Showing posts with label Home Industri. Show all posts
Showing posts with label Home Industri. Show all posts

Pembuatan Kerupuk Jagung (e-Book)

April 14, 2013
Jagung sebagai sumber karbohidrat menempati urutan kedua setelah padi. Bahkan sampai saat ini di wilayah tertentu jagung dijadikan sebagai bahan pangan utama pengganti beras. Selain bahan makanan, jagung  dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri minuman, kimia, dan farmasi. Dalam rangka meningkatkan nilai tambah produk jagung dan penganekaragaman produk olahnya, BPTP Jawa Tengah telah melakukan pengkajian teknologi pengolahan krupuk jagung. Sosialisasi teknologi tersebut dilakukan bekerjasama dengan kelompok tani "Mangga" Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. Proses pengolahan jagung menjadi kerupuk jagung sangat sederhana dan mudah dipahami. Kerupuk jagung produksi BPTP Jawa Tengah memiliki rasa yang khas, seperti rasa jagung bakar, balado, jagung manis, natural dan menurut hasil uji laboratorium, kerupuk jagung mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi

Download e-Book nya disini

Membuat Kerupuk Dari Ampas Tahu

March 14, 2013
Sebenarnya ampas tahu dapat diolah menjadi kerupuk yang bernilai tambah lebih tinggi. Pembuatan kerupuk ampas tahu mudah dilakukan dan murah biayanya. Dalam pembuatan kerupuk ampas tahu, digunakan tapioka sebagai pengikat ampas. Garam, bawang putih, dan merica ditambahkan sebagai bumbu.
Bahan Dalam Pembuatan Kerupuk Ampas Tahu:
  1. Ampas tahu yang telah dikukus (2 kg).
  2. Tapioka (1 kg)
  3. Garam (30 gram)
  4. Bawang putih (100 gram).
  5. Merica (25 gram)
  6. Udang saih kering (50 gram)
  7. Monosodium glutamat (20 gram)
Peralatan Yang Di Perlukan Dalam Pembuatan Kerupuk Ampas Tahu:
  1. Pemeras.
  2. Pengaduk adonan.
  3. Pengukus.
  4. Pisau dan talenan
  5. Tempat penjemuran.
  6. Wajan
  7. Kompor atau tungku
  8. Timbangan.
Cara Pembuatan Kerupuk Ampas Tahu:
  1. Pengukusan ampas tahu. Ampas tahu diperas untuk mengurangi airnya. Pemerasan dapat dilakukan dengan tangan, atau dipres dengan alat pres. Setelah itu, ampas dikukus selama 30 menit.
  2. Persiapan bumbu. Bawang, garam, merica dan udang saih digiling sampai halus.
  3. Pengadonan. Ampas yang telah dikukus (2 kg) dicampur dengan tapioka, dan bumbu, kemudian diaduk sampai rata, licin dan kompak. Adonan ini dibentuk seperti selinder dengan diameter 5-6 cm dan panjang 20 cm. Adonan yang telah dibentuk ini disebut dengan dodolan.
  4. Pengukusan dodolan. Dodolan dikukus selama 2 jam sampai bagian tengah dodolan menjadi matang. Dodolan matang ini diangkat dan didinginkan.
  5. Pengangin-anginan. Dodolan matang diangin-anginkan selama 3-5 hari sampai dodolan mengeras dan mudah dipotong.
  6. Pengirisan. Dodolan diiris tipis-tipis setebal 2-3 mm. Hasil pengirisan disebut kerupuk basah.
  7. Penjemuran. Kerupuk basah dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kering. Kerupuk yang sudah kering akan gemersik jika diaduk-aduk, dan mudah dipatahkan. Hasil pengeringan disebut kerupuk kering.
  8. Pengemasan kerupuk kering. Kerupuk kering dapat disimpan lama. Kerupuk ini harus disimpan di dalam wadah yang tertutup rapat, atau dikemas di dalam kantong plastik yang di seal secara rapat.
  9. Penggorengan. Kerupuk kering digoreng di dalam minyak panas (170°C) sambil dibalik-balik sampai kerupuk matang dan mekar.
Harapan kami semoga resep membuat kerupuk ampas tahu tersebut bisa dimanfaatkan para ibu-ibu yang ingin sedikit berkreasi dalam mengolah masakan, sukur bisa dijual.

Memanfaatkan Ampas Tahu Menjadi Kecap

March 14, 2013
Ampas (sisa) padat pengolahan tahu dapat diolah menjadi kecap. Cara pengolahannya sama dengan pengolahan kecap kedelai. Kecap yang dihasilkan dari ampas tahu sulit dibedakan aroma, rasa, dan warnanya dari kecap kedelai. Usaha ini cocok untuk usaha kecil berskala rumah tangga. Berikut ini akan dijelaskan bahan-bahan, peralatan, dan cara pembuatan kecap dari ampas tahu.  

A. Bahan-bahan
• Ampas tahu
• Garam.
• Laru tempe.
• Bumbu-bumbu.
• Tapioka.

 B. Peralatan
• Wadah perendam.
• Pengukus
• Wadah fermentasi.
• Tampah
• Kompor
• Kain penyaring
• Botol
• Alat penutup botol.

 C. Cara Pembuatan  
1. Penyiapan ampas tahu.
Ampas tahu direndam dengan air bersih selama 12 jam. Setelah itu bahan dipres dengan alat pres sehingga airnya keluar. Ampas yang telah berkurang airnya dikukus selama 60 menit, kemudian didinginkan di atas tampah sampai suam-suam kuku.
2. Fermentasi menjadi tempe gembus.
Ampas ditaburi laru tempe (1 gram untuk 1 kg ampas), dan diaduk-aduk sampai rata. Setelah itu ampas dihamparkan di atas tampah setebal 2 cm dan ditutup dengan daun pisang. Tampah diletakkan diatas para-para yang terhindar dari serangga dan cahaya matahari langsung selama 4-5 hari sampai kapang cukup tebal menutupi tempe gembus.
3. Penjemuran tempe gembus.
Tempe gembus dipotong-potong 0,5 x 0,5 x 0,5 cm, kemudian dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kering (kadar air dibawah 12 %).
4. Penyiapan larutan garam 20%.
Untuk mendapatkan 1 liter larutan garam 20% dilakukan dengan cara berikut. Garam sebanyak 200 gram ditambah dengan air sedikit demi sedikit sambil diaduk, sampai volumenya menjadi 1 liter.
5. Fermentasi garam.
Butiran tempe yang telah kering dimasukkan ke dalam larutan garam. Tiap 1 kg butiran tempe kering membutuhkan 3 liter larutan garam. Perendaman dilakukan di dalam wadah perendam selama 10-15 minggu. Pada siang hari manakala langit tidak tertutup awan, atau tidak hujan, wadah dipindahkan ke udara terbuka , dan penutup wadah dibuka.
6. Ekstraksi kecap mentah.
Hasil fermentasi disaring dengan kain saring. Ampas diperas dengan kain saring atau dipres dengan mesin pres. Cairan kental hasil penyaringan dan pemerasan/ pres disatukan. Cairan ini disebut dengan kecap mentah. Selanjutnya kecap mentah ditambah dengan air. Tiap 1 liter kecap mentah ditambah dengan 1 liter air.
7. Penyiapan bumbu
Keluwak dan lengkuas digiling sampai halus. Gula merah disayat, kemudian digiling sampai halus, dan sereh dipukul-pukul sampai memar.
8. Pembumbuan dan pemasakan kecap manis.
Cairan kecap dipindahkan ke panci, kemudian ditambahkan keluwak, lengkuas, sereh, daun salam. Kecap dipanaskan sampai mendidih. Kecap yang masih panas disaring dengan kain saring. Bahan-bahan yang tertinggal di kain saring dibuang. Setelah itu, kecap ditambah dengan gula merah diaduk-aduk sampai seluruh gula larut. Setiap 1 liter kecap ditambh dengan 750 gram gula merah. Kecap ini disaring kembali.
9. Pengentalan.
Kecap yang telah dingin ditambah dengan tepung tapioka.Setiap 1 liter kecap ditambah dengan 20 gram tapioka dan diaduk sampai rata. Setelah itu kecap ini dipanaskan sampai mendidih sambil diaduk-aduk.
10. Penambahan pengawet.
Sebelum kecap diangkat dari api, natrium benzoat ditambahkan sebanyak 1 gram untuk setiap 1 liter kecap.
11. Pembotolan.
Kecap yang telah dingin dikemas di dalam botol, kemudian ditutup rapat dan diberi label.