Jurnal 07-31-09

July 31, 2009

kemarin (tgl 31) sekitar jam 6 sy beruntung menemui grafik seperti ini
, langsung sy ambil limit sel di R1 dg SL 50...kenapa???

Karena harga sudah beberapa kali kena di R1 dan tidak pernah tembus-tembus, selain itu dari pagi harga sedang bullish, malah dari kemarin. sehingga sy asumsikan ini bakal "istirahat dulu"

Yup ternyata beberapa menit kemudian posisi sy sudah bergerak dari -5, 10, 22, 37...akhirnya sy close saja di 37 pip :D

dan memang betul ternyata harga itu cuma istirahat dulu...selanjutnya pada malam hari harga TERBANG ke sekitar 1.6700.

menyesalkah saya...? jujur dalam hati memang ada penyesalan kenapa tidak sy tidak online pada malam hari...tapi ini adalah sistem, sistem sy mengatakan sy hanya buka posisi satu kali saja mau loss atau tidak...karena pengalaman jika saya tergoda untuk membuka yg kedua kali maka tidak menutup kemungkinan sy akan membuka posisi yg ke 3,4,5,6,...sampai uang sy habis.

Toh hari besok masih ada... :D

jurnal 07-31-09

July 30, 2009

maaf baru posting lagi, karena selama 3 hari kebelakang saya sedang menyiapkan sidang skripsi saya, trading tetep jalan tapi ga sempet posting.

Tapi akhirnya SAYA SUDAH SARJANA SEKARANG...

ok balik ke trading lagi kemarin sy liat grafik seperti ini sekitar jam 7 malam

karena dari pagi bullish dan harga sudah berbalik setelah mengenai R2...seharusnya sy ambil sell..tapi karena di candle terakhir ada candle "hammer" yang mengatakan bullish...langsung sy ambil buy lalu close sekitar R2 dengan tp 18 pip...setelah itu sy tidur saja :D



DAn ini untuk yg trading tgl 29
dari gambar terlihat trend bearish, tapi bearish melemah setelah kena S1, karena itu saya asumsikan pasti naik, dan memang akhirnya naik.

tapi masalahnya sy OP di tengah antara pivot dan s1 SL=30...ga taunya harganya balik dulu ke s1 jadi aja loss 30 pip...kesalahannya kurang gede tp nya

jurnal 07-27-09

July 27, 2009
hari ini sy lihat jam 5 an harga sudah kayak gini :


langsung sy ambil buy di 1.6469 dengan sl 50 pip, karena di gambar atas...tren terlihat bullish...dan harga sempat balik di r1 tapi tidak berlanjut setelah kena pivot...jadi prediksi sy ini bakal naik terus minimal sy bisa ambil keuntungansekitar 1.6515(r1)-1.6469(op)=46

selain itu karena sampai malam tidak ada berita yg terlalu penting, kecuali homesalesnya usd

jurnal 24-7-9

July 24, 2009
sekitar jam 6.30 sy pasang sell di 1.6439 tanpa tp dan sl karena adik sy datang minta dibuatkan akun facebook...jd ga sempet modif...

baru 15 menit ditinggal eee sudah profit 24 pip...lsg sy close karena ini :


sy lihat harga sudah bergerak jauh di bawah pivot karena itu sy ambil sell...karena harga sudah mendekati S1 jadinya sy close dengan tp 24 pip...yah kecil-kecil saja


jurnal 24-7-9

July 23, 2009
jumat tgl 24-7-9 sekitar jam 7...sy lihat hasil trade kemarin...wah ternyata seperti ini :


karena kemarin pasangnya di 1.6520...prediksi buy sy kemarin sih tercapai...cuman masalahnya dia turun dulu sehingga SL=50 sy jd kena...

kesimpulan: seharusnya pasang posisi jg mendekati R1, harusnya dekat s1...ok hari kemarin kita loss...semoga hari ini kita profit


jurnal 23-7-9

July 23, 2009
hari kamis sekitar jam 2.55 pm, baru pulang dr kursus brevet, langsung op buy gbp usd karena ini :


sesuai tren kemarin yg sedang naik (garis biru)
candle pd pagi hari turun sedikit lalu berbalik di 1.6431

karena R1 masih jauh di angka 1.6453...sedangkan harga saat ini 1.6520 sy coba pasang OP buy dengan tp 1.6450 di. coba kita tes profit ga ya sy :D...oh ya SL juga sy pasang 50
aplikasi sebuah indikator dalam kehidupan

aplikasi sebuah indikator dalam kehidupan

July 08, 2009
sekitar tahun 90-an seorang bernama Larry William sangat terkenal karena membuat suatu indikator yang dapat meramalkan pergerakan harga saham. Indikator itu hanya tediri dari angka dari -100 sampai 0, menurut indikator itu suatu pergerakan harga akan mencapai titik jenuh pada suatu saat.

Kita disini bukan untuk membahas detail indikator itu, tapi saya mencoba mengaplikasikannya dalam kehidupan kita. Pertama kita lihat contoh dalam dunia saham/forex, suatu harga tidak mungkin naik terus nilainya terhadap mata uang lain atau turun terus nilainya, ada pada satu titik harga itu berbalik dari naik menjadi turun dari turun menjadi naik, jika harga sudah terlalu lama naik nilainya lalu turun itu yang dimaksud bahwa harga itu sudah jenuh naik lalu kemudian turun, jika harga itu terlalu lama turun lalu kemudian naik itulah yang dimaksud sudah jenuh.

Saya berpikir sungguh hebat Tuhan kita, karena menciptakan suatu keadaan yang membuat sesuatu menjadi seimbang jika sudah terlalu jenuh. Dalam indikator Wlliam kita tahu jika harga terlalu lama di area -20 dan 0 maka dia siap-siap turun karena area itu tanda harga sedang naik, begitu juga sebaliknya jika harga sudah ada diarea -20 dan -100 tanda harga sedang turun dan siap-siap naik.

Dalam kehidupan kita juga menemui keadaan serupa...seorang Michael Jackson yang berada dipuncak kejayaannya sekitar tahun 80-90 an akhirnya mencapai titik jenuh sekitar tahun 95 keatas dan bergerak menuju titik keseimbangan berupa penurunan karir di tahun belakangan ini.

Seseorang yang selalu sehat kita bisa asumsikan bahwa dia berada di area -20 dan 0 sehingga pada suatu saat dia akan bergerak menuju titik keseimbangan berupa kematian atau sakit.

Seseorang yang selalu sakit kita bisa asumsikan dia berada didaerah -100 dan -80 sehingga pada suatu saat dia akan bergerak menuju titik keseimbangan berupa kematian atau sehat.

Seseorang yang selalu berbuat jahat kita bisa asumsikan dia berada didaerah -100 dan -80 sehingga pada suatu saat dia akan begerak menuju titik keseimbangan berupa menjadi baik atau mati, dalam contoh menjadi baik kita bisa ambil contoh nama seorang Umar ibn khatab, sedangkan contoh menjadi mati kita bisa ambil contoh Abu jahal yang dr hidup sampai matinya selalu membenci nabi Muhammad.

Begitu pula dengan kejayaan, kekayaan, apapun itu namanya kita bisa asumsikan itu berada didaerah -20 dan 0 sehingga pada suatu saat itu akan bergerak menuju titik keseimbangan berupa keterpurukan, kemiskinan. Dalam contoh yang pertama kita bisa liat perekonomian Amerika sekarang yang sedang terpuruk, sedangkan contoh yang kedua kita bisa ambil negara Cina dan India serta Indonesia mungkin yang mengalami pertumbuhan positif.

Sebagai kesimpulan, kita harus optimis dalam menghadapi , kemiskinan, kesulitan, keterpurukan dan kita harus rendah hati dalam menghadapi kemudahan, kekayaan, kejayaan, Karena semua itu ada waktunya, atau dalam kata agama Sunnatulloh.

PERTANIAN ALA ANGKOR

July 01, 2009
Di National GeograpHic saya melihat teknologi mengelola air dengan dahsyatnya, atau kalau pantas saya katakan adalah sebuah keajaiban peradapan. terlepas apakah semua itu dibuat dengan menumpahkan berjuta-juta liter darah dan keringat petani, ini adalah usaha maksimal dalam merekayasa alam untuk kepentingan manusia, yang berkuasa tentunya. dengan mengelola air sedemikian cerdasnya, mereka dapat memproduksi berbagai macam tanaman untuk keperluan mereka. Sekarang, di negara dunia ketiga, air dan pertaniannya adalah masalah serius dan tak kunjung ada jalan keluarnya. kenapa kita tidak belajar dari masa lalu yang cemerlang. bukan maksud beromantisme, tetapi adalah kenyataan yang ada bahwa kita yang tinggal di daerah selatan bisa mencapai swasembada pertanian.
trus kenapa kita terus hutang...???
haha..
Para peneliti terkagum-kagum pada ambisi para insinyur Angkor. “Kami menyadari bahwa seluruh lanskap Angkor Raya itu adalah buatan,” kata Fletcher. Selama beberapa abad, berkelompok-kelompok buruh membangun ratusan kilometer kanal dan tanggul yang mengandalkan sedikit perbedaan kemiringan tanah yang alami untuk membelokkan air dari Sungai Puok, Roluos, dan Siem Reap ke baray. Pada bulan-bulan musim kemarau, kanal-kanal yang meluap membelokkan kelebihan air. Setelah hujan mereda pada Oktober atau November, kanal pengairan membagi simpanan air. Baray juga mungkin membantu memulihkan kelembapan tanah dengan membiarkan air merembes ke tanah. Di sawah sekeliling, penguapan permukaan tentu menarik air tanah untuk memasok tumbuhan. “Sistem ini sangat cerdas,” kata Fletcher.
Yang penting, mereka menemukan pintu masuk dan keluar barat untuk mengakhiri perdebatan yang dipicu oleh karya Groslier tentang apakah waduk kolosal itu digunakan semata untuk ritual agama atau untuk irigasi. Jawabannya jelas, keduanya.
Tata air yang cerdas itu mungkin menjadi pembeda antara peradaban yang besar dan yang biasa-biasa saja. Sebagian besar padi kerajaan ditanam di sawah berpematang yang, tanpa sistem ini, harus bergantung pada hujan monsun atau pasang-surut air musiman di bantaran banjir Tonle Sap. Pengairan tentu meningkatkan panen. Sistem itu mungkin membuat pangan tersedia di musim paceklik, kata Fletcher. Selain itu, kemampuan dalam membelokkan dan menampung air tersebut ikut memberi perlindungan dari banjir. Menurut dia, saat kerajaan-kerajaan lain di Asia Tenggara berjuang mengatasi kekurangan atau kelebihan air, tata air di Angkor menjadi “aset strategis yang sangat berharga.”