Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Orang Ini Tiap Hari Minum Pestisida Kimia

August 23, 2015


Orang sehat itu bukan berarti orang yang sakit sembuh karena di suntik, orang sakit yang sembuh karena di bawa ke rumah sakit, orang sehat itu bukan berarti sembuh karena mempunyai dokter keluarga yang terkenal... pernyataan sederhana ini yang dilontarkan tamu kemarin waktu berkunjung kerumah sambil ngobrol seputaran organik...

Salah satu penyebab kurangnya ketahanan tubuh dan berkurangnya fungsi dari organ tubuh manusia adalah karena faktor kualitas makanan
kita, apakah makanan yang masuk ke dalam tubuh kita betul-betul makanan yang sehat?

Belakang ini penyakit darah tinggi, kolesterol, asam urat dan kencing manis juga banyak menimpa masyarakat di sekitar kita, padahal dulunya hanya kaum menengah ke atas yang terkena serangan penyakit tersebut.

Pernahkah kita bertanya dari mana asalnya beras, sayur, dan buah yang kita makan setiap harinya, apakah kita yakin makanan itu tidak tercampur dengan bahan kimia?
Apakah anda akan minum jika anda ditawari minum dan dalam minuman tersebut mengandung pestisida kimia 0,0001 gram?
Padahal tanpa kita sadari kita bisa saja mengkonsumsi pestisida kimia walaupun kadarnya 0,0001 gram tiap hari, yakin anda berada dalam keadaan sehat jika itu dilakukan setiap hari ????

Kepentingan Petani
Akhir-akhir ini petani dibuat pusing tujuh keliling karena hasil panennya tidak sesuai harapannya bahkan banyak juga yang merugi karena gagal panen, sehingga mereka harus menaikkan kadar pupuk agar panennya bisa melimpah, mereka juga menaikkan kadar pestisidanya agar hama dan penyakit tidak lagi mengganggu tanamannya dan mereka sangat puas karena panennya berhasil dan mempunyai keuntungan yang besar,

Lantas hasil panennya mereka jual untuk menghidupi keluarganya, mereka gunakan untuk menyekolahkan anak-anaknya, kalau kita berada di sisi ini kita tidak bisa menyalahkan petani ini. Tetapi mereka lupa apakah perlakuan demikian akan baik jika dilakukan terus menerus, apakah mereka yakin tanah garapannya akan berada pada kondisi subur, apakah akan menaikkan jumlah pupuk anorganiknya dan menaikkan lagi kadar pestisida kimianya agar mereka selalu meraih keuntungan.

Petani seakan melupakan kepentingan jangka menengah dan jangka panjangnya, petani tidak menyadari bahwa lahan mereka saat ini sudah berada dalam masa kritis, humus sudah menipis, residu kimia menumpuk, tanah tidak lagi gembur, sehingga jika petani selalu mengejar keuntungan dengan tidak memperhatikan kondisi tanahnya suatu saat nanti akan berhadapan dengan masalah serius. Para petani juga lupa bahwa tanah warisan yang diberikan kepada anak cucunya nanti adalah tanah yang beresiko besar, anak dan cucunya akan susah payah mengembalikan kondisi tanahnya, karena ke depan sistem dan pola pertanian akan bergeser ke arah pertanian yang lebih sehat searah dengan pola pikir masyarakat yang sudah berubah.

Hasil Produk Pertanian
Sebagian besar produk pertanian di Indonesia adalah hasil dari petani yang menggunakan pupuk anorganik dan pestisida kimia hasil dari produksi bapak petani yang ceritakan di atas, sepertinya kita tidak pilihan lain agar kita terhindar dari produk seperti di atas...

Di suatu tempat kita mungkin bisa mendapatkan produk makanan yang dihasilkan dari pola pertanian organik, tetapi sebagian masyarakat tidak bisa membelinya karena harganya sedikit lebih mahal, itupun dari segi kuatitasnya tidak banyak.

Mulailah Dari Diri Sendiri
Membaca polemik tersebut mau tidak mau jika kita ingin menjadi sehat dalam arti yang sebenarnya adalah dengan memulai dari kita sendiri, kita bisa memanfaatkan tanah pekarangan yang kosong dengan menanam sayur untuk kepentingan dapur sendiri dulu dengan pola yang lebih sehat yaitu dengan pola organik, jika kita berhasil kita bisa mengajak tetangga kanan kiri untuk melakukan hal yang sama.

Yang pasti kita juga tidak rela jika anak kita setiap harinya di cekoki makanan yang rentan residu kimia, kita juga tidak mau pada masa tua kita nantinya akan selalu berkunjung ke dokter karena organ tubuh kita mengalami disfungsi.

Mari kita merdekakan diri kita, keluarga kita, lingkungan kita dan negara kita dari ketergantungan zat aktif yang diciptakan oleh kaum liberalisme, pesrtisida dari mereka, dan jika kita sakit mereka juga menyediakan obat penawarnya, ternyata kita saat ini masih terjajah....

Rumus Membuat Kombinasi Pupuk NPK

January 23, 2014
Kita ketahui bersama selain pupuk NPK harganya mahal apalagi yang tidak bersubsidi (NPK Mutiara, NPK BASF dan NPK Hydro), juga terkadang NPK bersubsidi kalau sedang kita butuhkan sulit didapatkan dikios-kios.


Artikel cara membuat pupuk NPK sendiri yang akan saya sampaikan merupakan cara menghitung/ mengkombinasi pupuk Urea, SP36 dan KCl sehingga mempunyai kandungan NPK sesuai dengan yang kita inginkan. Pupuk NPK di pasaran mempunyai kandungan berbagai macam, 15:15:15 (NPK Ponska ), 16:16:16 (NPK Mutiara), 20:10:10 (NPK Pelangi) dan lain sebagainya.
Cara membuat pupuk NPK sendiri:
  1. Kita tentukan dulu kandungan pupuk NPK yang akan kita buat. Untuk lebih mempermudah penjelasan kita contohkan akan membuat pupuk NPK sendiri dengan kandungan 20:15:10.
  2. Hitung kebutuhan pupuk NPK yang akan kita buat. Misalnya kita akan membuat 200 Kg pupuk NPK dengan kandungan 20:15:10.
  3. Kita hitung jumlah masing-masing unsur hara yang kita butuhkan. Unsur N : 20% X 200 = 40 kg. Unsur P : 15% X 200 = 30 Kg. Unsur K : 10% X 200 = 20 Kg.
  4. Kita konversikan kebutuhan masing-masing unsur hara dengan pupuk tunggal yang telah kita persiapkan (Urea, SP36 dan KCl). Kandungan N dalam urea adalah 54% maka untuk mendapatkan N 40 Kg maka kita butuh Urea (100 : 54) X 40 = 74 Kg Urea. Untuk mendapatkan unsur P 30 Kg kita butuh SP36 (100 : 36) X 30 = 83,3 Kg SP36. Sedangkan kebutuhan unsur K sebesar 20 Kg akan kita perolaeh dari KCl (100 : 45) X 20 = 44,4 Kg.
  5. Oleh karena itu NPK dengan komposisi 20 : 15 : 10 sebanyak 200 Kg setara dengan Urea 74 Kg + SP36 83,3 Kg + KCl 44,4 Kg.

Contoh pembuatan NPK lain :
Untuk membuat Pupuk yang setara dengan 50 Kg NPK Ponska (15 : 15 : 15) maka kita butuh :
Urea : ((15 : 100) X 50 Kg) X (100 : 54) = 13,8 Kg Urea
SP36 : ((15 : 100) X 50 Kg) X (100 : 36) = 20,8 Kg SP36
KCl : ((15 : 100) X 50 Kg) X (100 : 45) = 16,66 Kg KCl
Saya kira harga 50 Kg NPK Ponska akan lebih mahal jika dibanding dengan kombinasi 13,8 Kg Urea, 20,8 Kg Sp 36 dan 16,66 Kg KCl. Selamat mencoba !


Sumber: gerbang pertanian

Strategi Mempercepat Pengomposan

December 21, 2013
Pengomposan dapat dipercepat dengan beberapa strategi. Secara umum strategi untuk mempercepat proses pengomposan dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu:
1. Menanipulasi kondisi/faktor-faktor yang berpengaruh pada proses pengomposan. 2. Menambahkan Organisme yang dapat mempercepat proses pengomposan: mikroba pendegradasi bahan organik dan vermikompos (cacing). 3. Menggabungkan strategi pertama dan kedua. Memanipulasi Kondisi Pengomposan
Strtegi ini banyak dilakukan di awal-awal berkembangnya teknologi pengomposan. Kondisi atau faktor-faktor pengomposan dibuat seoptimum mungkin. Sebagai contoh, rasio C/N yang optimum adalah 25-35:1. Untuk membuat kondisi ini bahan-bahan yang mengandung rasio C/N tinggi dicampur dengan bahan yang mengandung rasio C/N rendah, seperti kotoran ternak. Ukuran bahan yang besar-besar dicacah sehingga ukurannya cukup kecil dan ideal untuk proses pengomposan. Bahan yang terlalu kering diberi tambahan air atau bahan yang terlalu basah dikeringkan terlebih dahulu sebelum proses pengomposan. Demikian pula untuk faktor-faktor lainnya.
Menggunakan Aktivator Pengomposan
Strategi yang lebih maju adalah dengan memanfaatkan organisme yang dapat mempercepat proses pengomposan. Organisme yang sudah banyak dimanfaatkan misalnya cacing tanah. Proses pengomposannya disebut vermikompos dan kompos yang dihasilkan dikenal dengan sebutan kascing. Organisme lain yang banyak dipergunakan adalah mikroba, baik bakeri, aktinomicetes, maupuan kapang/cendawan. Saat ini dipasaran banyak sekali beredar aktivator-aktivator pengomposan, misalnya :MARROS Bio-Activa,Green Phoskko(GP-1), Promi, OrgaDec, SuperDec, ActiComp, EM4, Stardec, Starbio, BioPos, dan lain-lain.
Promi, OrgaDec, SuperDec, dan ActiComp adalah hasil penelitian Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) dan saat ini telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Sementara MARROS Bio-Activa dikembangkan oleh para peneliti mikroba tanah yang tergabung dalam sebuah perusahaan swasta. Aktivator pengomposan ini menggunakan mikroba-mikroba terpilih yang memiliki kemampuan tinggi dalam mendegradasi limbah-limbah padat organik, yaitu: Trichoderma pseudokoningii, Cytopaga sp, Trichoderma harzianum, Pholyota sp, Agraily sp dan FPP (fungi pelapuk putih). Mikroba ini bekerja aktif pada suhu tinggi (termofilik). Aktivator yang dikembangkan oleh BPBPi tidak memerlukan tambahan bahan-bahan lain dan tanpa pengadukan secara berkala. Namun, kompos perlu ditutup/sungkup untuk mempertahankan suhu dan kelembapan agar proses pengomposan berjalan optimal dan cepat. Pengomposan dapat dipercepat hingga 2 minggu untuk bahan-bahan lunak/mudah dikomposakan hingga 2 bulan untuk bahan-bahan keras/sulit dikomposkan.
Memanipulasi Kondisi dan Menambahkan Aktivator Pengomposan
Strategi proses pengomposan yang saat ini banyak dikembangkan adalah mengabungkan dua strategi di atas. Kondisi pengomposan dibuat seoptimal mungkin dengan menambahkan aktivator pengomposan.
Pertimbangan untuk menentukan strategi pengomposan
Seringkali tidak dapat menerapkan seluruh strategi pengomposan di atas dalam waktu yang bersamaan. Ada beberapa pertimbangan yang dapat digunakan untuk menentukan strategi pengomposan:
1. Karakteristik bahan yang akan dikomposkan. 2. Waktu yang tersedia untuk pembuatan kompos. 3. Biaya yang diperlukan dan hasil yang dapat dicapai. 4. Tingkat kesulitan pembuatan kompos

Alasan Logis Pemakaian Pupuk Cair Organik

December 02, 2013


Daun adalah dapur bagi tanaman, tempat memasak makanan yang dikirim oleh akar dengan bantuan matahari, sari-sari makanan yang dicari oleh akar di dalam tanah akan diangkut ke atas sebagian besar adalah unsur hara makro, seberapa banyak akar memperoleh kuantitas makanan tergantung pada beberapa hal yaitu:

  • Tersedianya kandungan unsur hara dalam tanah, pada tanah yang gembur dan subur akar dengan sangat mudah sekali mencari makanan untuk dikirim ke daun.
  • Tersedianya berbagai macam unsur hara makro dan mikro
  • Tingkat kegemburan atau kepadatan tanah, semakin padat tanah maka akar akan semakin sulit mendapatkan sari makanan dalam tanah
  • Kualitas akar sendiri juga berpengaruh, akar yang kurang sehat karena pertumbuhan akar yang lambat sudah bisa disimpulkan sari makanan yang dia peroleh juga akan semakin sedikit.
Dengan dihadapkan dari beberapa kenyataan di atas pemakaian pupuk daun atau pupuk cair akan sangat membantu tanaman untuk mendapatkan asupan makanan langsung. Pada daun terdapat stomata daun yang banyak terdapat pada bagian bawah daun, pemberian pupuk cair lewat daun akan membantu tanaman dalam memperoleh asupan makanan yang lebih lengkap, dan juga pemberian pupuk cair melalui daun penyerapan unsur hara lebih cepat dibandingkan lewat akar, cara ini cocok untuk membantu akar dalam memperoleh asupan kandungan unsur P dan juga kandungan N yang mudah sekali menguap.

Penggunaan pupuk cair organik sangat cocok sekali sebagai pupuk daun karena pupuk cair organik yang berkualitas mempunyai kandungan unsur hara mikro yang lengkap, ini sangat membantu sekali pada kerja akar yang sebagian besar sari makanan yang didapat akar terdiri dari unsur makro. Karena stomata daun banyak terdapat di bagian bawah daun maka penyemprotan yang baik juga dilakukan dari arah bawah daun dan usahakan penyemprotan tidak terlalu berkabut.

Penyemprotan pupuk cair organik sebaginya dilakukan sepagi mungkin antara pukul 05.00 s/d 09.00 atau pada sore hari antara pukul 13.00 s/d 17.30, penyemprotan pada terik matahari akan memicu pupuk lebih cepat menguap dan cairan akan menjadi pekat sehingga juga memicu terbakarnya daun. Penyemprotan pada saat hujan juga tidak disarankan, karena pupuk akan terkikis oleh air hujan dan pemupukan jadi percuma.


Pemupukan daun sebaiknya dilakukan dengan interval 7 - 14 hari sekali, pada jenis tanaman tertentu pemupukan daun dihentikan saat mulai tumbuh tunas baru, karena tunas baru sangat peka terhadap pupuk. pemupukan dilakukan lagi setelah tunas menjadi batang atau ranting yang kuat. Pada saat tanaman mulai memasuki masa produktif pemupukan organik sangat disarankan karena waktu itu tanaman sangat membutuhkan kandungan unsur P dan K yang tinggi yang merangsang pembungaan dan pembuahan. Pada saat bunga mulai muncul penyemprotan dihentikan dulu karena akan merontokan bunga, setelah bunga sudah menjadi buah penyemprotan dilakukan lagi dengan pupuk cair organik untuk meningkatkan kualitas buah dan kadar gula buah.

Selain keungguan pupuk cair terdapat juga dampak negatif dari penggunaan pupuk cair tersebut. pemilihan jenis pupuk cair akan menjadi pemicu kegagalan pemupukan atau bahkan kematian pada tanaman. setiap merk dan jenis pupuk cair memiliki kadar unsur hara yang berbeda konsentrasinya, pada masa pertumbuhan dan masa pembuahan berbeda kebutuhan unsur haranya. Pemakian pupuk organik adalah pilihan yang tepat karena kandungan unsur hara dalam pupuk cair organik sangat seimbang. 




Gejala Kekurangan Unsur Hara pada Tanaman

Gejala Kekurangan Unsur Hara pada Tanaman

November 15, 2013


Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda.
Gejala kekurangan ini cepat atau lambat akan terlihat pada tanaman, tergantung pada jenis dan sifat tanaman. Ada tanaman yang cepat sekali memperlihatkan tanda-tanda kekurangan atau sebaliknya ada yang lambat. Pada umumnya pertama-tama akan terlihat pada bagian tanaman yang melakukan kegiatan fisiologis terbesar yaitu pada bagian yang ada di atas tanah terutama pada daun-daunnya.
Bila tidak ada faktor lain yang mempengaruhi, maka tanda-tanda kekurangan unsur hara terlihat sebagai berikut:

1. Kekurangan unsur hara Nitrogen (N)
  • Warna daun hijau agak kekuning-kuningan dan pada tanaman padi warna ini mulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun selanjutnya berubah menjadi kuning lengkap, sehingga seluruh tanaman berwarna pucat kekuning-kuningan. Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan.
  • Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
  • Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, seringkali masak sebelum waktunya
  • Dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya sendiri berukuran kecil-kecil
  • Dalam keadaan kekurangan yang parah, daun menjadi kering, dimulai dari bagian bawah terus ke bagian atas

2. Kekurangan unsur hara Fosfor (P)

  • Terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran, batang dan daun
  • Warna daun seluruhnya berubah menjadi hijau tua/keabu-abuan, mengkilap, sering pula terdapat pigmen merah pada daun bagian bawah, selanjutnya mati. Pada tepi daun, cabang dan batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning.
  • Hasil tanaman yang berupa bunga, buah dan biji merosot. Buahnya kerdil-kerdil, nampak jelek dan lekas matang

3. Kekurangan unsur hara Kalium (K)
Defisiensi/kekurangan Kalium memang agak sulit diketahui gejalanya, karena gejala ini jarang ditampakkan ketika tanaman masih muda.

  • Daun-daun berubah jadi mengerut alias keriting (untuk tanaman kentang akan menggulung) dan kadang-kadang mengkilap terutama pada daun tua, tetapi tidak merata. Selanjutnya sejak ujung dan tepi daun tampak menguning, warna seperti ini tampak pula di antara tulang-tulang daun pada akhirnya daun tampak bercak-bercak kotor (merah coklat), sering pula bagian yang berbercak ini jatuh sehingga daun tampak bergerigi dan kemudian mati
  • Batangnya lemah dan pendek-pendek, sehingga tanaman tampak kerdil
  • Buah tumbuh tidak sempurna, kecil, mutunya jelek, hasilnya rendah dan tidak tahan disimpan
  • Pada tanaman kelapa dan jeruk, buah mudah gugur
  • Bagi tanaman berumbi, hasil umbinya sangat kurang dan kadar hidrat arangnya demikian rendah

Khusus untuk tanaman padi, gejala kekurangan unsur Kalium dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Daun
Daun tanaman padi yang kekurangan Kalium akan berwarna hijau gelap dengan banyaknya bintik-bintik yang warnanya yang menyerupai karat. Bintik-bintik itu pertama-tama muncul pada bagian atas daun yang sudah tua, ujung daun dan tepi daun menjadi seperti terbakar (necrotic), berwarna coklat kemerahan atau coklat kuning. Daun-daun tua, khususnya di tengah hari akan terkulai dan daun-daun muda menggulung ke arah atas dan memperlihatkan gejala-gejala kekurangan air
b. Batang
Batang tanaman padi yang kekurangan Kalium akan tumbuh pendek dan kurus. Dan kebanyakan varietas-varietas padi yang kekurangan Kalium lebih mudah rebah
c. Akar
Pertumbuhan akar biasanya sangat terbatas, ujung akar akan tumbuh kurus dan pendek, dan akar selalu cenderung berwarna gelam dan hitam. Akar-akar cabang dan akar rambat sangat kurus dan selalu memperlihatkan gejala pembusukan akar.
d. Bulir dan Malai
Pertumbuhannya akan pendek dan umumnya mempunyai persentase kehampaan buah yang tinggi. Sedang jumlah bulir yang berisi untuk setiap helainya akan rendah, bulir-bulir padi akan berukuran kecil dan tidak teratur bentuknya, mutu dan berat 1.000 bulir akan berkurang, persentase bulir-bulir yang tidak berkembang dan tidak dewasa bertambah.

4. Kekurangan unsur hara Kalsium (Ca)

  • Daun-daun muda selain berkeriput mengalami perubahan warna, pada ujung dan tepi-tepinya klorosis (berubah menjadi kuning) dan warna ini menjalar di antara tulang-tulang daun, jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat mati
  • Kuncup-kuncup muda yang telah tumbuh akan mati
  • Pertumbuhan sistem perakarannya terhambat, kurang sempurna malah sering salah bentuk
  • Pertumbuhan tanaman demikian lemah dan menderita

5. Kekurangan unsur hara Magnesium (Mg)

  • Daun-daun tua mengalami klorosis (berubah menjadi kuning) dan tampak di antara tulang-tulang daun, sedang tulang-tulang daun itu sendiri tetap berwarna hijau. Bagian di antara tulang-tulang daun itu secara teratur berubah menjadi kuning dengan bercak-bercak merah kecoklatan
  • Daun-daun mudah terbakar oleh teriknya sinar matahari karena tidak mempunyai lapisan lilin, karena itu banyak yang berubah warna menjadi coklat tua/kehitaman dan mengkerut
  • Pada tanaman biji-bijian, daya tumbuh biji kurang/lemah, malah kalau toh ia tetap tumbuh maka ia akan nampak lemah sekali.


6. Kekurangan unsur hara Belerang (S)

  • Daun-daun muda mengalami klorosis (berubah menjadi kuning), perubahan warna umumnya terjadi pada seluruh daun muda, kadang mengkilap keputih-putihan dan kadang-kadang perubahannya tidak merata tetapi berlangsung pada bagian daun selengkapnya
  • Perubahan warna daun dapat pula menjadi kuning sama sekali, sehingga tanaman tampak berdaun kuning dan hijau, seperti misalnya gejala-gejala yang tampak pada daun tanaman teh di beberapa tempat di Kenya yang terkenal dengan sebutan”Tea Yellow” atau”Yellow Disease”
  • Tanaman tumbuh terlambat, kerdil, berbatang pendek dan kurus, batang tanaman berserat, berkayu dan berdiameter kecil
  • Pada tanaman tebu yang menyebabkan rendemen gula rendah
  • Jumlah anakan terbatas.


7. Kekurangan unsur hara Besi (Fe)
Defisiensi (kekurangan) zat besi sesungguhnya jarang terjadi. Terjadinya gejala-gejala pada bagian tanaman (terutama daun) kemudian dinyatakan sebagai kekurangan tersedianya zat besi adalah karena tidak seimbang tersedianya zat Fe dengan zat kapur (Ca) pada tanah yang berlebihan kapur dan yang bersifat alkalis. Jadi masalah ini merupakan masalah pada daerah-daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur.

  • Gejala-gejala yang tampak pada daun muda, mula-mula secara setempat-setempat berwarna hijau pucat atau hijau kekuning-kuningan, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringan-jaringannya tidak mati
  • Selanjutnya pada tulang daun terjadi klorosis, yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi kuning dan ada pula yang menjadi putih
  • Gejala selanjutnya yang lebih hebat terjadi pada musim kemarau, daun-daun muda banyak yang menjadi kering dan berjatuhan
  • Pertumbuhan tanaman seolah terhenti akibatnya daun berguguran dan akhirnya mati mulai dari pucuk

8. Kekurangan unsur hara Mangan (Mn)
Gejala kekurangan Mangan (Mn) hampir sama dengan gejala kekurangan Besi (Fe) pada tanaman, yaitu:

  • Pada daun-daun muda di antara tulang-tulang dan secara setempat-setempat terjadi klorosis dari warna hijau menjadi warna kuning yang selanjutnya menjadi putih
  • Tulang-tulang daunnya tetap berwarna hijau, ada yang sampai kebagian sisi-sisi dari tulang
  • Jaringan-jaringan pada bagian daun yang klorosis mati sehingga praktis bagian-bagian tersebut mati, mengering, ada kalanya yang terus mengeriput dan ada pula yang jatuh sehingga daun tampak menggerigi
  • Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, terutama pada tanaman sayuran tomat, seledri, kentang dan lain-lain, begitu juga pada tanaman jeruk, tembakau dan kedelai
  • Pada tanaman gandum, bagian tengah helai daun berwarna coklat, kemudian patah
  • Pembentukan biji-bijian kurang baik (jelek).


9. Kekurangan unsur hara Tembaga/Cuprum(Cu)
Kekurangan unsur hara Tembaga (Cu) acapkali ditemukan pada tanah-tanah organik yang agak asam, tanda-tandanya dapat dilihat sebagai berikut:

  • Pada bagian daun, terutama daun-daun yang masih muda tampak layu dan kemudian mati (die back), sedang ranting-rantingnya berubah warna pula menjadi coklat dan mati pula
  • Ujung daun secara tidak merata sering ditemukan layu, malah kadang-kadang klorosis, sekalipun jaringan-jaringannya tidak ada yang mati
  • Pada tanaman jeruk kekurangan unsur hara tembaga ini menyebabkan daun berwarna hijau gelap dan berukuran besar, ranting berwarna coklat dan mati, buah kecil dan berwarna coklat
  • Pada bagian buah, buah-buahan tanaman pada umumnya kecil-kecil warna coklat dan bagian dalamnya didapatkan sejenis perekat (gum).

10. Kekurangan unsur hara Seng/Zincum (Zn)

  • Terjadi penyimpangan pertumbuhan pada bagian daun-daun yang tua, yaitu:

          - Bentuknya lebih kecil dan sempit daripada bentuk umumnya
          - Klorosis terjadi di antara tulang-tulang daun
          - Daun mati sebelum waktunya, kemudian berguguran dimulai dari daun-daun yang ada di bagian                     bawah menuju ke puncak

  • b. Pada padi sawah gejala terlihat 2 - 4 minggu setelah tanam, yaitu adanya pemutihan di bagian tengah daun. Kekurangan yang parah menyebabkan daun tidak mau terbuka
  • c. Pada tanaman jagung gejala terlihat 1 - 2 minggu setelah bibit muncul di permukaan tanah, daun-daun muda menunjukkan garis-garis kuning dan terus menguning sampai ke dasar daun, sedang tepi daun tetap hijau
  • d. Pada kacang tanah gejala terlihat setelah tanaman berumur 1 bulan, mula-mula jaringan di antara urat-urat dan nampak menguning dan akhirnya hanya pada urat-urat daun saja akan tetap hijau. Tanaman kerdil dan polong sedikit.

11. Kekurangan unsur hara Molibden (Mo)

  • Secara umum daun-daun mengalami perubahan, kadang-kadang mengalami pengkerutan terlebih dahulu sebelum mengering dan mati. Mati pucuk (die back) biasa pula terjadi pada tanaman yang kekurangan unsur hara Mo
  • Pertumbuhan tanaman tidak normal, terutama pada tanaman sayuran. Daun keriput dan mengering.

12. Kekurangan unsur hara Borium (Bo)
Walaupun unsur hara Bo hanya sedikit saja yang diperlukan tanaman bagi pertumbuhannya, tetapi kalau unsur ini tidak tersedia bagi tanaman gejalanya cukup serius.

  • Daun-daun yang masih muda terjadi klorosis, secara setempat-setempat pada permukaan daun bawah yang selanjutnya menjalar kebagian tepi-tepinya. Jaringan daun mati
  • Daun yang baru muncul tumbuh kerdil, kuncup-kuncup mati dan berwarna kehitaman atau coklat
  • Dapat menimbulkan penyakir fisiologis, khususnya pada tanaman sayuran, tembakau dan apel. Malah pada jagung bisa menimbulkan tongkol tanpa biji sama sekali
  • Pada umbi-umbian pertumbuhannya kerdil, terdapat bercak-bercak atau lubang berwarna hitam pada umbi
  • Pada tanaman bayam dan selada pucuk tanaman tumbuh tidak sempurna dan berwarna hitam
  • Tangkai daun seledri membentuk celah-celah dan garis-garis tak teratur berwarna coklat. Anak-anak daun seledri berbercak-bercak coklat.

13. Kekurangan unsur hara Klorida (Cl)

  • Dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang normal terutama pada tanaman sayur-sayuran, daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga
  • Kadang-kadang pertumbuhan tanaman tomat, gandum dan kapas menunjukkan gejala seperti di atas.


Unsur Hara yang Dibutuhkan Tanaman

Unsur Hara yang Dibutuhkan Tanaman

November 15, 2013
Menurut hasil penelitian, setiap tanaman memerlukan paling sedikit 16 unsur (ada yang menyebutkan zat) agar pertumbuhannya normal. Dari ke-16 unsur tersebut, 3 unsur (karbon, hidrogen, dan oksigen) diperoleh dari udara, sedangkan 13 unsur lagi disediakan oleh tanah. Jadi tanah sebagai dapur bagi tanaman setidaknya harus tersedia 13 menu agar pertumbuhannya normal. Ke-13 unsur tersebut adalah nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), sulfur atau belerang (S), klor (Cl), ferum atau besi (Fe), mangan (Mn), kuprum atau pembaga (Cu), zink atau seng (Zn), boron (B) dan molibdenum (Mo).
Mengenai faedah atau kegunaan unsur-unsur hara tersebut bagi tanaman adalah sbb:

1. Nitrogen
Peranan utama nitrogen (N) bagi tanaman adalah untuk merangsang pertumbuhan secara keseluruhan, khususnya batang, cabang, dan daun. Selain itu, nitrogen pun berperan penting dalam pembentukan hijau daun yang sangat berguna dalam proses fotosintesis. Fungsi lainnya ialah membentuk protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya.

2. Fosfor
Unsur fosfor (P) bagi tanaman berguna untuk merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih dan
tanaman muda. Selain itu, fosfor berfungsi sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu; membantu asimilasi dan pernapasan; serta mempercepat pembungaan, pemasalan biji, dan buah.

3. Kalium
Fungsi utama Kalium (K) ialah membantu pembentukan protein dan karbohidrat. Kalium pun berperan dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur. Yang tidak bisa dilupakan ialah Kalium pun merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit.

4. Kalsium
Bagi tanaman, Kalsium (Ca) bertugas untuk merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mengeraskan batang tanaman, dan merangsang pembentukan biji. Kalsium yang terdapat pada batang dan daun ini berkhasiat untuk menetralisasikan senyawa atau suasana yang tidak menguntungkan pada tanah.

5. Magnesium
Agar tercipta hijau daun yang sempurna dan terbentuk karbohidrat, lemak, dan minyak-minyak, magnesiumlah biangnya. Magnesium (Mg) pun memegang peranan penting dalam transportasi fosfat dalam tanaman. Dengan demikian, kandungan fosfat dalam tanama dapat dinaikkan dengan jalan menambah unsur magnesium.

6. Belerang
Belerang (S) berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar. Sulfur ini merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein seperti asam amino. Unsur ini pun membantu pertumbuhan anakan. Selain itu, sulfur merupakan bagian penting pada tanaman-tanaman penghasil minyak, sayuran seperti cabai, kubis, dan lain-lain.


7. Klor
Memperbaiki dan meninggikan hasil kering tanaman seperti tembakau, kapas, kentang, dan tamanam sayuran umumnya adalah peran dari klor (Cl). Unsur ini pun banyak ditemukan dalam air sel semua bagian tanaman.

8. Besi
Untuk pernapasan tanaman dan pembentukan hijau daun merupakan peran dari besi (Fe). Kehadirannya tidak boleh dianggap enteng. Sekali tidak ada, terutama pada tanah yang mengandung banyak kapur, tanaman akan langsung merana.

9. Mangan
Peran mangan (Mn) tak jauh beda dengan unsur besi. Selain sebagai komponen untuk memperlancar proses asimilasi, unsur ini pun merupakan komponen penting dalam berbagai enzim.

10. Tembaga
Fungsi tembaga (Cu) ini pun baru sedikit diketahui. Kehadirannya dapat mendorong terbentuknya hijau daun dan dapat menjadi bahan utama dalam berbagai enzim.

11. Boron
Boron (B) berfungsi mengangkut karbohidrat ke dalam tubuh tanaman dan mengisap unsur kalsium. Selain itu, boron berperan dalam perkembangan bagian-bagian tanaman untuk tumbuh aktif. Pada tanaman penghasil biji, unsur ini pun berpengaruh terhadap pembagian sel. Dan, yang paling nyata ialah perannya dalam menaikkan mutu tanaman sayuran dan tanaman buah.

12. Molibdenum
Sama halnya dengan tembaga, hingga kini diketahui masih sedikit peranan molibdenum (Mo) bagi tanaman. Unsur ini sangat berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran. Untuk tanaman pupuk hijau, molibdenum membantu mengikat nitrogen dari udara bebas. Ini disebabkan unsur ini merupakan bagian dari komponen penyusun enzim-enzim pada bakteri nodula akar tanaman pupuk hijau.

13. Seng
Seng (Zn) memberi dorongan terhadap pertumbuhan tanaman karena diduga Zn dapat berfungsi membentuk hormon tumbuh.