntungan dihitung dalam satu bulan.
  • Dalam satu bulan diasumsikan membuat pupuk cair sebanyak dua liter. Namun kenyataan di lapangan, produksi lindi pada bulan berikutnya umumnya meningkat.
  • Harga jual pupuk cair Rp20.000 per liter.

b. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Pupuk Cair

Komponen
Satuan
Biaya Satuan (Rp)
Jumlah biaya (Rp)
Komposter,bioaktivator, dan sprayer 1 paket
200.000
200.000
Gunting atau Pisau 1 buah
5.000
5.000
Wadah 1 buah
10.000
10.000
Alat pengaduk 1 buah
10.000
10.000
Total Biaya Investasi
225.000

c. Biaya Produksi Usaha Pembuatan Pupuk Cair

Komponen
Satuan
Biaya Satuan (Rp)
Jumlah Biaya (Rp)
Ongkos pemisahan 5 kg sampah organik
1 paket
3.000
3.000
Ongkos perajangan 5 kg sampah
1 paket
1.000
1.000
Air
1 liter
2.000
2.000
Penyusutan peralatan
-
-
20.000
Jumlah
26.000

d. Pendapatan dan Keuntungan Usaha Pembuatan Pupuk Cair

Pendapatan   = Jumlah produksi x harga jual pupuk cair
                      = 2 liter x Rp20.000/liter = Rp40.000
Keuntungan  = Pendapatan - Biaya Produksi
                      = Rp40.000 - Rp26.000 = Rp14.000
Perhitungan ini berlaku untuk pengolahan sampah di rumah sendiri. Jika dilakukan program secara bersama dalam satu RT atau RW, pupuk cair yang dihasilkan bisa lebih banyak. Otomatis, jika kapasitas produksi banyak, keuntungan pun semakin bertambah.

e. Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Pupuk Cair

Return of Investment (ROI)
ROI  =  Total Pendapatan   x  100%
              Total Biaya Investasi
ROI  =   Rp40.000  x 100%
               Rp225.000
ROI  =   17,78%
Artinya, usaha ini menghasilkan pendapatan 17,78% dari total biaya investasi yang dikeluarkan.

Keunggulan dan Manfaat Pupuk Organik Cair

April 26, 2016
keunggulan dan manfaat pupuk organik cair

Kelebihan penggunaan pupuk organik di antaranya menyehatkan lingkungan, memperbaiki struktur tanah, menekan biaya produksi, dan meningkatkan produktivitas tanaman. Berikut ini kami jelaskan secaran lengkap manfaat dan keunggulan pupuk organik.

A. Menyehatkan Lingkungan

Sebagai materi akhir atau sisa suatu proses, sampah biasa- nya diatasi dengan mengangkutnya dari tempat sampah di permukiman dan membuangnya ke tempat pembuangan sampah akhir atau membakarnya. Padahal, jika dilihat dari jumlah penduduk yang terus meningkat, perubahan tingkat pola konsumsi, pola penyediaan kebutuhan hidup, serta iklim dan musim, cara seperti itu kurang mampu mengatasi masalah sampah. Pasalnya, sampah yang dihasilkan setiap hari terus meningkat dan berisiko menimbulkan banyak masalah.
Satu-satunya cara menangani sampah yang efektif dan efisien adalah dengan mendaur ulang. Sampah non- organik bisa didaur ulang menjadi biji plastik. Sementara itu, sampah organik bisa diolah lagi menjadi kompos atau pupuk organik. Daur ulang sampah organik menjadi pupuk tidak hanya dapat menyuburkan tanaman, tetapi juga turut menyehatkan lingkungan. Selain itu, penggunaan pupuk organik juga tidak meninggalkan residu pada tanaman sehingga aman untuk dikonsumsi.
manfaat pupuk organik bagi lingkungan

B. Revitalisasi Produktivitas Tanah

Pada dasarnya, penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus hingga pada tahap tertentu ternyata dapat berakibat buruk bagi kondisi hara tanah. Pupuk anorganik akan terakumulasi di dalam tanah dan menyebabkan kekahatan (kekurangan) hara. Tanah yang sering diberi pupuk anorganik lama-kelamaan dapat menjadi keras sehingga menjadi sulit untuk diolah dan mengganggu pertumbuhan tanaman.
Karena itu, pemanfaatan pupuk organik untuk tanah sangat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan permeabilitas tanah, dan mengurangi ketergantungan lahan pada pupuk anorganik. Selain itu, pupuk organik juga berperan sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme tanah. Efek positifnya, dapat meningkatkan jumlah dan aktivitas mikroorganisme tanah sehingga tanah menjadi gembur dan mudah menyerap air.

Pupuk Organik

Pupuk organik membantu proses pertumbuhan dengan prinsip kerja holistik yaitu membantu kebutuhan fisik, kimia, dan biologi tanah.
Fisik
  1. Menggemburkan tanah
  2. Memperbaiki aerasi dan drainase
  3. Meningkatkan pengikatan antar-partikel
  4. Meningkatkan kapasitas mengikat
  5. Mencegah erosi dan longsor
  6. Merevitalisasi daya olah tanah
Kimia
  1. Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK)
  2. Meningkatkan ketersediaan unsur hara
  3. Meningkatkan proses pelapukan bahan mineral
Biologi Menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme tanah seperti fungi, bakteri, serta mikroorganisme menguntungkan lainnya, sehingga perkem- bangannya lebih cepat.

C. Menekan Biaya

biaya produksi pupuk organik
Tidak dapat dipungkiri, para petani umumnya lebih sering menggunakan pupuk anorganik dibandingkan dengan pupuk organik. Menurut mereka, penggunaan pupuk anorganik lebih praktis dari pupuk organik. Selain itu, hasilnya juga lebih cepat dilihat.
Pada akhirnya, petani menjadi ketergantungan dengan pupuk anorganik. Padahal harga dan ketersediaannya di pasaran cenderung berfluktuatif. Pada saat ketersediaan pupuk anorganik sulit ditemukan di pasar, harganya pun menjadi mahal. Namun, para petani terpaksa tetap membelinya karena sudah terbiasa dengan pupuk tersebut. Kondisi seperti ini akan sangat memberatkan beban petani.
Karena itu, diperlukan sosialisasi yang berkesinambungan untuk memperkenalkan petani tentang keunggulan dan keuntungan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk anorganik. Selain itu, harga pupuk organik di pasaran biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga pupuk anorganik. Karena itu, penggunaan pupuk organik dapat menekan biaya operasional dan juga meningkatkan hasil panennya.

D. Meningkatkan Kualitas Produk

manfaat pupuk organik untuk tanaman
Pada dasarnya, tanaman yang diberikan pupuk organik bisa lebih berkualitas. Tanaman sayuran yang dipupuk dengan pupuk organik akan lebih segar dan enak, serta daya simpannya lebih lama. Misalnya, wortel organik bisa disimpan selama 3—4 minggu, sedangkan wortel non- organik hanya tahan disimpan 1—2 minggu. Kubis organik bisa tahan disimpan sampai satu minggu, sedangkan kubis non-organik hanya bertahan kurang dari seminggu. Selain tahan lebih lama, kubis organik juga memiliki bobot yang
lebih berat dibandingkan dengan kubis non-organik, yakni sekitar 2 kg/buah. Sementara itu, selada organik bisa tahan disimpan selama tujuh hari, sedangkan selada anorganik hanya tahan disimpan dua hari.
Tanaman buah pun kualitasnya menjadi lebih baik dengan pupuk organik. Tanaman salak yang dipupuk menggunakan pupuk organik dapat menghasilkan buah yang rasanya lebih manis. Selain itu, daya fruitset atau persentase bunga yang menjadi buah jauh lebih banyak. Begitu pula makanan yang diolah dari bahan organik pun daya simpannya lebih tahan lama. Nasi yang diolah dari beras organik bisa tahan selama 24 jam tanpa dimasukkan ke dalam alat pemanas elektrik (rice cooker), sedangkan nasi dari beras anorganik hanya tahan disimpan selama 12 jam. Secara umum keunggulan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk anorganik dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel berbagai keunggulan pupuk organik dan anorganik
Jenis Pupuk
Keunggulannya
Pupuk Organik
  1. Mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap, tetapi jumlahnya sedikit.
  2. Dapat memperbaiki struktur tanah, sehingga tanah menjadi gembur.
  3. Memiliki daya simpan air (water holding capasity) yang tinggi.
  4. Beberapa tanaman yang dipupuk dengan pupuk organik lebih tahan terhadap serangan penyakit.
  5. Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan.
  6. Memiliki residual effect yang positif, sehingga tanaman yang ditanam pada musim berikutnya tetap bagus pertumbuhan dan produktivitasnya.
Pupuk Anorganik
  1. Hanya mengandung satu atau beberapa unsur hara, tetapi dalam jumlah banyak.
  2. Tidak dapat memperbaiki struktur tanah, justru penggunaannyadalamjangkawaktu lama menyebabkan fisik tanah menjadi keras.
  3. Dapat membuat tanaman rentan terhadap penyakit.
  4. Pupuk anorganik mudah menguap dan tercuci. Karena itu, pengaplikasian yang tidak tepat akan sia-sia karena unsur hara yang ada hilang akibat menguap atau tercuci air.

Cara Membuat Komposter Pupuk Organik

April 26, 2016

cara membuat komposter pupuk organik
Tingginya tumpukan sampah di berbagai tempat dapat disebabkan belum adanya pengelolaan dan pemisahan sampah dari masyarakat. Tidak banyak warga yang menggunakan tempat sampah yang berbeda fungsi untuk memisahkan berbagai jenis sampah. Misalnya, menggunakan tong sampah biru untuk sampah basah (organik) dan tong sampah oranye untuk sampah kering (non-organik).
Masyarakat sebenarnya dapat berperan serta mengurangi efek negatif sampah dengan memisahkan sampah organik dan non-organik yang dimulai dari dalam rumah. Pengolahan sampah sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan sesuatu yang lebih bermanfaat. Sampah kering dapat didaur ulang menjadi berbagai macam kerajinan. Sementara itu, sampah basah dapat dimanfaatkan menjadi kompos dan pupuk cair. Pupuk cair memiliki berbagai manfaat. Selain untuk pupuk, pupuk cair juga bisa menjadi aktivator untuk pembuatan kompos.

A. Apa itu Komposter?

Komposter merupakan suatu alat yang digunakan untuk membuat pupuk cair. Komposter dapat berupa tong sampah plastik atau kotak semen yang biasanya diletakkan di dalam atau di luar ruangan. Secara sederhana, komposter dapat dibuat sendiri menggunakan tong plastik bekas yang dimodifikasi.
Ukuran komposter dapat disesuaikan dengan skala limbah. Untuk skala limbah keluarga kecil dapat menggunakan komposter berukuran 20—200 liter. Sementara itu, untuk skala besar seperti limbah rumah makan atau rumah sakit dapat menggunakan komposter berukuran 200 liter.
Komposter memiliki instalasi untuk sirkulasi udara di dalamnya sehingga dapat membantu proses pengomposan aerob dan mempercepat proses penguraian sampah. Selain itu, komposter juga mampu menjaga kelembapan dan suhu sehingga bakteri dan jasad renik dapat bekerja mengurai bahan organik secara optimal. Komposter juga memungkinkan aliran lindi terpisah dari material padat sehingga memudahkan untuk mendapatkan pupuk cair.
Bersama dengan aktivator kompos seperti organik dekomposer, EM, dan Green Phoskko, sampah sisa rumah tangga dapat diubah menjadi kompos hanya dalam waktu 10—12 hari. Khusus untuk pembuatan pupuk cair dari limbah organik rumah tangga ini perlu digunakan bio- aktivator, seperti Propuri. Fungsi Propuri memang sama dengan aktivator lainnya, tetapi sedikit lebih praktis dalam penggunaannya. Untuk memperoleh Propuri, Anda bisa menghubung penulis. Berikut langkah-langkah membuat komposter skala rumah tangga dengan ukuran 20 liter.

B. Alat dan Bahan Membuat Komposter

a. Alat

- Gergaji        - Bor
- Meteran       - Cutter
- Pensil          - Gunting
- Lem paralon
alat membuat komposter pupuk organik

b. Bahan

— 1 buah tong plastik ukuran 20 liter
— 2 buah pipa paralon dengan panjang 14 cm dan diameter 1 inch
— 2 buah pipa paralon dengan panjang 10 cm dan diameter 1 inch
— 1 buah pipa paralon dengan panjang 9 cm dan diameter 1 inch
— 2 buah pipa paralon dengan panjang 1 cm dan diameter 1 inch
— 2 buah sambungan pipa berbentuk T
— 1 buah keran plastik
— Kasa plastik secukupnya
bahan membuat komposter pupuk organik

C. Cara Membuat Komposter Pupuk Organik

a. Persiapan Pembuatan

  • Buat dua lubang di sisi kanan dan kiri tong menggunakan bor. Untuk tong berukuran 20 liter, lubang berada di ketinggian 28 cm dari alas tong. Diameter lubang harus sama dengan diameter pipa paralon. Kedua lubang ini berfungsi sebagai lubang udara.
  • Buat satu lubang lagi di antara kedua lubang tong yang telah dibuat, posisi lubang ketiga ini harus lebih rendah dari lubang sebelumnya atau sekitar 10 cm dari alas tong.
  • Untuk pipa, potong-potong pipa berdiameter 1 inch sesuai ukuran yang diinginkan. Buat lubang-lubang kecil di badan pipa paralon 14 cm dan pipa paralon 10 cm. Bungkus badan pipa yang berlubang tersebut dengan kasa plastik, hingga tertutup rapi.
    melubangi tangki pembuatan komposter pupuk organik


b. Instalasi Komposter

  • Pasang keran plastik ke dalam lubang yang paling bawah (terletak di ketinggian 10 cm dari alas tong). Selalu gunakan seal yang telah tersedia agar tidak terjadi kebocoran. Kencangkan ulir keran plastik.
  • Untuk pipa, sambungkan pipa 9 cm dan kedua pipa 10 cm ke dalam sambungan T. Instalasi ini tidak perlu diberi perekat atau lem untuk memudahkan pelepasan apabila sewaktu-waktu terjadi kebocoran.
  • Tempatkan instalasi tersebut ke dalam komposter dengan salah satu pipa 10 cm mengarah ke lubang yang telah dipasangi keran plastik. Jadi, pipa 9 cm mengarah ke bawah dan pipa 10 cm lainnya mengarah ke atas.
  • Rangkai instalasi udara dengan menempatkan kedua pipa 14 cm ke dalam lubang bagian atas (terletak di ketinggian 28 cm dari alas tong).
  • Pasangkan sambungan T untuk setiap ujung pipa yang bertemu (antara kedua pipa 14 cm dan pipa 10 cm).
  • Tutup kedua ujung pipa yang mencuat keluar sekitar 3 cm menggunakan kasa plastik. Potong kasa plastik membentuk lingkaran dengan diameter sekitar 1 cm lebih panjang dari diameter pipa.
  • Terakhir, tempelkan kasa lalu beri lem perekat di sekitar ujung pipa. Atur hingga tertutup rapi dengan penutup pipa. Gunting bagian kasa yang paling luar.
    instalasi tangki pembuatan komposter pupuk organik

    Penting!

    Komposter skala rumah tangga ini dirancang dengan bentuk yang praktis untuk diletakkan di dalam ruangan. Namun, bau tidak sedap dari gas metan yang dihasilkan selama proses pembusukan bisa mengganggu kenyamanan lingkungan di dalam ruangan atau rumah.Karena itu, satu lubang udara komposter sebaiknya disambungkan lagi dengan pipa paralon yang dipasang menuju arah luar ruangan sehingga bau tidak sedap tadi bisa langsung "terlepas" ke udara bebas.


Apa Saja Kandungan Pupuk Organik yang Menyuburkan?

April 26, 2016

kandungan pupuk organik
Kesuburan tanah secara alami bergantung pada unsur-unsur kimia yang tersedia di alam. Unsur-unsur kimia alami yang terangkai menjadi bahan organik merupakan bahan penting dalam membantu menciptakan kesuburan tanah. Bahan organik tanah memiliki banyak kegunaan, di antaranya mempertahankan struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah untuk menyimpan dan mendistribusikan air dan udara di dalam tanah, serta memberikan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman dan organisme di dalam tanah. Kandungan bahan organik tanah sangat dipengaruhi oleh tekstur iklim dan pengairan lingkungan.
Bahan organik yang ditransformasi menjadi pupuk sangat berperan untuk perbaikan sifat fisik dan kimia tanah. Pengaruhnya bagi sifat fisik tanah ditunjukkan dengan kemampuannya dalam merangsang granulasi, menurunkan plastisitas dan kohesi, serta meningkatkan kemampuan menahan air. Pada sifat kimia tanah, peran bahan organik adalah mem- bantu menyediakan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, belerang, dan kation. Walaupun bisa membantu, pupuk organik bersifat bulky dengan kandungan hara makro dan mikronya relatif rendah sehingga dalam aplikasinya diperlukan dalam jumlah banyak. Mari kita bahas apa saja kandungan pupuk organik yang menyuburkan.

A. Unsur Hara Makro daalam Pupuk Organik

a. Nitrogen

Unsur nitrogen atau N merupakan unsur hara di dalam tanah yang sangat berperan bagi pertumbuhan tanaman. Transformasi nitrogen sangat kompleks. Lebih dari 98% unsur N di dalam tanah tidak tersedia untuk tanaman akibat terakumulasi di dalam bahan organik atau terjerat dalam mineral liat. Karena itu, penggunaan bahan organik yang sudah ditransformasi menjadi pupuk dapat membantu menyediakan N bagi tanaman.
Suplai unsur N melalui pemupukan sangat diperlukan karena N merupakan unsur yang paling banyak hilang dari lahan setelah dipanen. Pasalnya, tanaman yang kekurangan N akan terus mengecil, bahkan secara cepat berubah menjadi kuning karena N yang tersedia tidak cukup untuk membentuk protein dan klorofil. Selain itu, kekurangan klorofil akan menyebabkan berkurangnya kemampuan tanaman untuk memproduksi karbohidrat. Sementara itu, kekurangan protein dapat mempengaruhi pertumbuhan sel vegetatif. Padahal, protein berperan penting sebagai katalisator dan pengatur metabolisme.

b. Fosfor

Selain unsur N, bahan organik juga membantu menyediakan unsur fosfor atau P. Unsur P merupakan zat yang penting, tetapi biasanya selalu dalam keadaan kurang di dalam tanah. Unsur P sangat penting sebagai sumber energi. Karena itu, kekurangan unsur P dapat menghambat pertumbuhan maupun reaksi metabolisme tanaman
Sementara itu, kandungan fosfor pada tanaman membantu dalam pertumbuhan bunga, buah dan biji, serta mempercepat pematangan buah. Jika tanaman kekurangan unsur ini biasanya menyebabkan mengecilnya daun dan batang, perubahan warna daun menjadi hijau tua keabu-abuan, mengilat, dan terlihat pigmen merah di daun bagian bawah. Selain itu, pembentukan bunga terhambat dan produksi buah atau bijinya kecil. Kondisi tersebut lama- kelamaan menyebabkan tanaman mati.

c.  Kalsium

Penyerapan air sangat dibantu oleh kalsium. Kalsium juga berperan dalam mengaktifkan pembentukan bulu-bulu akar dan biji serta menguatkan batang. Kalsium bisa digunakan untuk menetralkan kondisi senyawa dan kondisi tanah yang merugikan. Kekurangan unsur ini dapat menghambat pertumbuhan pucuk, ranting, dan batang tanaman. Bahkan, jika kekurangannya parah, ujung akar dan akar rambut akan mati sehingga pada akhirnya tanaman mati.

d.  Kalium

Kalium berfungsi dalam pembentukan protein dan karbohidrat. Selain itu, unsur ini juga berperan penting dalam pembentukan antibodi tanaman untuk melawan penyakit. Ciri fisik tanaman yang kekurangan kalium yaitu daun tampak keriting dan mengilap. Lama-kelamaan, daun akan menguning di bagian pucuk dan pinggirnya. Bagian antara jari-jari daun juga menguning. Sementara itu, jari- jarinya tetap hijau. Ciri fisik lain kekurangan unsur ini adalah tangkai daun menjadi lemah sehingga mudah terkulai dan kulit biji keriput.

e.  Belerang

Belerang merupakan unsur penting kedua setelah nitrogen dalam pembentukan asam amino. Unsur ini juga membantu proses pertumbuhan lainnya, seperti pembentukan bintil akar, pertumbuhan tunas, dan pembentukan hijau daun (klorofil). Tanaman yang kekurangan unsur ini yaitu daun mudanya mengilap agak keputihan, selanjutnya akan berubah menjadi kuning hijau. Pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Bahkan, tanaman akan kerdil, kurus, dan batangnya pendek.

B. Unsur Hara Mikro dalam Pupuk Organik

unsur hara pupuk organik
Unsur hara mikro merupakan unsur-unsur kimia alam yang juga berperan dalam proses pertumbuhan tanaman. Unsur ini memang hanya diperlukan tanaman dalam jumlah yang sedikit, tetapi kekurangan unsur ini tidak bisa digantikan oleh unsur lainnya.
Unsur hara mikro di antaranya klor (Cl). Klor bermanfaat untuk membantu meningkatkan atau memperbaiki kualitas dan kuantitas produksi tanaman. Selain itu, terdapat unsur besi atau ferum yang berperan dalam proses fisiologis tanaman, seperti proses pernapasan dan pembentukan zat hijau daun (klorofil). Unsur mikro lain yang diperlukan tanaman di antaranya mangan, boron, kobal, iodium, seng, selenium, molibdenum, flour, dan tembaga. Kadar dari kandungan unsur hara pupuk organik pun telah diberikan standar oleh bank dunia.

Tabel 1. Standar kualitas pupuk organik menurut bank dunia, internasional, PT Pusri, dan pasar

Parameter Kualitas
Satuan
Standar Kualitas
Bank
Dunia
Internasional
PT
Pusri
Pasar
Kadar air % berat kering < 45 < 25 - < 20
Kualitas Kadar humus Dimensionless - < 40
Fisik pH Dimensionless - ± 7,5 - ± 7,5
Bau Dimensionless - Bau tanah -
Bau tanah
Nitrogen % berat kering - - > 2,12 > 2.30
Fosfor % berat kering - > 6,00 > 1,30 > 1,60
Kalsium % berat kering - - > 0,97 > 1,00
Kadar Kalium % berat kering - - > 2,00 > 2,40
Unsur Magnesium % berat kering - - > 3,19 > 3,25
Hara Belerang % berat kering - - > 0,01 > 0,02
Molibdenum % berat kering - - > 0,05 > 0,10
Boron % berat kering - - > 0.09 > 0,10
C/N ratio Dimensionless < 20 < 20 - -
Parameter Kualitas
Satuan
Standar Kualitas
Bank
Dunia
Internasional
PT Pusri
Pasar
Kadar
Logam
Berat
Arsenic mg/kg berat kering -
< 10
< 10
Cadmium mg/kg berat kering < 3 - < 3
Chromium mg/kg berat kering < 45
< 45
< 45
Tembaga mg/kg berat kering < 150 < 150 - < 150
Merkuri mg/kg berat kering < 1 - < 1
Nikel mg/kg berat kering -
< 50
<50
Timbal mg/kg berat kering < 150 < 150 < 150
Seng mg/kg berat kering < 400 < 400 - < 400
Kualitas
Biologi
Koliform MPN/g - < 1.000 - -
Salmonella sp. MPN/g - < 3 - -

Tabel 2. Standar kualitas pupuk organik menurut Kementerian Pertanian

No.
Parameter
Satuan
Kandungan
1.
C-organik % Padat Cair
2.
C/N rasio % Minimum 15 12-25
3.
Bahan ikutan (kerikil, beling, pasir) % Maksimum 2 -
4. Kadar air ppm Minimum 20 Maksimum 35
5.
Kadar logam berat
Pb
Cd
Hg
As
ppm
ppm
ppm
ppm
< 100 < 20 < 2 < 20 < 100 < 20 < 2 < 20
6. pH 4-8 4-8
7.
Kadar total (N+P2O5+K2O) % Dicantumkan Dicantumkan
8. Mikroba Patogen (E.coli, Salmonella sp.) sel/ml Dicantumkan Dicantumkan
9.
Kadar unsur mikro (Zn, Cu,Fe, Co, Mn) ppm Dicantumkan Dicantumkan

Jual Pupuk Organik Granul Murah Berkualitas

March 07, 2016
Selain  menjual pupuk organik bokashi kami juga memproduksi Pupuk Organik Granul yang bermutu tinggi yang sudah memiliki Surat Ijin Edar dari Kementerian Pertanian RI, Pupuk Organik Granul bahannya berasal dari Bokashi dari bahan Kotoran Kambing Etawa, Kotoran Sapi, Cocopiet, Dekompresor dan bahan lainnya...

Harga Pupuk Organik Granul "Green Asri" = Rp. 850,-/kg
Kemasan = 50 Kg

Kami siap melayani pemesanan dalam jumlah partai juga melayani dukungan kepada rekanan yang mengikuti lelang pengadaan barang dan jasa pemerintah seluruh Indonesia

Harga diatas belum biaya ongkos kirim






Surat Ijin Edar dari Kementerian RI








Mengenal Jenis dan Macam Pupuk Organik

September 19, 2015
Melengkapi tulisan sebelumnya yaitu tentang Definisi Pupuk Organik, maka kali ini kami akn berbagi tentang jenis dan macam pupuk organik, sepeti yang kita ketahui bahwa pemakaian pupuk organik jauh lebih ramah lingkungan, tidak meninggalkan residu kimia seperti pupuk anorgnaik. Dan yang paling penting adalah hasil produksi pertanian dari hasil budidaya pertanian berbasis organik lebih sehat untuk dikonsumsi manusia, di bawah ini kami mencoba merangkum definisi jenis pupuk organik, walaupun tulisan sangat sederhana mudah-mudahn bisa bermanfaat...



Pupuk kandang
Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Hewan yang kotorannya sering digunakan untuk pupuk kandang adalah hewan yang bisa dipelihara oleh masyarakat, seperti kotoran kambing, sapi, domba, dan ayam. Selain berbentuk padat, pupuk kandang juga bisa berupa cair yang berasal dari air kencing (urine) hewan. Pupuk kandang mengandung unsur hara makro dan mikro.

Pupuk kandang padat (makro) banyak mengandung unsur fosfor, nitrogen, dan kalium. Unsur hara mikro yang terkandung dalam pupuk kandang di antaranya kalsium, magnesium, belerang, natrium, besi, tembaga, dan molibdenum. Kandungan nitrogen dalam urine hewan ternak tiga kali lebih besar dibandingkan dengan kandungan nitrogen dalam kotoran padat.

Khusus pupuk organik cair dari urine hewan kami menyediakan dengan harga yang cukup murah yaitu Rp.7.500/liter, bahan yang digunakan adalah dari urine kambing etawa yang mempunyai kadar N, P dan K lebih besar dari pada yang urine hewan lainnya yang di fermentasi selama 7 X 24 jam. tabel kandungan unsur hara kotoran dan urine bisa dilihat disini. Untuk pembelian di atas 500 liter kami akan memberikan harga khusus.

2. Pupuk hijau
Pupuk hijau adalah pupuk organik yang berasal dari tanaman atau berupa sisa panen. Bahan tanaman ini dapat dibenamkan pada waktu masih hijau atau setelah dikomposkan. Sumber pupuk hijau dapat berupa sisa-sisa tanaman (sisa panen) atau tanaman yang ditanam secara khusus sebagai penghasil pupuk hijau, seperti sisa–sisa tanaman, kacang-kacangan, dan tanaman paku air (Azolla).

Jenis tanaman yang dijadikan sumber pupuk hijau diutamakan dari jenis legume, karena tanaman ini mengandung hara yang relatif tinggi, terutama nitrogen dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. Tanaman legume juga relatif mudah terdekomposisi sehingga penyediaan haranya menjadi lebih cepat.

Pupuk hijau bermanfaat untuk meningkatkan kandungan bahan organik dan unsur hara di dalam tanah, sehingga terjadi perbaikan sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, yang selanjutnya berdampak pada peningkatan produktivitas tanah dan ketahanan tanah terhadap erosi.

Kompos
Kompos merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fermentasi. Jenis tanaman yang sering digunakan untuk kompos di antaranya jerami, sekam padi, tanaman pisang, gulma, sayuran yang busuk, sisa tanaman jagung, dan sabut kelapa.

Bahan dari ternak yang sering digunakan untuk kompos di antaranya kotoran ternak, urine, pakan ternak yang terbuang, dan cairan biogas. Tanaman air yang sering digunakan untuk kompos di antaranya ganggang biru, gulma air, eceng gondok, dan azola.

Humus
Humus adalah material organik yang berasal dari degradasi ataupun pelapukan daun-daunan dan ranting-ranting tanaman yang membusuk (mengalami dekomposisi) yang akhirnya mengubah humus menjadi (bunga tanah), dan kemudian menjadi tanah. Bahan baku untuk humus adalah dari daun ataupun ranting pohon yang berjatuhan, limbah pertanian dan peternakan, industri makanan, agro industri, kulit kayu, serbuk gergaji (abu kayu), kepingan kayu, endapan kotoran, sampah rumah tangga, dan limbah-limbah padat perkotaan.

Humus merupakan sumber makanan bagi tanaman, serta berperan baik bagi pembentukan dan menjaga struktur tanah. Senyawa humus juga berperan dalam pengikatan bahan kimia toksik dalam tanah dan air. Selain itu, humus dapat meningkatkan kapasitas kandungan air tanah, membantu dalam menahan pupuk anorganik larut-air, mencegah penggerusan tanah, menaikan aerasi tanah, dan juga dapat menaikkan fotokimia dekomposisi pestisida atau senyawa-senyawa organik toksik. Kandungan utama dari kompos adalah humus. Humus merupakan penentu akhir dari kualitas kesuburan tanah, jadi penggunaan humus sama halnya dengan penggunaan kompos.

Pupuk organik Bokashi
Pupuk organik bokashi adalah pupuk organik yang diproduksi secara profesional dengan menggunakan peralatan yang modern. Perpaduan dari beberapa bahan organik yang telah disebut di atas, sehingga mutu pupuk organik bokashi mencakup fungis dari masing-masing jenis pupuk di atas. Secara umum beberapa manfaat pupuk organik Bokashi, yaitu:
1. Meningkatkan kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
2. Meningkatkan produktivitas tanaman.
3. Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun.
4. Menggemburkan dan menyuburkan tanah.

Pada umumnya, pupuk organik Bokashi digunakan dengan cara menyebarkannya di sekeliling tanaman, sehingga terjadi peningkatan kandungan unsur hara secara efektif dan efisien bagi tanaman yang diberi pupuk organik tersebut

Untuk lebih jelasnya kami telah menulis secara rinci tentang pupuk organik bokashi disini

Definisi dan Pengertian Pupuk Organik

September 19, 2015
Pupuk adalah hara tanaman yang umumnya secara alami ada dalam tanah, atmosfer, dan dalam kotoran hewan. Pupuk memegang peranan penting dalam meningkatkan hasil tanaman, terutama pada tanah yang kandungan unsur haranya rendah.
Secara teori pupuk organik merupakan hasil akhir dari peruraian bagian-bagian atau sisa-sisa tanaman dan binatang (makhluk hidup) misalnya pupuk kandang, pupuk hijau, kompos, bungkil, guano, tepung tulang dan lain sebagainya. Pupuk organik mampu menggemburkan lapisan permukaan tanah (top soil), meningkatkan populasi jasad renik, mempertinggi daya serap dan daya simpan air, yang oleh karenanya kesuburan tanah menjadi meningkat.


Penggunaan pupuk organik memberikan manfaat meningkatkan ketersediaan anion-anion utama untuk pertumbuhan tanaman seperti nitrat, fosfat, sulfat, borat, dan klorida, meningkatkan ketersediaan hara mikro untuk kebutuhan tanaman, dan memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah.

Standar kualitas unsur makro pupuk organik berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian  No.28/SNI/Permentan/OT.140/2/2009 dapat di lihat pada tabel di bawah ini


Agar dapat disebut sebagai pupuk organik, pupuk yang dibuat dari bahan alami itu harus memenuhi berbagai persyaratan, diantaranya :

  1. Zat N atau zat lemasnya harus terdapat dalam bentuk senyawa organik yang dapat dengan mudah diserap oleh tanaman.
  2. Pupuk tersebut tidak meninggalkan sisa asam organik di dalam tanah.
  3. Pupuk tersebut mempunyai kadar senyawa C organik yang tinggi seperti hidrat arang.

Pupuk organik cair merupakan salah satu jenis pupuk yang banyak beredar di pasaran. Pupuk ogranik cair kebanyakan diaplikasikan melalui daun yang mengandung hara makro dan mikro esensial (N, P, K, S Ca, Mg, B, Mo, Cu, Fe, Mn, dan bahan organik). Pupuk organik cair mempunyai beberapa manfaat diantaranya dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun.


Tabel Kandungan Unsur Hara Urine Hewan

September 12, 2015
Pertanian dan peternakan keduanya adalah kesatuan yang hampir tidak bisa dilepaskan, keduanya saling membutuhkan, sebelum hadir mesin traktor petani memanfaatkan tenaga hewan untuk membajak tanahnya, begitu juga dengan kotoran padat hewan juga dimanfaatkan sebagai pupuk dan penyubur tanah, begitu juga hewan makanan satu-satunya adalah hasil pertanian baik itu pertanian yang sengaja difokuskan untuk kebutuhan hewan atau rumput dan dedaunan liar.

Nah kali ini kami akan membahas urine beberapa hewan yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif penyedia unsur hara makro dan mikro tumbuhan, selain itu jika kita memanfaatkan urine hewan secara maksimal akan memperoleh hasil pertanian yang bebas dari residu kimia, dan menjadikan lahan pertanian terbebas dari ketergantungan penggunaan pupuk kimia.


Pengelolaan  limbah urine yang kurang baik akan menjadi masalah serius lingkungan peternakan tersebut. Selain menimbulkan bau tak sedap, keberadaan urine ternak bisa mengganggu kesehatan masyarakat. Limbah urine  juga merangsang lalat dan nyamuk untuk datang dan berkembang biak di tempat timbunan limbah tersebut, akibatnya dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti disentri dan diare pada ternak itu sendiri, juga pada manusia yang berada di sekitar peternakan tersebut.

Urine merupakan salah satu limbah cair yang dapat ditemukan di tempat pemeliharaan hewan. Urine di bentuk di daerah ginjal setelah dieliminasi dari tubuh melalui saluran kencing (urineary) dan berasal dari metabolisme nitrogen dalam tubuh (urea, asam urat, dan keratin)serta 90 % urine terdiri dari air.Urine yang dihasilkan ternak dipengaruhi oleh makanan, aktivitas ternak, suhu eksternal, konsumsi air, musim dan lain sebagainya. Banyaknya feces dan urine yang dihasilkan adalah sebesar 10% dari berat ternak.

Agar urine hewan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk dan penyubur tanah terlebih dahulu melalui proses fermentasi, fermentasi adalah reaksi dengan menggunakan biokatalis untuk mengubah bahan baku menjadi produk. Proses fermentasi dilakukan dalam media fermentasi yang disebut bioreaktor atau fermentor. Umpan yang masuk dalam fermentor disebut substrat. Substrat utama adalah sumber karbon yag diguankan oleh mikroorganisme untuk memberikan energi untuk pertumbuhan dan dan produksi produk akhir. Mikroorganisme juga membutuhkan nutrient lainnya. Fermentasi dengan menggunakan bakteri anaerobik dilakukan dengan tidak adanya udara. Mikroorgainsme ini mendapatkan oksigen dari bahan substrat yang memiliki ikatan kimia dengan oksigen.

Cara fermentasi Urine Hewan
alat yang perlu disiapkan adalah tong plastik atau wadah lainnya yang terbuat dari plastik (bukan logam) yang bisa ditutup rapat, bahan yang perlu disiapkan adalah urine itu sendiri, bakteri pengurai (probiotik) yang bisa anda dapatkan di toko-toko pertanian seperti em4, SOT, Rotan dan lain-lainnya, gula merah (gula kelapa atau gula aren).

bakteri pengurai dicampurkan dengan gulam merah yang telah didihkan dengan air (tunggu sampai dingin, karena ada beberapa bahteri yang mati jika pada suhu panas), masukkan ke dalam tong bersamaan dengan urine hewan, dosis tergantung jenis dan merk bakteri pengurai, secara umum 1 liter bakteri pengurai (probiotik) dengan 30 liter urine. Proses fermentasi membutuhkan waktu 2 minggu untuk mendapatkan hasil maksimal.

Dibawah ini Tabel kandungan unsur hara hewan


Selain hewan yang tercatum di atas urine dari kelinci perlu anda pertimbangkan karena urine kelinci mempunyai kandungan unsur hara makro rata-rata (N) 2,72% , (P) 1,1%, dan (K) 0,5% dan kandungan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan urine hewan yang lain seperti Sapi, Kambing , Domba, Kuda dan babi

Perbedaan Pupuk Organik Dengan Anorganik

August 23, 2014
Perbedaan Pupuk Organik dengan Pupuk Anorganik - Penggunaan pupuk sangat penting bagi tanaman, pupuk adalah sebagai perangsang pertumbuhan akar, batang dan daun, bisa meningkatkan mutu dan jumlah hasil tanaman, dan lain sebagainya, sehingga bisa dikatakan bahwa pupuk sangat penting sekali untuk tanaman. (Untuk lebih lengkap Fungsi Pupuk untuk tanaman bisa dilihat di Fungsi Pupuk)

Menurut komposisi pembuatannya pupuk dibedakan dengan 2 jenis, Pupuk organik dengan pupuk an-organik. 

perbedaan pupuk organik dengan anorganik
perbedaan pupuk organik dan an organik

Perbedaan Pupuk Organik dengan An Organik


Pupuk Organik

Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik, bahan alami, yaitu yang terbuat dari pelapukan organisme tumbuhan atau hewan, biasanya, pupuk ini berasal dari bahan kompos, pupuk kandang, daun-daun yang membusuk, sekam, dan bahan-bahan lain yang terbebas dari bahan kimia aktif.

Ada beberapa jenis pupuk orgnanik, diantaranya pupuk kompos, bokashi, pupuk hijau, pupuk daun, pupuk saresah, dan pupuk cair organik, bisa dilihat di jenis-jenis pupuk organik

Pupuk An Organik

Sementara pupuk anorganik adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan kimia aktif, merupakan hasil dari proses pembuatan dan rekayasa kimia, melalu proses rekayasa kimiawi, fisik ataupun biologis. Pupuk ini, banyak diproduksi oleh pabrik-pabrik kimia dan banyak beredar dipasaran.

Itu diantranya perbedaan pupuk organik dan non organik

Cara Membuat Pupuk Bokashi Praktis

May 12, 2014
Bokashi merupakan pupuk kompos yang dibuat secara fermentasi yang terdiri dari bahan-bahan organik seperti kotoran ternak, sisa-sisa makanan, sampah organik yang berasal dari dapur, cacahan rumput atau jerami dan bahan organik lainnya. Bokashi merupakan fermentasi dengan menggunakan mikroorganisme efektif (EM4) sebagai dekomposer, em 4 ini bisa dibeli ditoko-toko pertanian atau bisa juga dengan membuatnya. 

cara membuat pupuk bokashi

Cara pembuatan bokashi yang praktis

Siapkan bahan-bahan pembuatan bokashi berupa : 
  • Siapkan Jerami padi sebanyak 40 persen
  • Pupuk Kandang berupa kotoran sapi atau kambing 30 persen
  • Bekatul 20 persen
  • Cacahan batang pisang 10 persen
  • EM 4
  • Air secukupnya 
  • Gula pasir 250 gram yang sudah dilarutkan dalam air sebanyak 1 liter

Cara membuat bokashi :

Cacah jerami dengan ukuran 1-2 cm kemudian tumpuk, setelah itu cacah juga batang pisang kemudian keringkan, setelah kering campur bahan-bahan yang sudah dicacah dengan bahan yang lainnya, kemudian tutup media dengan menggunakan karung goni hingga rapat.
Kemudian biarkan selama 4-7 hari, selama itu kontrol media dan bolak-balikan agar tidak membusuk

Pupuk Organik Cair

May 08, 2014
Pupuk Organik Cair atau disingkat dengan POC merupakan pupuk cair yang terbuat dari bahan-bahan organik, jenis nya dibuat sedemikian rupa sehingga cair, pupuk ini dibuat dengan proses tertentu. 

Fungsi dari pupuk organik cair adalah sebagai penyedia unsur hara, dan juga berfungsi sebagai pupuk pelengkap, selain itu pupuk organik cair juga bisa berfungsi sebagai pemelihara lingkungan sekitar tanaman yang dipupuk agar sehat dan terhindar dari zat kimia. 


cara membuat pupuk organik cair

Bagaimana cara membuat pupuk organik cair. 

Karena dinamakan pupuk organik maka harus disiapkan dulu bahan-bahan organik yang akan menunjang dalam pembuatan pupuk ini.

Bahan-bahan : 

A. Limbah.

  • Air cucian beras atau air kelapa 20-30 liter
  • Air cucian daging 5 liter
  • Air cucian ikan 5 liter
  • Isi usus ternak 500 gram
  • Urine ternak 5 liter
  • beras sabut kelapa
  • kotoran ayam/kambing 4-5 kg
  • Tanah dari bawah pohon bambu 2 kg
  • Dedak halus 2 kg
  • Isi tembolok ayam/unggas 0,5 kg
B. Bukan Limbah

  • Alkohol 40% 500 cc
  • cuka 500 cc
  • gula merah 200 gram 
  • Mol (micro organisme local) 500 cc
  • daging buah gerenuk 2 kg
  • parudan rebung/bambu muda 2 kg 
C. Rempah-rempah

  • Jahe 100 gram 
  • laos 100 gram 
  • kencur 100 gram 
  • kunir 100 gram
  • bawang merah 100 gram 
  • bawang putih 100 gram 
  • bangle 100 gram 
  • Merica dan ketumbar 1 sendok teh
  • daun cengkeh dan sereh 50 gram 
Bahan-bahan diatas bisa berubah jenis ataupun takarannya disesuaikan dengan kebutuhan.

Alat-Alat: 

  • Blender untuk menghaluskan bahan-bahan
  • Drum plastik ukuran 50 -100 liter
  • alat pengaduk, plastik atau kayu
  • Ember 
Cara membuat Pupuk Cair Organik : 

Pada dasarnya pembuatan pupuk organik cair tidak berbeda dengan pembuatan pupuk organik biasa, yaitu penekanan pada fermentasi bahan-bahan organik, lihat pembuatan pupuk organik
  • Haluskan semua bahan.
  • larutkan gula merah kedalam air dan masukan Microorganisme local (mol) 
  • masukan semua bahan bahan yang ada kedalam drum plastik yang sudah disiapkan lalu aduk hingga merata dan tutup rapat dengan menggunakan karung, simpan ditempat yang teduh, aman dan tidak terkena sinar matahari secara langsung ataupun kehujanan.
  • Buka tutup drum setiap 24 jam sekali selama 3-5 menit kemudian aduk hingga rata, lakukan ini selama 15 hari.
  • Setelah itu hari berikutnya aduk setiap hari sampai hari ke 30.
  • Setelah itu pupuk sudah bisa digunakan, sebelumnya disaring terlebih dahulu, ampasnya bisa digunakan sebagai pupuk biasa, sedangkan cairannya bisa digunakan sebagai pupuk organik cair yang digunakan secara disiram ataupun disemprotkan ke tanaman.