Showing posts with label Pengendalian Hama. Show all posts
Showing posts with label Pengendalian Hama. Show all posts

Cara Membuat Pestisida Organik Dengan Praktis

May 14, 2014
Pestisida Organik tiada lain adalah pestisida nabati yaitu adalah pestisida yang terbuat dari bahan-bahan organik, dan bahan-bahan itu biasanya mudah didapat disekitar kita, dilingkungan kita bisa berupa dedauanan, buah-buahan, bahan-bahan yang ada di dapur dan lain sebagainya yang tidak mengandung bahan kimia aktif dan berbahaya. saat ini, banyak dikembangkan pestisida nabati ini dikarenakan orientasi pertanian berkelanjutan yang bertujuan mengembalikan fungsi tanah dan memperbaiki struktur tanah yang sudah rusak oleh efek pestisida berbahan kimia aktif.

membuat pestisida organik praktis

Cara Membuat Pestisida Organik


Berikut ini beberapa cara membuat pestisida Organik, setelah anda mungkin telah membaca artikel terkait, Cara Membuat Pestisida Nabati.

1. Pacar Cina

Pacar Cina diyakini mengandung bahan-bahan "minyak Atsiri, alkaloid, saponin, flavinoin, bahan-bahan ini diantaranya adalah bisa mengendalikan hama ulat dan hewan melata lainnya, sehingga pacar cina bisa dibuat menjadi bahan pestisida kemudian bisa disemprotkan untuk mengendalikan hama ulat, terutama tanaman yang sensitif oleh ulat.

Cara Membuatnya:

  • Siapkan 50-100 gra, ranting ataupun bisa menggunakan batang pacar cina
  • Kemudian haluskan bahan tersebut dan masukan kedalam 1 liter air, bubuhi dengan deterjen dan rebus selam 45-75 menit dan aduk hingga merata.
  • Aduk-aduk hingga menjadi bahan larutan, selanjutnya saring dengan menggunkan kain halus 
  • Maka telah siaplah bahan-bahan ini untuk menjadi bahan yang akan disemprotkan ke tanaman.


2. Daun Tembakau

Pernahkah anda terkena lintah, tembakaulah cara melepaskan hisapan lintah, ternyata daun tembakau, merupakan bahan yang mengandung nikotin ini bisa digunakan untuk menghambat perkembangan dan mengendalikan hama penghisap, ulat dan hama melata lainnya, dan bahkan bisa mengendalikan serangga. 

Cara Membuat:

  • Siapkan 4 lembar daun tembakau atau sekitar 250 gram, 
  • Kemudian haluskan dengan mencacahnya, setelah itu rendam dalam 8 liter air selama semalam penuh
  • selanjutnya bubuhi 2 senduk detergen, aduk-aduk secara merata dan saring dengan menggunakan kain halus.
  • Bahan telah siap menjadi bahan pestisida organik.


3. Daun Sirih Hutan

Karena daun sirih diyakini mengandung bahan Fenol dan Kavokol yang efektif untuk mengendalikan hama penghisap, maka daun sirih hutan biasa digunakan oleh petani-petani sebagai bahan membuat pestisida pengusir hama penghisap.

Cara Membuatnya :

  • Siapkan 1 kg daun sirih hutan 
  • 3 siung bawang merah, dan
  • 5 batang serai
  • Tumbuk bahan-bahan diatas hingga halus
  • kemudian masukan air 8-10 liter air, dan bubuhi dengan 50 gram detergen kemudian aduk-aduk dengan rata
  • saring dengan kain halus dan air yang dihasilkan telah menjadi pestisida organik.
  • Siapkan bahan tersebut untuk menyemprot tanaman.


4. Umbi Gadung

Umbi gadung merupakan tanaman yang diosgenin, steroid saponin, alkoho dan fenol, kandungan bahan-bahan ini diyakini bisa mengusir dan mengendalikan hama ulat dan hama penghisap pada tanaman.

Cara Membuat:
  • Siapkan 500 gram umbi gadung
  • kemudian tumbuk dengan halus kemudian peras dengan menggunakan kain halus hingga keluar sarinya.
  • kemudian masukan kedalam air 10 liter air
  • Siap digunakan menjadi pestisida organik.


5. Daun Mimba

Sudah tidak diragukan lagi mimba menjadi bahan pestisida organik, selain daun, biji mimba juga bisa menjadi bahan pestisida, keduanya dikarenakan mengandung Azadirachtin, salanin, nimbinen dan meliantriol, bahan-bahan ini efektif untuk mengendalikan ulat, hama penghisap, jamur, bakteri, nematoda.

Cara Membuat:

a. Biji Mimba
  • Siapkan bahan 200-300 gram biji mimna, kemudian tumbuk hingga halus
  • Selanjutnya rendam dalam air 10 liter air dan diamkan selama semaleman.
  • kemudian aduk-aduk bahan tersebut dan siap digunakan 

b. Daun Mimba
  • Siapkan daun mimba sebanyak 1 kg 
  • kemudian tumbuk hingga halus
  • rendam tumbukan daun tersebut dalam air 10 liter air selama semalam
  • aduk hingga rata dan saring dengan menggunakan kain
  • bahan siap disemprotkan ketanaman \
Catatan: Ada beberapa perlakukan khusus untuk menangani "nematoda puru akar" pada tanaman tembakau yaitu dengan cara menumbuk secara halus 5-10 gram biji nimba kemudian masukan kedalam setiap lubang tanaman tembakau.
Selain itu, untuk mengendalikan jamur fusarium dan sclerotium lakukan merendam bubuk 2-6 gram biji mimba yang ditumbuk sebelumnya hingga halus, kemudian campurkan dengan 1 liter air kemudian disaring dan semprotkan ke tanaman.

6. Srikaya dan Nona Sebrang

Srikaya selain buahnya memiliki rasa yang segar ternyata biji srikaya bisa dijadikan sebagai bahan pestisida organik, karena mengandung bahan "annonain dan resin" yang diyakini bisa menghambat dan mengendalikan perkembangan hama ulat dan hama penghisap.

Cara membuatnya:

  • Siapkan 15-25 gram biji srikaya 
  • kemudian tumbuk hingga halus
  • Rendam dalam 1 liter air dan bubuhi 1 gram detergen kemudian aduk hingga merata,
  • Diamkan selama semalam, kemudian saringlah bahan tersebut dengan menggunakan kain 
  • Cairan yang telah disaring telah menjadi pestisida organik yang siap digunakan.

7. Daun Gamal

Daun gamal merupakan bahan pestisida organik yang mengandung "tanin" dan efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap, namun dalam penggunaan nya khusus daun gamal ini harus lebih hati-hati terutama ketika tanaman hendak dipanen karena bersifat panas hingga bisa membakar tanaman.

Cara membuatnya:

  • Siapkan daun gamal 5-10 gram 
  • kemudian tumbuk hingga halus dan masukan kedalam 5-10 liter air,
  • Bubuhi dengan minyak tanah sebanyak 2 sendok dan 5 -10 gram detergen
  • Diamkan selama semalam kemudian saring,
  • Kini pestisida daun gamal sudah siap disemprotkan, namun dengan dosis dan takaran yang secukupnya.

8. Campuran Daun Mimba dan Umbi Gadung

Selain keduanya merupakan bahan pestisida nabati yang bisa diolah secara terpisah, kedua bahan ini bisa dijadikan bahan pestisida campuran, ini efektif digunakan untuk mengusir dan mengendalikan hama ulat dan hama penghisap.

Cara membuatnya:

  • Siapkan 1 kg daun mimba dan 2 buah umbi gadung yang beracun,
  • kemudian haluskan kedua bahan tersebut 
  • Masukan kedalam 20 liter air, 
  • Bubuhi detergen sebanyak 10 gram kemudian aduk hingga rata
  • Saring bahan tersebut kemudian bahan tersebut telah siap disemprotkan ketanaman

9. Serbuk Bunga Piretrum

Serbuk bunga piretrum efektif bisa mengendalikan ulat karena pada dasarnya bahan ini mengandung piretrin,

Cara  membuatnya:

  • Siapkan bahan berupa serbuk bunga piretrum sebanyak 25 gram kemudian larutkan kedalam air sebanyak 10 liter air,
  • Setelah itu bubuhi dengan 10 gram detergen aduk hingga merata
  • Diamkan selama semalam
  • Saring bahan tersebut dan cairannya telah siap dijadikan pestisida organik.

Untuk Tips lain cara membuat Pestisida Organik baca klik,  Cara membuat Pestisida Organik.

Cara Membuat Pestisida Nabati

May 13, 2014
Pestisida Nabati merupakan pestisda yang berbahan dasar dari bahan-bahan organik atau tumbuhan yang ada disekitar kita. Sebnarnya bahan-bahan tersebut telah digunakan secara turun temurun oleh leluhur kita (petani indonesia) sebelum akhirnya indonesia menggunakan bahan-banan kimia yang hingga saat ini masyarakat merasakan dampak buruk dari penggunaan pestisida berbahan kimia.

Pestisida nabati saat ini digalakan dengan teknik Pengendalian Hama Secara Terpadu yang penekannya terhadap kontroling atau pengawasan, kemudian pencegahan dan pengendalian hama agar hama dan penyakit tidak berkembang dan menyebar pada tanaman, terutama dengan teknik mengusir, mengendalikan, menahan, mencegah, meminimalisir, menggunakan perangkap dan menghambat perkembangan hama dan penyakit.

Pada dasarnya, pestisida nabati adalah pestisida dengan berbahan dasar tumbuhan-tumbuhan sekitar kita ataupun bahan-bahan yang sudah kita kenal sebelumnya bahka mungkin sangat akrab dengan kita.

cara membuat pestisida nabati

Bahan-bahan dan Cara Pembuatan Pestisida Nabati


Berikut ini beberapa Bahan yang bisa dijadikan pestisida nabati;

1. Daun Pepaya.

Daun pepaya merupakan daun yang diyakini bisa menjadi bahan pestisida nabati karena mengandung bahan aktif "Papain" sehingga bahan tersebut bisa mengndalikan hama, terutama "ulat dan hama penghisap lainnya". Bahan ini bersifat mengendalikan dan bisa ketahap membunuh akan tetapi bahan tersebut tidak berbahaya terhadap manusia dan tumbuhan yang diinidkasi terkena hama dan penyakit.

Cara Pembuatannya:
  • Siapakan bahan dasar berupa daun pepaya segar 1 kg, kemudian daun pepaya tersebut dicacah dan dirajang hingga halus
  • Kemudian rendam dengan air sebanyak 10 liter, bubuhi 2 sendok minyak tanah dan 30 gram deterjen.
  • Lalu diamkan selama semalam, besoknya saring dengan menggunakan kain, dan airnya bisa digunakan sebagai pestisida nabati dan bisa langsung anda semprotkan ke tanaman.


2. Biji Jarak

Karena kandungan biji jarak "Reisin dan Alkaloit" maka biji jarak sangat diyakini efektif mengendalikan hama seperti ulat, cacing dan hama pengsisap lainnya. 

Cara Pembuatannya:
  • Siapkan 1-2 biji jarak, kemudian tumbuk hingga halus dan rebus dalam air mendidih, setelah itu masukan 2 sendok minyak tanah dan 50 gram deterjen lalu aduk hingga merata.
  • Larutan ini kemudian dicampurkan kembali dalam 10 liter air dan aduk-aduk hingga rata, 
  • Bahan campuran pestisida biji jarak sudah siap digunakan sebagai pestisida nabati. Gunakan dengan cara menyemprotkan pada tanaman ataupun bisa sebagai pencegahan dengan dosis yang sederhana.


3. Daun Sirsak

Ekstrak daun sirsak selain bisa dijadikan ramuan obat segala macam penyakit ternyata juga bisa digunakan sebagai bahan pestisida nabati, dikarenakan daun sirsak mengandung bahan aktif "Annonain dan Resin". yang diyakini bisa mengendlaikan "tirp"

Cara Pembuatannya:
  • Siapkan daun sirsak sebanyak 50 hingga 100 lembar kemudian tumbuk hingga halus.
  • Rendam dalam 5 liter air masukan 20 gram detergen kemudian aduk dengan rata dan diamkan selama semalam.
  • Setelah itu lakukan penyaringan dengan menggunakan kain, 
  • 1 liter larutan itu kemudian bisa dilarutkan dalam 10 liter air dan siap disemprotkan ke tanaman.


4. Campuran antara Daun Sirsak dan Jeringau

Akar rimpang jeringau mengandung bahan aktif berupa "arosone, Kalomenol, Metil eugenol" dan bahan-bahan ini efektif untuk mengendalikan hama wereng, khususnya hama wereng coklat.

Cara Pembuatannya :
  • Siapkan bahan dasar berupa daun sirsak sebanyak 10-20 lembar, Tumbuk  dengan halus, 
  • Tumbuk juga segenggam rimpang jeringau, dan haluskan 20 siung bawang putih.
  • Kemudian Rendam dalam air sebanyak 20 liter, dan masukan 20 gram sabun colek, 
  • Aduk hingga merata dan diamkan selama semalam, 
  • Kemudian saring dengan kain halus.
  • 1 liter bahan pestisida tersebut bisa dilarutkan dalam 50-60 liter air dan siap digunakan sebagai pestisida nabati.

Selain itu, Baca Juga Cara Membuat Pestisida Organik

Hama Dan Penyakit Pada Tumbuhan

August 24, 2013
Ketemu lagi sama epulkatama, oke sob... kali ini saya akan menguraikan pengertian hama dan penyakit pada tumbuhan beserta beberapa jenis hama dan penyakit pada tanaman.

Sebelum lebih lanjut alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian dari hama dan penyakit, agar kita tidak salah dalam memprediksi sehingga melakukan hal yang tepat dalam menanggulangi hama dan penyakit yang menjangkit tanaman kita.

Pengertian Hama Tumbuhan


Hama adalah semua jenis binatang yang merugikan dan mengganggu tanaman yang sedang dibudidayakan oleh manusia dan bukan tumbuhan liar yang ada di alam. Hewan ini bisa menyebabkan kerusakan dan kemudian ada beberapa hewan yang bisa menyebabkan penyakit tertentu pada tanaman. Jika diklasifikasikan maka hama akan digolongkan kepada beberapa jenis. 

hama_dan_penyakit_pada_tumbuhan.jpg


Diantaranya adalah:

Jenis Molusca; diantaranya adalah bekicot, siput, dan sejenisnya.
Jenis Aves; semisal burung, ayam (jika itu memang menganggu/memakan tanaman
Jenis serangga; merupakan jenis yang paling banyak, misalkan belalang, ulat, wereng, kumbang dan lain sebagainya.
Jenis Mamalia; tikus adalah salahsatu contoh yang banyak ditemui.

Nah, untuk penanggulangannya tentunya dengan cara yang tepat, yaitu dengan metode PHT, dan alangkah baiknya menggunakan jenis pestisida nabati/organik agar dikemudian hari tidak akan merusak struktur tanah dan kandungan unsur hara dalam tanah. 

Cara lainnya (termasuk dalam cara PHT) adalah dengan memanfaatkan hewan predator (musuh alami) seperti tikus untuk ular, kemudian burung untuk belalang, dan perdator lainnya, tentunya dalam waktu yang tepat, jelasnya, jika pada sebelum tanaman berbuah/biji maka biarkan burung mendekati tanaman kita namun jika musim berbuah atau setelah keluar butir padi (untuk padi) dan burung sekiranya membahayakan maka gunakanlah metode yang bisa menakuti burung menghinggapi tanaman kita. 

Yang harus diingat dalam metode PHT adalah dengan pengontrolan yang teratur, sehingga kita dapat mensiasati metode apa yang akan diterapkan dalam menangani hama tersebut.

Pengertian Penyakit Tumbuhan


Sedangkan penyakit adalah sebuah kondisi yang mengakibatkan tanaman tidak bisa tumbuh dengan normal, dikarenakan adanya gangguan pada organ tanaman yang disebabkan oleh mikroorganisme pengnggu, hama, virus atau kondisi tanah yang kekurangan unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman.

jenis_hama_dan_penyakit_pada_tumbuhan.jpg


Diantaranya jenis-jenis penyakit:

Penyakit layu, penyakit ini bisa menyerang jenis tanaman apapun, kebanyakan disebabkan oleh bakteri meskipun ada beberpa sebab lainnya, lihat juga kondisi kesuburan tanah. Penyakit layu ini dengan ciri-ciri tanaman tidak segar dan cepat menguning belum pada waktunya dan jika tidak ditangani akan menyebabkan kematian pada tanaman.

Penyakit hawar daun; bisa diidentifikasikan dengan tepi daun yang terdapat bercak-bercak, penyakit ini biasanya disebabkan oleh jamur.

Penyakit busuk daun, penyakit ini juga biasanya disebabkan oleh jamur, ciri-cirinya adalah timbul bercak pada daun hingga terlihat nampak pucar, kemudian menyebabkan kebusukan pada daun.

Penyakit tungro, peyakit ini menyebabkan tanaman kurang subur dan pertumbuhan terhambat sehingga tumbuhan menjadi kerdil dan tidak wajar, hal ini biasanya disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh wereng.

Dan terakhir kita juga dikenalkan dengan penyakit Mosaic, penyakit ini biasanya menyerang tanaman tembakau, yang juga disebabkan oleh virus TMV (Tobacco Mosaic Virus)

Dan sebenarnya masih banyak lagi jenis hama dan penyakit pada tumbuhan yang lainnya.

Nah dari sekian jenis hama dan penyakit yang ada, tentunya saya menyarankan untuk penanggualangannya adalah dengan menggunakan metode Pengendalian Hama dan Penyakit secara terpadu (PHT)

Pengertian Pengendalian Hama Terpadu

June 10, 2013
pengendalian hama terpadu

Pengendalian Hama Terpadu - PHT ( Pengendalian Hama Terpadu) merupakan sebuah konsep pengendalain hama yang terkendali yang aman dan tidak membahayakan tanaman serta makhluk hidup lainnya.

Sedangkan menurut beberapa ahli:

Menurut Endah & Abidin, 2002 : Pengendalian Hama Terpadu adalah konsep pengendalian hama dan penyakit tanaman yang aman bagi lingkungan dan makhluk hidup.

Menurut Juanda & Cahyono, 2005 : Pengendalian hama terpadu adalah pengendalian hama yang dilakukan dengan menggunakan kekuatan unsur-unsur alami yang mampu mengendalikan hama agar tetap berada pada jumlah dibawah ambang batas yang merugikan.

Komponen PHT

Menurut beberapa ahli yang saya dapatkan di Internet diantaranya Komponen PHT adalah perpaduan dari cara pengendalian pengendalian kultur teknik, hayati, varietas yang tahan, fisik dan mekanik, peraturan-peraturan, serta kimiawi (pestisida)

Namun jika menurut saya komponen dari PHT adalah sebagai berikut.

1. Penggunaan Varietas Unggul yang tahan hama dan penyakit
Pemilihan verietas yang tahan terhadap hama dan menyakit merupakan sebuah usaha dari pengendalian hama terpadu yang dilakukan pra tanam, ini sangat penting, bagaimanapun kelangsungan baik dan buruknya tanaman ditentukan juga dari pemilihan varietas yang unggul dan tahan.

2. Pengendalian Hama
Merupakan sebuah cara bagaimana petani melakukan pengendalian terhadap hama dan penyakit, bukan memberantas ataupun memusnahkan apalagi dengan cara penggunaan pestisida yang brutal, akan tetapi dilakukan pengontrolan teratur dan rutin sehingga bisa melakukan tindakan yang sesuai dengan kondisi hama penyakit yang ada.

3. Keseimbangan Ekosistem 
Pertimbangan keseimbangan ekosistem merupakan unsur hayati yang harus dilakukan dalam PHT, petani seharusnya mengkoordinir dan mengenali ekosistem sekitar dan mencukupi segala kebutuhannya untuk terus menjaga keseimbangan ekosistem.

Misalnya, jika tanah kurang subur karena kurangnya mikroorganisme dalam tanah maka petani harus memperhatikan kelangsungan hidup mikroorganisme dalam tanah tersebut.

4. Pemanfaatan bahan dan musuh alami.
Pemanfaatan Predator merupakan sebuah cara untuk mengurangi bahan-bahan kimia, selain itu, menurut saya, seharusnya petani melaksanakan konsep back to nature, termasuk dalam pengendalian hama dengan cara menggunakan pestisida nabati dan pupuk organik.