Showing posts with label Cacing. Show all posts
Showing posts with label Cacing. Show all posts

Perawatan dan Pergantian Media Cacing tanah

August 21, 2015


Melanjutkan tulisan tentang budidaya cacing tanah, kali ini kami akan berbagi tentang perawatan dalam ternak cacing tanah, karena selain pemilihan bibit cacing yang sesuai standart, perawatan media cacing sangat menentukan sekali untuk keberhasilan ternak cacing tanah.

Berikut ini adalah langkah-langkah perawatan ternak tanah :

  1. Pemberian makan secara berkala, pemberian makan pada cacing bisa dilakukan setiap hari atau 2 kali sehari, pemberian makan sangat relatif sesuai dengan kondisi...
  2. Setiap seminggu sekali sebelum diberi makan, buang media lapisan teratas setebal 1 cm, lapisan ini adalah kotoran cacing tanah, sehingga perlu dibuang agar cacing berada pada media yang bersih dari kotorannya, media yang dibuang ditempatkan di penampungan cascing.
  3. Setiap sebulan sekali lakukan pembalikan media cacing agar media kembali menjadi segar, hancurkan media yang menggumpal.
  4. Setiap 1 bulan 1 minggu jika populasi cacing sesak, anda bisa mengambil 50% cacing dan tempatkan di tempat yang baru, karena siklus cacing dari cacing dewasa terus bertelur dan menetas memerlukan waktu hanya 1 bulan 1 minggu
  5. Setiap 2,5 bulan sekali lakukan penggantian media, dengan tujuan agar cacing bisa berkembang dengan baik, tujuannya tidak lain agar cacing selalu berada di media yang segar, media yang lama disimpan di tempat pembuangan cascing, lebih lengkapnya bisa tonton video di bawah ini.
  6. Siapkan tempat penampungan cascing, walaupun penampungan ini berisi media cacing yang yang dibuang tetap saja diberi makanan, karena kokon / telus cacing bisa saja terbawa ke penampungan cascing yang akhirnya nanti menetas. setelah cacing agak besar baru dipancing dengan makanan lalu pindahkan cacing ke rak pembudidayaan.
Untuk lebih jelasnya silahkan tonton video di bawah ini, semoga bermanfaat...


Segudang Manfaat Cacing Tanah Bagi Kehidupan Manusia

August 19, 2015


Sebelum melanjutkan menulis budidaya cacing tanah, mari kita ketahui apa saja manfaat cacing bagi kehidupan manusia, cacing tanah adalah hewan yang menjijikkan bagi sebagian orang, namun, di
balik tubuhnya yang panjang dan berlendir itu banyak menyimpan manfaat. Cacing tanah umumnya dikenal sebagai pembalik tanah, makanan burung, dan digunakan sebagai umpan untuk memancing.

Ternyata cacing juga bermanfaat dalam dunia medis dan kesehatan, berikut ini manfaat cacing tanah untukkesehatan dan pengobatan:

Obat tifus
Cacing tanah yang dibersihkan dapat menghambat pertumbuhan bakteri salmonella,
yang biasanya mengganggu thyphosa pencernaan manusia. Pasien dapat mengkonsumsi cacing tanah rebus atau
kapsul cacing bubuk dengan madu. Pengobatan Tifus menggunakan cacing tanah rupanya diakui oleh para ahli farmakologi.

Obat Diare
Wabah penyakit diare sering terjadi di masyarakat. Nah, cacing tanah menjadi salahsatu obat tradisional yang dapat digunakanuntuk menyembuhkan penyakit diare. Cacing tanah merupakan antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella penyebab diare disentri.

Melancarkan Sirkulasi darah
Cacing tanah mengandung enzim yang dapat menghancurkan lemak jahat di pembuluh darah,  sehingga sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Itulah alasan mengapa cacing tanah yang sering digunakan untuk pengobatan pasien dengan hipertensi dan stroke.

Melancarkan Pencernaan
Cacing tanah mengandung enzim, katalase, dan selulosa yang dibutuhkan dalam proses metabolisme tubuh. Dengan demikian, secara tidak langsung cacing dapat membuat pencernaan menjadi lebih halus.

Antipiretik
Cacing Tanah ekstrak yang mengandung nitrogen basa, yang dapat mengurangi demam pada penyakit tertentu seperti tifus. Penggunaan cacing tanah untuk mengurangi panas ternyata lebih baik, daripada bahan kimia seperti parasetamol yang dapat meninggalkan efek samping. Penelitian pada
laboratorium IPB telah membuktikan ini untuk pengobatan.

Menenangkan
Cacing tanah mengandung Pheretima yang dapat mempengaruhi sistem saraf. Pheretima akan membawa efek tenang, menghentikan kejang, dan mengurangi rasa sakit sehingga sangat ideal untuk digunakan untuk sakit gigi, sakit kepala, dan rematik.

Meningkatkan energi
Kandungan taurin dalam cacing tanah dapat meningkatkan metabolisme lemak, yang akan diubah menjadi energi. Efek ini juga bermanfaat bagi wanita yang sedang diet.

Menjaga kesehatan kulit
Cacing tanah juga mengandung alfa-tokoferol dapat mempertahankan elastisitas kulit dan kemudaan. Untuk itu, bahan baku cacing tanah banyak dipasok oleh perusaahan kosmetik.

Menyembuhkan luka
Hal ini karena cacing mengandung unsur asam arakidonat, yaitu yang bisamempercepat pertumbuhan sel-sel baru.

Sebelum konsumsi, cacing tanah harus diolahdengan cara yang benar. Pada awalnya perut cacing dibelah, dan keluarkan tanah atau kotoran dari perutnya. Setelah itu, dicuci hingga bersih lalu rebus. Rebusan airnya juga dapat digunakan sebagai obat tradisional.

Namun saat ini sudah tersedia obat dari cacing tanah, yang dapat diperoleh dengan mudah sudah dalam bentuk kapsul, sehingga tidak repot-repot untuk memprosesnya. Perlu diingat sekali lagi, pengolahan cacing tanah harus benar-benar bersih, sehingga tidak ada infeksi bakteri yang berada dalam tubuh cacing.

semoga bermanfaat


Membuat Media Cacing Murah, Mudah, Praktis dan Hasil Maksimal

August 19, 2015
Selain media kotoran sapi sebagai media cacing tanah kita bisa menggunakan cocopeat, emput sengon (bekas gergajian sengon) dan bekas log jamur atau campuran antara cocopeat dan emput sengon, yang perlu mendapatkan perhatian adalah media tersebut sudah bersih dari hama dan penyakit, dan tentunya sudah lunak sehingga tidak melukai cacing tanah...

Media Cacing Cocopeat
Media ini berasal dari limbah pengolahan sabut kelapa, bahan ini bisa didapatkan di tempat-tempat pengolahan sabut kelapa, karena bahan ini sudah lunak dan lembut tidak perlu banyak perlakuan jika digunakan untuk media cacing tanah.

langkah pertama adalah mensterilkan media dengan merendam dengan air panas sekitar suhu 70-80 derajat celsius selama kurang lebih 5 menit, setelah itu masukkan cocopeat ke rumah cacing, lalu masukkan beberapa ekor cacing dan perhatikan... jika dalam beberapa menit cacing masuk berarti media tersebut sudah cocok dengan cacing,
bibit bisa masukkan semua.

Setiap seminggu sekali buang lapisan teratas setebal 1 cm, karena lapisan tersebut terdiri dari kotoran cacing. Karena cocopeat hanya berfungsi sebagai media saja berarti kita harus memberi makan pada cacing setiap saat, pemberian makanan cacing bisa dilakukan setiap hari atau 2 haru sekali kita lihat kondisinya...

Media Cacing dari bekas Log Jamur Tiram
Media ini bisa anda dapatkan dari petani jamur tiram, log jamur jamur yang digunakan yang sudah masuk kreteria afkir, setalah kita mendapatkan log jamur bongkar dari plastiknya lalu siram atau rendam dengan air panas dengan suhu sekitar 70-80 derajat celsius agar media steril. Lalu peras dan masukkan ke dalam rumah cacing, masukkan beberapa ekor cacing dan perhatikan... jika dalam beberapa menit ... jika cacing masuk berarti media tersebut cocok dengan cacing... baru taburkan semua bibit cacing tanahnya...

Media Emput Sengon
Emput sengon bisa anda dapatkan dari tempat penggergajian kayu sengon, untuk bisa menggunakan media ini ada beberapa langkah yaitu:
1. Rendam emput sengon selama 1 minggu, atau kalau musim penghujan cukup hujankan selama 10 hari, biasanya dalam emput sengon masih terdapat solar atau oli...
2. Lakukan fermentasi selama 1 minggu dengan menggunakan probiotik ternak, bisa anda gunakan EM4 peternakan, SOC produksi HCS, Ajib Roter produksi CV KAS (bisa anda dapatkan di jaringan JKMP4 kota terdekat)
3. Setelah difermentasi media siap digunakan, perlakuan sama dengan media di atas....


Media cocopeat, log jamur atau emput sengon cukup menggunakan rumah cacing dari kotak kayu, kotak plastik, nampan plastik atau bahan dari sak atau yang lainnya, ukuran bisa menyesuaikan namun begitu populasi cacing yang kita masukkan yang perlu kita perhatikan, populasi cacing yang ideal adalah pada setiap 1 meter perseginya ditaburi bibit cacing sebanyak 1 kg.

Sebulan sekali lakukan pengadukan media agar tidak ada media yang mengumpal dan menyegarkan media yang berada di lapisan bawah, dan juga untuk menjaga sirkulasi udara, pengadukan cukup dilakukan dengan membalik media dengan tangan dan rata. Baru setelah 2,5 bulan lakukan penggantian media, cara membalik dan mengganti media cacing insyaAllah akan kami buatkan videonya agar mudah dimengerti dan dipahami.


Kotoran Sapi Sebagai Media Sekaligus Sumber Makanan Cacing Tanah

August 18, 2015
Sesuai dengan janji kami pada tulisan Pengantar Budidaya Cacing Tanah sebelumnya maka kali ini kami akan berbagi khusus tentang media cacing yang hemat, efisien, efektif, tidak ribet dan mudah, sekali lagi tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi, karena sebelum kami memutuskan untuk berbudi daya cacing sebelumnya melakukan observasi ke peternak-peternak cacing, dan juga sempat mengikuti pelatihan budidaya cacing di mas adam di malang, maka kami mengambil keputusan untuk memilih media cacing yang sesuai dengan
daerah kami.

Untuk kali ini kami akan membahas Media Kotoran Sapi sebagi media dan sekaligus sebagai sumber makan bagi cacing tanah...
Untuk menggunakan media ini perlu beberapa langkah dan syarat yaitu:
- Media kotoran sapi pilih yang sudah kering
- Jika menggumpal hancurkan lalu diayak, sehingga media kotoran sapi seperti tepung
- Difermentasi dengan probiotik ternak selama 1 minggu, untuk probiotik bisa menggunakan EM4 pertanian, SOC produksi HCS, atau Ajib Roter produksi CV Kas
- Setelah difermentasi media siap untuk digunakan

Jika anda memutuskan untuk menggunakan media kotoran sapi rumah cacing yang dipakai sebaiknya yang berbentuk jedingan, untuk luasan yang dianjurkan adalah Lebar 1 meter panjang 2 meter dan tinggi 60 CM s/d 100 cm, dibagian dasar dibuat sedemikian rupa agar air bisa meresap ke bawah, sehingga nantinya media kelembaban media terjaga, jedingan dengan ukuran ini bisa ditaruh bibit sebanyak 2 kg

Kotoran sapi selain digunakan sebagai media juga sekaligus berfungsi sebagai makanan cacing sehingga anda tidak perlu lagi memberikan makanan pada ternak cacing tersebut.
Setelah media cacing dan rumah cacing siap, taburkan media di rumah cacing setinggi 20cm, lalu siram dengan air secukupnya agar media menjadi lembab, lalu taruh beberapa bibit cacing lalu perhatikan.... jika beberapa menit cacing masuk ke dalam media berarti cacing tanah cocok dengan media tersebut, baru semua bibit cacing dimasukkan

Perawatan
Karena kotoran sapi sekaligus sebagai sumber makanan bagi cacing media ini perlu perawatan dan penambahan, setiap seminggu sekali baung bagian teratas media setebal 1 cm, karena bagian ini adalah kotoran yang dikeluarkan oleh cacing, kotoran cacing ini biasa disebut dengan Cascing, Cascing sendiri nantinya bisa digunakan sebagai pupuk organik, dan akan kami bahas selengkapnya pada tulisan selanjutnya.
Setelah itu baru ditambah media dengan ketebalan 20cm, setelah seminggu lakukan pembuangan bagian atas media setebal 1 cm lagi, lalu ditambah lagi 20 sm, begitu seterusnya...

Cascing yang dibuat setiap seminggu sekali dibuatkan tempat khusus sebagai penampung cascing, karena ditakutkan telur cacing ikut terbuang dan nantinya menetas di tempat penampungan cascing maka sesekali diberi makanan dari ampas tahu atau yang lainnya...

untuk media cacing cocopeat, log jamur dan emput sengon bisa dibaca disini


Pengantar Budidaya Cacing Tanah (Berdasarkan Pengalaman Penulis)

August 18, 2015
Setelah beberapa bulan belajar dan budidaya cacing khususnya cacing Lumbircuss Rubellus (LR) akhirnya akhirnya kali ini kami sempatkan berbagi cara budidaya cacing secara efektif dan efisien, agar bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal, di internet sesungguhnya sudah banyak yang membahas tentang budidaya cacing, tetapi kali ini kami akan berbagi sesuai dengan pengalaman pribadi saja....

Sebelum melanjutkan cara budidayanya sebaiknya anda mengenal dulu cacing secara teoritis, Cacing tanah termasuk binatang invertebrata (tidak bertulang belakang). Ia hidup
di dalam tanah yang gembur dan lembab. Cacing tanah mengandung kadar protein tinggi, sekitar 76%, jauh lebih tinggi daripada kadar protein pada daging mamalia (65%) dan ikan (50%).

Cacing tanah, ternyata bukanlah hewan yang asing bagi masyarakat kita, Hewan ini tampak begitu lunak dan bagi sebagian orang menganggap sangat menjijikkan. Akan tetapi hewan ini mempunyai potensi yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah karena tidak mempunyai tulang belakang (invertebrata). Di Indonesia, cacing tanah dikenal ada tiga jenis, yaitu cacing kalung, cacing merah, dan cacing koot.

Sebelum anda memutuskan untuk budidaya cacing sebaiknya anda mengenal dulu media sebagai tempat/sarang hidup, kandang sebagai wadah dari media tersebut dan makanan yang disukai cacing...

Media Cacing
Media cacing adalah sarang dimana cacing bersarang, media cacing yang baik adalah media yang dimana cacing merasa senyaman di habitat aslinya, media cacing bisa berasal dari cocopeat, bekas log jamur, kotoran sapi dan emput kayu sengon, intinya secara teoritis media cacing berasal dari bahan organik, untuk menguji apakah media tersebut telah memenuhi syarat, bisa diuji dengan meletakkan beberapa ekor cacing, jika setelah beberapa menit cacing masuk ke dalam media berarti cacing merasa nyaman, untuk lebih jelasnya tentang media cacing kami akan tulis secara lengkap pada tulisan selanjutnya...
media cacing kotoran sapi bisa dibaca disini
media cacing cocopeat, log jamur dan emput sengon bisa dibaca disini

Cccopeat sebagai media cacing

Bekas Log Jamur sebagai media cacing


Rumah Cacing
Rumah cacing adalah tempat untuk menampung media cacing. kandang cacing bisa terbuat dari kayu dan beton yang dibentuk sedemikian rupa, beberapa peternak saat ini sudah banyak yang berinovasi sehingga biaya rumah cacing bisa ditekan sedemikian rupa...

Rumah Cacing sistem jedingan


Rumah Cacing sistem terpal

Rumah Cacing sistem sak


Kandang Cacing
Kandang cacing dimaksudkan untuk menempatkan beberapa rumah cacing sehingga rumah cacing terhindar dari sinar matahari langsung dan sirkulasi udara udara yang bagus serta terhindar dari binatang predator, dan juga binatang pesaing yang ikut nimbrung makan makanan cacing...

Kandang Cacing
Hama dan Predator
Ada beberapa binatang predator yang perlu dihindari yaitu ayam, ayam adalah musuh utama cacing, cacing 1 kg bisa habis hanya dalam hitungan menit saja, nah untuk bahasan ini kami akan membahas lebih detail pada tulisan selanjutnta