Showing posts with label tabulampot. Show all posts
Showing posts with label tabulampot. Show all posts

Menanam Jambu Biji dalam Pot - Tabulampot Jambu

April 09, 2016
cara menanam jambu biji dalam pot
Menanam Jambu Biji dalam Pot atau Tabulampot Jambu. Satu lagi jenis tanaman buah yang mudah perawatannya adalah jambu biji. Selain tidak memerlukan perlakuan khusus dalam pertumbuhannya, jambu biji juga termasuk tanaman yang tahan banting terhadap serangan penyakit.

A. Sipat-sipat Jambu Biji

Jambu batu (Psidium guava) atau yang biasa disebut jambu biji, jambu siki, atau jambu klutuk sebenarnya berasal dari Brazil. Disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Buahnya berbentuk bulat, berwarna hijau, berbiji banyak, dan daging buahnya berwarna putih atau merah jambu. Daunnya berbentuk bulat oval dan serat daun saling bertemu. Sementara itu, perakarannya serabut.

B. Syarat Tumbuh Jambu Biji

1. Tanaman tumbuh dengan baik di ketinggian tempat 5—1.200 m dpl.
2. Suhu yang dibutuhkan 23—30° C.
3. Curah hujan 1.000—2.000 mm per tahun dan kelembapan rendah.
4. Intensitas matahari cukup

C. Jenis-jenis Jambu Biji

Sebagian kultivar jambu biji di Indonesia merupakan introduksi dari negara lain. Berikut beberapa jenis yang sudah dikenal di pasaran.
  1. Jambu getas merah. Warna daging buah hijau sampai kekuningan. Bentuk buah agak lonjong dan rasanya kurang manis. Keistimewaan jenis jambu biji ini adalah selalu berbuah setiap saat dan tidak mengenal musim.
  2. Jambu australia. Daunnya berwarna merah keunguan. Kebanyakan hobiis menanam jenis jambu biji ini sebagai tanaman hias. Meskipun, buahnya bisa dimakan dan berasa manis ketika matang.
  3. Jambu kristal taiwan. Merupakan mutasi dari residu Muangthai Pak. Masuk ke Indonesia sejak tahun 1991. Jenis ini merupakan jenis jambu biji yang hampir tidak berbiji.
  4. Jambu pasar minggu. Jenis ini memiliki dua varian, yakni daging buah putih dan merah. Jambu yang berdaging buah putih lebih dikenal dengan nama jambu susu putih. Rasanya manis, tekstur buah lembut, dan daging buah agak tebal. Sementara itu, jambu yang memiliki daging buah merah memiliki rasa yang kurang manis dan cepat membusuk, sehingga kurang disukai.
  5. Jambu bangkok. Bentuknya bulat sempurna, berukuran cukup besar. Uniknya, jenis jambu biji ini lebih besar ketika matang.
  6. Jambu sukun. Jenis jambu ini tidak berbiji dan merupakan varietas unggul. Tekstur buah agak keras, tetapi renyah ketika dikunyah. Daging buah berwarna putih kekuningan. Aromanya wangi, rasanya manis agak asam.
  7. Selain jenis jambu biji yang telah disebutkan di atas, masih ada lagi jenis jambu biji yang lain, yakni jambu sari, jambu apel, jambu palembang, dan jambu mutiara.

D. Menanam Tabulampot Jambu Biji

tabulampot jambu biji
  1. Sediakan pot plastik berdiameter 40 cm atau drum bekas yang telah dibagi dua dan bagian bawahnya diberi lubang-lubang kecil. Letakkan pecahan genting atau batu bata merah di dasar pot hingga ketinggian sekitar 5 cm.
  2. Masukkan media tanam berupa campuran tanah merah dan pupuk kandang (1 : 1) atau campuran tanah merah, pupuk kandang, dan sekam (1 : 2 : 1) hingga ketinggian setengah pot.
  3. Buka plastik polibag pada bibit tanaman, lalu masukkan bibit ke dalam pot tepat di tengah-tengah media.
  4. Tambahkan kembali media tanam di sekitar bibit, lalu siram tanaman hingga air mulai merembes dari dasar pot.
  5. Tempatkan tanaman di tempat teduh selama dua minggu. Setelah itu, tanaman bisa dipindahkan ke tempat yang mendapat cahaya matahari langsung.

E. Perawatan Harian Jambu Biji

a. Penyiraman

Penyiraman dapat dilakukan satu atau dua hari sekali. Usahakan, penyiraman dilakukan secara konsisten. Artinya, jika penyiraman dilakukan pada pagi hari, maka selanjutnya hanya setiap pagi hari. Namun, jika terbiasa melakukan pada sore hari, untuk selanjutnya penyiraman juga dilakukan pada sore hari.

b. Pemupukan

Umur Tanaman Jenis Pupuk
NPK 15-15-15 Vitamin Tanaman Pupuk Kandang
0—1 tahun 50—60 gram, diberikan setiap enam bulan sekali 2 cc per liter air, diberikan empat bulan sekali 10 kg, diberikan satu tahun sekali.
1—2 tahun 100—110 gram, diberikan setiap empat bulan sekali 2 cc per liter air, diberikan 1 bulan sekali 20 kg, diberikan satu tahun sekali
2—5 tahun 150—160 gram, diberikan setiap enam bulan sekali 2 cc per liter air, diberikan 1 bulan sekali 30 kg, diberikan satu tahun sekali
Lebih dari 5 tahun 200—210 gram, diberikan setiap enam bulan sekali 2 cc per liter air, diberikan 1 bulan sekali 40 kg, diberikan satu tahun sekali

c. Pemangkasan

perawatan jambu biji
Sama halnya dengan tanaman buah lain, teknik pemangkasan pada jambu biji juga menggunakan pola 1-3-9. Artinya, dari 1 batang utama yang dipangkas akan menghasilkan 3 cabang primer. Begitu juga dari 3 cabang primer yang dipangkas hanya dipilih 9 cabang sekunder.
Selanjutnya, dari 9 cabang sekunder yang dipangkas dipilih 27 cabang tersier. Dari cabang tersier inilah bunga bakal buah bermunculan. Selain cabang, pangkas pucuk juga perlu dilakukan untuk mempercepat munculnya bunga.

d. Pembungkusan Buah

Sebaiknya, buah yang telah berumur 30—40 hari dibungkus dengan kertas atau plastik. Namun, semprotkan pestisida di sekitar buah sebelum pembungkusan dilakukan. Perlakuan ini bertujuan untuk mencegah serangan hama yang dapat merusak kualitas buah yang dihasilkan

Menanam Jambu Air dalam Pot - Tabulampot Jambu

April 09, 2016
cara menanam jambu air dalam pot
Menanam Jambu Air dalam Pot atau Tabulampot Jambu. Bagi hobiis pemula, memilih tanaman jambu air untuk dijadikan tabulampot mungkin pilihan yang tepat. Pasalnya, jambu air termasuk tanaman yang mampu berbuah meski perawatan dilakukan sewajarnya.

A. Karakteristik Jambu Air

Batang tanaman merupakan perdu dengan batang bengkok dan bercabang. Bunga tumbuh malai di ujung ranting atau di ketiak daun yang telah gugur. Buahnya termasuk tipe buah buni, berbentuk gasing, pangkal kecil, dan ujung melebar. Kulit luar berwarna putih sampai merah. Daging buah berwarna putih, mengandung banyak air, tetapi tidak beraroma. Rasanya manis, tetapi terkadang agak sepat. Di dalamnya, terdapat biji berukuran kecil hingga sedang.

B. Syarat Tumbuh Jambu Air

  1. Tanaman jambu menyukai tempat tumbuh di ketinggian 5—500 m dpl. Lebih dari ketinggian tersebut, produksi buahnya tidak optimal.
  2. Intensitas pencahayaan berkisar 40—80%.
  3. Suhu yang dibutuhkan berkisar 18—28° C dengan kelembapan 50—80%.

C. Jenis-jenis Jambu Air

jenis jambu air
Beberapa jenis jambu air yang dapat ditemui di lapangan adalah jambu air cengkih, citra, king citra, king rose, cincalo, lilin, kancing, irung petruk, madura hijau atau putih, black diamond, toon klow, dan jambu air kampret.

D. Bibit Jambu Air

Berikut ciri tanaman jambu air hasil perbanyakan vegetatif yang ada di pasaran.
  1. Bibit hasil cangkok. Cirinya, tanaman pendek dan percabangan banyak
  2. Bibit hasil sambung. Cirinya, terdapat bekas luka sambungan berbentuk V.
  3. Bibit hasil okulasi. Cirinya, terdapat bekas luka tempelan dan pangkasan pada batang utama.

E. Memindahkan Bibit Jambu Air ke dalam Pot

tabulampot jambu air
  1. Sediakan pot berdiameter 45 cm atau sesuai dengan ukuran tanaman. Bagian dasar pot harus berlubang. Lebih baik lagi jika terdapat kaki pot di bagian dasar untuk mengontrol air buangan dan menjaga kelancara drainase.
  2. Letakkan pecahan genting atau batu bata merah setebal 5 cm ke bagian dasar pot sebagai penahan media tanaman ketika penyiraman dilakukan. Masuk-kan campuran media tanam berupa tanah, pasir, dan pupuk kandang (1 : 1 : 1) atau kompos, cocopeat, dan tanah merah (4 : 1 : 1) hingga mencapai setengah tinggi pot.
  3. Keluarkan bibit dari polibag, lalu letakkan tepat di tengah-tengah pot. Timbun lagi dengan media hingga ketinggian 2 cm dari bibir pot.
  4. Siram media dengan air, lalu letakkan di tempat yang teduh sampai tanaman bertunas baru dan tumbuh kokoh. Setelah itu, secara bertahap, letakkan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari penuh.

F. Perawatan Harian Pohon Jambu Air

a. Penyiraman

Penyiraman dilakukan jika media tanam mulai kering, yakni satu kali sehari atau dua hari sekali, tergantung pada kondisi cuaca. Penyiraman dilakukan hingga air terlihat keluar dari lubang di dasar pot.

b. Pemupukan

Berikan pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis dua sendok makan sebulan sekali. Berikan juga pupuk urea, TSP, dan KCl sebanyak 3 sendok teh (15 gram) dan minyak ikan sebanyak 5 kapsul setiap 4 bulan sekali. Tambahkan juga kotoran kambing dengan dosis 5—10 kg setiap 6 bulan sekali.

c. Pemangkasan Pohon Jambu Air

Tanaman yang terlalu rimbun tidak baik untuk pertumbuhan. Pasalnya, banyak bagian yang tidak mendapat jatah sinar matahari. Untuk itu, cabang-cabang yang dianggap tidak perlu harus dirompes atau dipangkas. Dari setiap pemangkasan akan memunculkan tunas baru. Namun, pilihlah tiga tunas dari setiap cabang yang tumbuh. Selain percabangan, tunas liar atau tunas air juga perlu dipangkas agar pertumbuhan tanaman menjadi optimal.

d. Pembungkusan Buah Jambu

Busuk buah biasanya disebabkan oleh serangan lalat buah. Karena itu, pembungkusan buah mutlak dilakukan ketika bunga berumur 15 hari. Pembungkusan bisa menggunakan plastik atau kertas koran. Jika sudah terlanjur terserang, basmi hama tersebut dengan fungisida dan insektisida dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan.

G. Agar Calon Buah Jambu Tidak Mudah Rontok

Jika tanaman jambu air Anda sudah mulai berbuah, tetapi pentil buah justru rontok, jangan panik! Mungkin tanaman Anda kurang kalium (K). Coba berikan pupuk yang mengandung kalium tinggi, seperti KCl atau KNO3 atau jika disebutkan merk misalnya Gandasil K. Aplikasinya bisa dengan cara ditaburkan ke media tanam atau dicampurkan dengan air terlebih dahulu, baru selanjutnya disiramkan ke media tanam. Dosisnya diberikan sesuai petunjuk pada kemasan.

Menanam Delima dalam Pot - Tabulampot Delima

April 09, 2016
cara menanam delima dalam pot
Menanam Delima dalam Pot atau Tabulampot Delima. Di beberapa tempat, buah delima banyak tumbuh di pekarangan rumah. Selain karena rasa buahnya yang segar ketika dikonsumsi, delima juga memiliki sejuta manfaat yang berguna untuk pengobatan alami dan kecantikan.

A. Sipat-sipat Tanaman Delima

Pohon delima termasuk pohon yang memiliki per-cabangan banyak, tetapi lemah. Terdapat duri di bagian ketiak daunnya. Warna batang cokelat ketika masih muda dan hijau kotor ketika tua. Sementara itu, buahnya buni, berbentuk bulat dengan diameter sekitar 5—12 cm. Warna kulit buah beragam, dari cokelat kemerahan, hijau keunguan, putih, hingga ungu kehitaman. Terkadang, ada bercak-bercak berwarna lebih tua. Bijinya kecil-kecil dan banyak. Umumnya, dikenal tiga jenis delima yang ditemui di pasaran, yakni delima merah, delima putih, dan delima hitam.
Delima. Di dalam buahnya terdapat biji-biji kecil yang berjumlah banyak

B. Syarat Tumbuh Tanaman Delima

tabulampot delima
1. Delima dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian kurang dari 200 m dpl.
2. Menyukai tanah atau media tanam yang gembur.
3. Suhu udara yang diinginkan tanaman berkisar 25—30° C dengan kelembapan 70—90%.

C. Memindahkan Bibit dari Polibag ke Pot

  1. Siapkan pot untuk wadah pertumbuhan, bisa berupa pot plastik atau pot drum. Jenis pot apa pun yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan ukuran tanaman. Jika tanaman masih kecil, gunakan pot plastik berukuran diameter 40 cm.
  2. Siapkan pula media tanam. Media tanam yang digunakan bisa berupa campuran tanah, sekam padi atau serbuk gergaji, dan pupuk kandang (2 : 1 : 1), campuran tanah dan kompos (2 : 1), atau campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir (2 : 2 : 1).
  3. Untuk pertumbuhan optimal, campurkan pupuk NPK 15-15-15, dolomit atau kalsit, dan tepung arang ke dalam media tanam. Perbandingannya, untuk 10 kg media tanam dicampurkan 50 gram NPK, 25 gram domolit atau kalsit, dan 1 kg tepung arang.
  4. Sebelum memasukkan media tanam, letakkan pecahan bata merah atau genting di dasar pot. Masukkan media tanamnya hingga mencapai setengah tinggi pot.
  5. Sobek polibag yang membungkus media tanam pada bibit secara hati-hati, lalu masukkan bibit beserta medianya ke dalam pot.
  6. Tambahkan lagi media tanam hingga ketinggian 2 cm dari bibir pot.
  7. Siram tanaman dengan air, lalu letakkan di tempat yang teduh untuk adaptasi awal.

D. Perawatan Harian Tabulampot Delima

a. Penyiraman

Penyiraman rutin dilakukan satu kali sehari. Namun, ketika berbuah, frekuensi penyiraman bisa dilakukan menjadi dua kali sehari. Perlakuan ini dimaksudkan untuk mencegah kerontokan bunga.

b. Pemupukan

Berikan pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis 1 sendok teh diberikan satu bulan sekali. Setelah setahun, dosisnya ditambahkan dua kali lipat. Selain pupuk NPK, berikan juga pupuk daun, seperti Kemira WS, Complesal, atau POB 2000 setiap 10—15 hari sekali. Kalau perlu, semprotkan juga pupuk hayati atau hormon pertumbuhan agar tanaman cepat berbuah. Pemupukan dihentikan ketika bunga muncul agar bunga tidak rontok.

c. Pemangkasan

  1. Umur sebulan, batang pokok dipangkas sekitar 70—100 cm, lalu pilih dan biarkan tiga cabang primer.
  2. Ketika batang pokok sudah berdaun lagi, pangkas cabang primer, sisakan 30—50 cm. Dari setiap cabang primer, hanya dipilih tiga cabang sekunder.
  3. Setelah tanaman tumbuh memanjang, pangkas cabang sekunder dan sisakan 30—50 cm. Setiap cabang sekunder hanya dipilih tiga cabang tersier.
  4. Terakhir, pangkas daun dan ranting yang terlalu rimbun.

Menanam Buah Naga dalam Pot - Tabulampot Buah Naga

April 09, 2016
cara menanam buah naga dalam pot
Menanam Buah Naga dalam Pot atau Tabulampot Buah Naga. Memang, belum banyak orang yang menanam tabulampot buah naga. Namun, di beberapa pameran tanaman, ada saja orang yang berhasil membuahkan buah asal Meksiko ini, meskipun hanya ditanam dalam wadah pot.
Disebut buah naga karena sepintas tanaman ini memiliki sosok yang menjulur panjang menyerupai naga. Sebenarnya, buah naga termasuk golongan kaktus-kaktusan. Namun, berbeda dari kaktus pada umumnya, famili cactaceae ini memiliki buah yang segar dan enak dimakan. Pantas jika buah naga sering disebut juga kaktus madu atau kaktus manis.

A. Sipat-sipat Tanaman Buah Naga

Tanaman buah naga memiliki dua jenis akar, yakni akar serabut dan akar gantung. Akar serabut terletak di bawah tanah, sedangkan akar gantung terletak di batang atas. Bentuk batang berpenampang segitiga, segiempat, atau segienam, dan berwarna hijau. Di setiap sisi batang terdapat duri kecil berwarna hitam. Sementara itu, bunganya mirip wijayakusuma. Bentuk buah naga sepintas mirip nanas, yakni terdapat jumbai-jumbai di kulitnya. Di dalam buah terdapat biji berukuran kecil dan tipis. Umur produktif buah naga 15—20 tahun.
GAMBAR

B. Syarat Tumbuh Buah Naga

  1. Tumbuh subur di dataran dengan ketinggian 50—200 m dpl.
  2. Suhu yang dibutuhkan 26—36° C dan kelembapan 70—80%,
  3. Curah hujan sekitar 60 mm per bulan atau 720 mm per tahun. Hujan yang terlalu deras dan berkepanjangan justru dapat membuat buah naga mudah membusuk.

C. Jenis Buah Naga

Terdapat empat jenis buah naga yang ada di dunia, yakni sebagai berikut.
tabulampot buah naga
  1. Hylocereus undatus. Kulit buah berwarna merah, daging buah berwarna putih, dan kadar kemanisannya paling rendah.
  2. Hylocereus polyrhizus. Kulit buah berwarna merah, daging buah berwarna merah keunguan, dan kadar kemanisannya lebih manis dibandingkan dengan H. undatus.
  3. Hylocereus costaricensis. Kulit buah berwarna merah, daging buahnya berwarna merah terang, kemanisannya mirip H. polyrhizus.
  4. Selenicereus megalanthus. Kulit buah berwarna kuning, kemanisannya paling tinggi dibandingkan dengan jenis yang lain.

D. Bibit Buah Naga

Saat ini mulai banyak penjual bibit buah naga. Bayangkan saja, melalui setek batang saja, tanaman sudah bisa tumbuh. Namun, hati-hati dalam membeli bibit buah naga. Ada baiknya bibit tanaman buah naga dibeli dari penangkar terpercaya. Pasalnya, ada kasus yang melaporkan tentang seseorang yang membeli tanaman buah naga di pameran tanaman.
Setelah dibeli dan dibawa pulang, tidak lama kemudian sang buah malah rontok dan tanaman pun layu. Setelah digali, ternyata penjual tanaman tersebut hanya memotong bagian batang tanaman yang sedang berbuah, lalu ditancapkan dalam pot. Terbukti tidak ada perakaran tanaman. Jadi, seakan-akan buah naga tumbuh ketika tanaman dipelihara dalam pot. Padahal ini adalah trik penipuan yang merugikan pembeli.
  1. Siapkan bibit buah naga, pot plastik ukuran diameter 45 cm, dan campuran media tanam berupa tanah, pasir, pupuk kandang, dan kompos dengan perbandingan 1 : 2 : 3 : 1.
  2. Berikan pecahan genting atau batu bata merah di bagian dasar pot, lalu masukkan media tanam setelahnya hingga ketinggian setengah pot.
  3. Tancapkan juga ajir atau tiang penyangga sebagai tempat merambat tanaman sedalam 30—50 cm ke dalam media tanam. Tiang penyangga bisa berupa tiang besi berbentuk segi empat atau tiang bulat dengan tinggi 1,5—2 meter. Sementara itu, di bagian ujung tiang diberi besi melingkar dengan diameter sekitar 50—60 cm yang berfungsi sebagai tempat menompang anak cabang dan cabang tanaman.
  4. Sobek polibag bibit secara hati-hati, lalu pindahkan tanaman beserta tanahnya tepat di tengah pot. Usahakan tanaman menempel dengan tempat penyangga.
  5. Tambahkan media tanam hingga ketinggian 2 cm mendekati bibir pot. Tekan media di sekitar bibir pot agar padat, lalu siram tanaman hingga air keluar dari dasar pot.
  6. Letakkan bibit di tempat yang mendapat sinar matahari sesuai kebutuhan tanaman buah naga.

F. Perawatan Harian Tabulampot Buah Naga

a. Pemupukan

Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk NPK 15 : 15 : 15 dengan dosis 2 sendok teh per tanaman. Agar pertumbuhan tanaman lebih optimal, tambahkan pula pupuk mikro Metalik konsentrasi 4 cc per liter air dengan dosis 3 liter per tanaman.

b. Penyiraman

Walaupun terbiasa di tempat yang kering, bukan berarti penyiraman buah naga tidak diperhatikan. Setidaknya, penyiraman bisa dilakukan tiga atau empat kali sehari, tergantung pada kondisi cuaca. Jika sedang musim penghujan, penyiram bisa dilakukan 7—10 hari sekali.

c. Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan untuk pembentukan cabang baru dan cabang produktif. Dengan pemangkasan dan pemupukan teratur, tanaman mulai berbunga ketika berumur 6 bulan. Setelah berbunga, 50 hari kemudian buah sudah bisa dipanen.

d. Penggantian Media

Penggantian media mutlak dilakukan untuk memaksimalkan produktivitas tanaman. Minimal, media tanam diremajakan 1—2 tahun sekali. Penggantian media bukan berarti mengganti seluruh media tanam dengan media yang baru, tetapi menyisakan media lama sepertiganya. Selain itu, akar yang cacat atau rusak sebaiknya dipotong sepertiga bagiannya. Dengan pemangkasan akar, tanaman menjadi stres dan memicu tumbuhnya bunga. Campuran media tanam yang digunakan sama dengan media sebelumnya.

Menanam Belimbing dalam Pot - Tabulampot Belimbing

April 09, 2016
cara menanam belimbing dalam pot
Menanam Belimbing dalam Pot atau Tabulampot Belimbing. Perawatannya tidak sulit dan pohonnya mudah berbuah, itulah keunggulan tanaman belimbing. Walau ditanam di dalam pot sekali pun, belimbing tetap mengeluarkan pesona melalui buahnya yang tumbuh cepat dan serempak.

A. Sipat-sipat Tanaman Belimbing

Umumnya, kita mengenal dua golongan belimbing, yakni belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dan belimbing manis (Averrhoa carambola). Belimbing wuluh memiliki bentuk yang kecil, bulat memanjang, dan rasanya asam. Belimbing wuluh sering dimanfaatkan sebagai bahan campuran membuat sayur. Sementara itu, belimbing manis memiliki bentuk segilima, dengan rasa buah yang bervariasi, yakni manis, asam, dan sepat, tergantung dari jenisnya.
Kebanyakan hobiis lebih menyukai menanam belimbing manis, baik untuk ditanam di lahan maupun di pot. Rasanya yang segar dan mengandung “sejuta” manfaat untuk kesehatan membuat orang tertarik untuk membudidayakannya.

B. Syarat Tumbuh Tanaman Belimbing

  1. Belimbing dapat tumbuh subur di lahan dengan ketinggian 0—500 m dpl.
  2. Suhu yang dibutuhkan berkisar 20—30° C.
  3. Curah hujan optimum 2.000—2.500 mm per tahun dengan komposisi 5—7 bulan basah dan 4—6 bulan kering.

C. Jenis-jenis Belimbing

jenis belimbing
Ada begitu banyak varietas belimbing yang ada di dunia. Dari sekian banyak jenis tersebut, beberapa jenis yang berhasil dikembangkan di Indonesia adalah belimbing dewi, demak kapur, demak kunir, dewa, dan bangkok.

D. Tip Memilih Bibit Belimbing

Untuk penanaman di pot, pilihan bibit sebaiknya berasal dari okulasi, cangkok, dan sambung pucuk. Umur bibit sekitar 6 bulan. Fisik tanaman sehat. Panjang tunas sekitar 25 cm dan telah memiliki 4—6 tangkai daun. Diharapkan, pada pertumbuhan selanjutnya tanaman akan mudah berbuah. Usahakan juga bibit diperoleh dari penangkar terpercaya, agar kualitas tanaman lebih terjamin.

E. Memindahkan Bibit Belimbing dari Polibag ke Pot

Berikut persiapan melakukan penanaman bibit belimbing di dalam pot.
  1. Siapkan pot plastik dengan diameter 40 cm. Bagian bawah pot sebaiknya diberi penyangga agar wadah tidak langsung bersentuhan dengan tanah. Siapkan juga media tanam berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang (1 : 1 : 1) atau campuran sekam, tanah, dan humus bambu (1 : 1 : 1).
  2. Masukkan pecahan genting atau batu bata merah ke dasar pot. Tujuannya agar media tetap porous dan aerasi dapat berjalan dengan baik. Masukkan juga media tanam hingga ketinggian setengah pot.
  3. Keluarkan bibit tanaman dari polibag, lalu masukkan tepat di tengah-tengah media tanam dengan posisi tegak.
  4. Tambahkan media tanam hingga ketinggian beberapa senti meter dari bibir pot, padatkan, lalu siram dengan air agar media menjadi lembap.
  5. Letakkan pot di tempat yang teduh selama seminggu, lalu pindahkan secara bertahap ke tempat terbuka.

F. Perawatan Harian Tabulampot Anggur

tabulampot belimbinga. Penyiraman

Penyiraman sebaiknya dilakukan dua hari sekali. Jika penyiraman menggunakan air ledeng, endapkan air terlebih dahulu selama sehari semalam. Pasalnya, air ledeng mengandung kaporit tinggi.

b. Pemupukan

Fase Umur Setelah Tanam Pupuk Kandang¹ (kg) NPK 15-15-15² (gram) Urea³ (gram) SP-36⁴ (gram) KCL⁵ (gram)
Prapoduksi 1—12 bulan
13—35 bulan
10
20
20
30—50
-
-
-
-
-
-
Produksi 3 tahun
4 tahun
5 tahun
30
40
60
-
-
-
10
50
70—120
50
100
150—200
40
80
120—150

Keterangan
¹diberikan setahun sekali
²diberikan tiga bulan sekali
³diberikan empat bulan sekali
⁴diberikan setahun sekali
⁵diberikan enam bulan sekali

c. Pemangkasan

Belimbing juga membutuhkan pemangkasan untuk mem-percepat pembuahan. Idealnya, pemangkasan dilakukan hingga menyisakan 1 batang utama, 3 cabang primer, 9 cabang sekunder, dan 27 cabang tersier.

d. Pembungkusan Buah

Bertujuan untuk mencegah serangan hama dan mening-katkan kebersihan buah. Pembungkusan dilakukan ketika buah masih berukuran kecil. Alat pembungkus yang digunakan berupa plastik atau kertas karbon.

e. Penggantian Media

Penggantian media atau repotting bisa dilakukan 6—12 bulan sekali. Namun, ada baiknya melihat kondisi tanaman. Jika tanaman terlihat kerdil, mogok berbunga dan berbuah, serta perakaran terlihat menyembul keluar, berarti saatnya melakukan penggantian media. Komposisi media tanam yang digunakan sama dengan komposisi media sebelumnya.