Showing posts with label buah mangga. Show all posts
Showing posts with label buah mangga. Show all posts

Tips dan Cara Agar Pohon Mangga Cepat Berbuah

April 06, 2016
Cara Agar Mangga Cepat Berbuah
Buah merupakan produk utama yang dihasilkan tanaman mangga. Produktivitas buah yang tinggi dengan kualitas baik akan menghasilkan keuntungan yang besar bagi mereka yang berbisnis buah mangga. Mangga termasuk tanaman tahunan yang biasanya berbuah sekali dalam setahun. Munculnya bunga atau buah tanaman mangga dapat diatur atau dipercepat dengan memberikan perlakuan khusus terhadap tanaman mangga.

Perlakuan khusus tersebut dapat dilakukan baik untuk mangga yang ditanam di kebun maupun mangga yang ditanam di dalam pot. Perlakuan ini bertujuan untuk merangsang pembentukan bunga dan buah yang dilakukan terhadap tanaman yang telah memasuki fase produktif, sekitar umur 1,5—3 tahun. Berikut beberapa perlakuan khusus yang biasa dilakukan untuk merangsang pembentukan bunga dan buah mangga.

A. Pemangkasan

Pemangkasan yang teratur terhadap tanaman mangga dapat merangsang pembentukan dan pertumbuhan buah. Pembuangan cabang dan ranting yang tidak produktif akan mengefisienkan penggunaan energi hasil fotosintesis, sehingga kandungan karbohidrat dalam tanaman yang dibutuhkan untuk pembentukan buah meningkat. Pemangkasan tanaman yang terlalu rimbun dapat membantu meratakan penyebaran sinar matahari.

Sinar matahari yang cukup juga membantu daun dalam menghasilkan karbohidrat yang optimal—yang akan digunakan sebagai cadangan makanan. Pemangkasan dilakukan dengan membuang cabang yang tumbuh tegak. Cabang yang tumbuh tegak biasanya tidak mampu menghasilkan bunga dibandingkan dengan cabang yang datar.

Pemangkasan juga dilakukan dengan membuang cabang yang rusak, terkena penyakit dan lemah, serta ranting-ranting yang bersilangan dan tumbuh terlalu rapat. Pemangkasan tunas muda juga dapat merangsang pembuahan. Cara ini cocok untuk mangga yang ditanam dalam pot, tetapi kurang efektif bila dilakukan terhadap mangga yang berukuran besar karena membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih banyak.

B. Pelukaan Batang

Pelukaan batang merupakan perlakuan fisik yang banyak dilakukan untuk merangsang pembentukan buah. Pelukaan bertujuan untuk menghambat distribusi hasil fotosintesis berupa karbohidrat dari daun ke akar, sehingga karbohidrat menumpuk di bagian daun dan cabang.

Kadar karbohidrat yang telah mencapai titik jenuh di bagian daun ditambah rasio nitrogen dan karbohidrat 2 : 3 dan hormon auksin yang diproduksi di bagian pucuk tanaman akan merangsang pembentukan bunga. Pelukaan di batang ini terbukti efektif mempercepat pembungaan dan pembuahan tanaman. Pelukaan biasanya dilakukan dengan mengupas kulit batang sampai kambiumnya hilang selebar 10—20 cm.

Pelukaan batang juga dapat dilakukan dengan mencacah atau membacok batang dengan cara memukul batang menggunakan pisau atau parang yang tajam. Pelukaan ini banyak dilakukan terhadap tanaman mangga, karena batangnya yang keras tahan terhadap luka kulit. Pencincinan (ringing) merupakan salah satu cara pelukaan batang dengan mengelupas kulit batang secara melingkar selebar 10 cm.

Pencincinan memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan hanya mencacah atau membacok tanaman. Jika pengelupasan kulit tidak dilakukan dengan hati-hati dapat merusak bagian kambium tanaman yang akhirnya akan menyebabkan tanaman mati. Pencacahan atau pencincinan batang kurang disarankan, karena dapat mendatangkan penyakit di bagian batang yang dilukai.

C. Pelengkungan Batang

Pelengkungan batang bertujuan untuk menghambat per-tumbuhan vegetatif dan mendorong pertumbuhan generatif tanaman mangga. Pelengkungan batang dilaku-kan dengan mendatarkan cabang. Hal ini dikarenakan pada kondisi cabang yang mendatar, aliran unsur hara dan air berlangsung lebih lambat dibandingkan dengan cabang yang tumbuh dengan posisi menurun.

Cabang yang mendatar membutuhkan tekanan agar unsur hara dapat mengalir, bila tidak aliran unsur hara akan terhenti. Teknik pelengkungan batang dilakukan dengan cara menarik cabang yang akan dilengkungkan ke arah tanah hingga merunduk. Ujung cabang ditahan menggunakan tali yang diikatkan ke patok yang ditancapkan di tanah agar cabang tidak kembali ke bentuk semula.

D. Pencekikan atau Pelilitan Batang

Pencekikan atau pelilitan batang juga merupakan kegiatan melukai batang tanaman mangga. Prinsipnya sama dengan pelukaan, yaitu untuk menghambat aliran hasil fotosintesis dari daun ke akar, sehingga karbohidrat tertahan di daun yang kemudian digunakan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Pencekikan dinilai lebih aman karena pelukaan dilakukan secara tidak langsung terhadap tanaman.

Pencekikan dilakukan dengan melilitkan batang primer atau batang sekunder menggunakan kawat. Pencekikan dengan kawat lebih baik karena lebih kencang sehingga pendistribusian hasil fotosintesis benar-benar terhambat. Batang yang dililit kawat akan semakin tercekik saat batang tanaman tumbuh membesar. Bunga akan muncul setelah dilakukan pencekikan selama 1—2 bulan. Lilitan dilepaskan setelah bakal buah mulai muncul. Pencekikan atau pelilitan ini cocok untuk merangsang pembungaan dan pembuahan mangga yang ditanam di pot.

E. Pemberian Fosfor atau Protein Berkadar Tinggi

Pemupukan dengan dosis fosfor atau protein yang tinggi dapat merangsang pembentukan bunga. Prinsipnya adalah dengan mengurangi pertumbuhan vegetatif sehingga merangsang pertumbuhan generatif. Pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk organik atau pupuk anorganik. Pupuk organik yang dapat diberikan berupa minyak ikan, tepung darah, dan tepung ikan dengan kandungan protein tinggi.

Air cucian ikan dan binatang laut yang kayak protein juga dapat disiramkan ke tanaman. Tepung darah atau tepung tulang diberikan setelah tanaman diberi pupuk kandang dengan menambahkan humus atau organic soil treatment (OST). Tepung darah atau tepung tulang diberikan setiap tiga bulan sekali, sebanyak 2—3 genggam/tanaman. Minyak ikan dapat ditambahkan setiap dua minggu sekali dengan komposisi 10 liter air untuk 1 tutup botol minyak ikan. Minyak ikan diberikan dengan cara disiramkan ke tanaman sebanyak 2—3 gayung per tanaman.
Berikut beberapa komposisi dosis pemupukan yang digunakan untuk merangsang pembungaan.
1. Pupuk majemuk NPK diberikan sebanyak 50 gram/pot. Pupuk daun dengan dosis 1 cc/2 liter air diberikan setelah 3—4 hari pemupukan pertama.
2. Pupuk tunggal dengan komposisi ¼ bagian N, ½ bagian P2O5, dan ¼ bagian K2O diberikan sebanyak 1,5 kg dengan menaburkannya di sekeliling tanaman, lalu disiram. Zat perangsang tumbuh seperti Giberelin, Dekamon, dan Golstar diberikan tiga minggu setelah pemupukan pertama. Tanaman kembali dipupuk menggunakan SP-36 dan KCl dengan dosis masing-masing 250 gram setelah bunga muncul dan bila sudah ada buah yang matang.

F. Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)

Pemberian ZPT bertujuan untuk memengaruhi pertumbuh-an jaringan tanaman dan merangsang pembungaan dan pembuahan. Komposisi sitokinin, giberelin, dan auksin akan merangsang pembentukan bunga. Giberelin merupakan zat perangsang tumbuh, yang keberadaannya harus dikurangi jika ingin memunculkan bunga. Retardan dengan bahan aktif paklobutrazol dapat menurunkan kadar giberelin dalam tubuh tanaman sehingga efektif memacu pembentukan bunga.

Pemberian paklobutrazol efektif untuk tanaman mangga, karena mangga termasuk tanaman terminal atau yang berbunga di ujung. Pemberian paklobutrazol untuk tanaman mangga yang sehat dapat menghambat pertumbuhan daun dan melumpuhkan titik tumbuh. Fotosintesis tetap berlangsung tetapi dengan rasio C/N yang lebih tinggi di bagian tajuk. Hal ini mengakibatkan pada saat titik tumbuh pulih, bukan daun baru yang keluar, melainkan bunga.

Paklobutrazol menghambat pertumbuhan sel meristem dan merangsang pembentukan bunga melalui dua cara. Pertama, dengan mengubah keseimbangan hormon yang menginduksi etilen untuk merangsang pembungaan. Kedua, dengan menekan laju pertumbuhan sehingga mengurangi akumulasi nitrogen. Pengaturan waktu pemberian paklobutrazol yang tepat dapat mengatur waktu panen mangga. Paklobutrazol diberikan dengan menyiramkannya di sekitar pangkal batang dengan dosis 5—10 ml yang dilarutkan dalam 10 liter air. Hal ini yang dilakukan salah seorang pengelola kebun di Majalengka untuk mengatur waktu panen mangganya.

Zat pengatur tumbuh lainnya yang dapat digunakan untuk merangsang pembuahan adalah cultar dan dekamon. Cultar berkhasiat untuk meningkatkan jumlah ranting produktif serta mempercepat dan merangsang pembentukan bunga. Sementara itu, dekamon berkhasiat untuk merangsang tumbuhnya tunas baru, mencegah bunga dan buah yang rontok, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas buah. Pemberian ZPT untuk tanaman mangga dapat menghasilkan buah berukuran besar, lebat, dan dengan rasa yang manis.

Pemberian ZPT harus dibarengi dengan pemupukan dan penyiraman yang teratur. Pemupukan dilakukan dengan memberikan fosfor dosis tinggi. Penyiraman diberikan secara rutin sebanyak 3—5 liter/hari. Penyiraman ditingkatkan menjadi 10—15 liter/hari bila telah muncul bunga. Dosis ZPT yang diberikan tidak boleh berlebihan karena dapat menghambat fungsi hormon tersebut. Waktu pemberian ZPT yang efektif adalah pada saat tanaman sudah memasuki masa produktif. Untuk mangga yang ditanam dalam pot, pemberian ZPT dilakukan setahun sekali, yakni setiap 3—4 bulan sebelum pembungaan.

G. Stres Air atau Pengeringan

Keberadaan air yang mencukupi memang dibutuhkan untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang maksimal, tetapi pemberiannya dapat dikurangi bila bunga atau buah tidak juga muncul. Perlakuan stres air ini berperan sebagai musim kemarau bagi tanaman mangga yang memang biasanya berbunga pada awal musim kemarau. Unsur hara yang terkandung dalam tanah akan sulit diserap oleh akar tanaman terutama unsur N yang hanya bisa diserap dalam bentuk ion yang terlarut dalam air.

Serapan unsur N yang berkurang akan merangsang per-tumbuhan bunga, karena ratio C/N meningkat. Perlakuan stres air dilakukan dengan menghentikan pemberian air selama beberapa waktu tertentu hingga bunga muncul. Perlakuan ini akan mengakibatkan tanaman layu sehingga pertumbuhan daun terhambat. Penyiraman kembali dilakukan secara rutin setelah bunga muncul dengan dibarengi pemupukan yang tepat.


Cara Menanam Mangga di Kebun Agar Cepat Berbuah

April 06, 2016
A. Persiapan Lahan
Lahan yang akan digunakan untuk berkebun mangga dapat berupa lahan bekas tegalan, bekas sawah, semak belukar, bekas hutan, ataupun lahan yang bertopografi miring. Lahan yang akan digunakan sebaiknya dibersihkan dari alang-alang, batu besar, atau tunggul batang tanaman sebelumnya. Hal ini bertujuan agar sistem perakaran tanaman tidak terganggu serta proses penyerapan unsur hara dan air tidak terhambat.
Lapisan cadas yang berada di bawah lapisan tanah yang relatif tipis sebaiknya dihancurkan. Pada saat pengolahan, tanah dibalik untuk mematikan bibit hama dan penyakit di dalam tanah. Lahan dibagi menjadi beberapa blok yang dipisahkan oleh jalan yang berfungsi saat perawatan, pengangkutan hasil panen, dan pengawasan kebun.
Kebun yang akan ditanami mangga ditata menurut pola bujur sangkar agar tersedia alur yang cukup luas untuk dilalui peralatan mekanis saat perawatan dan pemanenan buah. Jika kebun yang akan ditanami termasuk daerah yang sulit sumber air, buat penampung air hujan di bagian kebun yang letaknya paling tinggi agar air dapat dialirkan ke tempat lainnya. Untuk memudahkan pengairan, buat parit-parit irigasi dan drainase selebar 1—2 m dengan kedalaman 1 m. Untuk lahan yang bertopografi agak miring, lebar parit cukup 1 meter.
Jarak tanam yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanah, kesuburan tanah, jenis tanaman, dan asal bibit. Jarak tanam berpengaruh terhadap serapan unsur hara oleh tanaman, penerimaan sinar matahari, keadaan iklim mikro di sekitar tanaman, dan jumlah tanaman yang akan ditanam. Jarak tanam yang terlalu sempit mengakibatkan tajuk tanaman saling bersentuhan.
Tajuk tanaman yang saling berhimpitan akan menyebabkan penerimaan sinar matahari yang tidak merata, sehingga berpengaruh terhadap proses fotosintesis. Hal ini akhirnya akan memengaruhi pertumbuhan tanaman dan produksi buah. Penjarangan tajuk tanaman mangga biasanya dilakukan pada usia 7 atau 10 tahun. Penanaman bibit dilakukan secara selang-seling di baris untuk memaksimal-kan ruang terbuka untuk pembentukan tajuk. Jarak tanam yang sesuai untuk pertanaman mangga yang menggunakan bibit okulasi adalah 6 x 6 m.
Kondisi kebun yang bertopografi miring dapat disiasati dengan pembuatan teras-teras atau tanggul. Pembuatan teras atau tanggul ini berfungsi untuk mencegah terjadinya erosi dan sabagai penangkal angin. Untuk areal perkebunan yang luas, pembuatan teras atau tanggul dapat menggunakan peralatan besar. Keadaan tersebut membutuhkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembukaan lahan areal yang datar.

B. Penanaman Bibit
Penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada awal dan pertengahan musim hujan agar kebutuhan air mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bibit, terutama pada saat awal penanaman. Lubang tanam dibuat berdasarkan jenis tanah yang akan digunakan. Jika mangga ditanam di tanah cadas, ukuran lubang tanam diperlebar menjadi 1 x 1 x 1 meter. Namun, jika ditanam di tanah hitam (gembur), ukuran lubang tanam cukup 70 x 70 x 70 cm. Berikut ini langkah pembuatan lubang tanam.
1. Hitung dan atur jarak lubang tanam. Gunakan patok kayu sebagai penanda posisi lubang tanam.
2. Saat pembuatan lubang tanam, pisahkan tanah bagian atas dan tanah bagian bawah. Lubang tanam lalu dibiarkan terbuka selama 1—2 minggu untuk mematikan bibit hama dan penyakit.
3. Setelah itu, masukkan tanah bagian atas ke dalam lubang tanam sampai terisi seperempat volume lubang.
4. Campur sisa tanah galian dengan pupuk kandang sebanyak 10 kg dan ditambahkan NPK sebanyak 100 gram.
5. Masukkan tanah galian ke dalam lubang tanam hingga menggunduk.
Jika bibit mangga didatangkan dari tempat yang jauh, sebaiknya diberikan masa istirahat minimum satu minggu untuk mengembalikan kesegaran bibit agar kuat pada saat ditanam. Proses pengangkutan mengakibatkan bibit menjadi agak layu dan lemah. Pemberian masa istirahat dilakukan dengan menempatkan bibit di lokasi yang ternaungi atau teduh. Bibit kemudian disiram secara teratur 1—2 kali/hari, yakni pada pagi dan sore hari.
Bibit mangga sebaiknya ditanam pada pagi atau sore hari agar bibit tidak layu pada saat dipindahkan. Bibit yang baru dipindahkan memiliki akar yang belum sempurna, sehingga air yang diserap tidak seimbang dengan air yang hilang akibat transpirasi. Akibatnya, tanaman akan mudah layu. Berikut ini tahapan penanaman bibit mangga di kebun.
1. Gali kembali lubang tanam yang sudah tertutup tanah tepat di tengah-tengah. Sesuaikan ukuran lubang tersebut dengan media bibit.
2. Taburi lubang tanam dengan Furadan 3G untuk memberantas hama dan penyakit dalam tanah.
3. Lepaskan bibit dari polibag secara hati-hati dengan cara membasahi media semai. Kerat bagian bawah dan samping polibag, lalu lepaskan kantong polibagnya.
4. Sebelum bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam, sebaiknya perhatikan keadaan perakaran bibit mangga. Akar yang terlalu panjang dapat dipotong menggunakan gunting yang tajam.
5. Masukkan bibit beserta tanah yang menempel ke dalam lubang tanam sedalam leher akar, lalu timbun dan padatkan tanah agar tanaman tidak goyang.
6. Siram bibit yang sudah ditanam hingga cukup basah, lalu tutup tanah dengan rumput kering untuk menjaga kelembapan tanah.
7. Pasang ajir untuk menopang agar tidak mudah rebah tertiup angin. Bibit yang telah ditanam diberi naungan dari daun kelapa atau alang-alang.

C. Pemeliharaan
a. Pemupukan
Tanaman mangga membutuhkan asupan unsur hara yang cukup tinggi. Serapan unsur hara oleh akar dari dalam tanah belum tentu dapat memenuhi kebutuhan tanaman untuk tumbuh optimal. Dibutuhkan asupan unsur hara lain, yaitu melalui pemupukan. Pemupukan yang dilakukan harus tepat jenis, dosis, dan cara aplikasinya. Jenis, dosis, dan cara pemupukan tanaman mangga tergantung pada fase pertumbuhannya. Berikut ini pemupukan mangga berdasarkan fase pertumbuhannya.
1. Umur 3—4 Bulan
Umur 3—4 bulan merupakan awal fase vegetatif tanaman mangga. Pemupukan pada fase ini bertujuan untuk memacu pertumbuhan bagian vegetatif seperti batang, cabang, ranting, daun, dan perakaran. Pupuk yang diberikan berupa urea atau amonium sulfat dengan dosis 100—150 gram/pohon. Pemberiannya dengan cara ditaburkan di parit yang dibuat melingkari tanaman dan sejajar tajuk. Setelah pupuk ditabur, parit ditimbun dengan tanah dan disiram.
2. Umur Satu Tahun
Pupuk yang diberikan berupa pupuk kandang dengan dosis 15 kg/pohon. Pupuk kandang sebaiknya diberikan setiap 6 bulan sekali, yakni pada awal dan akhir musim hujan. Caranya, benamkan pupuk di dalam parit yang dibuat melingkari batang pohon. Setelah pupuk dimasukkan, aduk tanah menggunakan cangkul agar pupuk tercampur dengan tanah bagian bawah, lalu tutup kembali parit tersebut.
3. Menjelang Berbunga
Pada fase ini, tanaman membutuhkan pupuk yang memiliki komposisi fosfor dan kalium yang lebih tinggi. Tujuannya untuk merangsang pembentukan bunga. Pupuk yang diberikan berupa NPK 15-15-15 dengan dosis 1—2 kg/pohon ditambah dengan NPK 8-24-24 atau NPK 1-30-40 dengan dosis 100—200 gram/pohon atau NPK 8-16-24 dengan dosis 100—150 gram/pohon.
4. Saat Pembentukan Buah
Pada fase ini, tanaman mangga membutuhkan pemupukan dengan komposisi kalium yang lebih tinggi ditambah pupuk mikro untuk menghasilkan buah yang berkualitas. Pupuk yang diberikan berupa NPK 15-15-15 dengan dosis 1—2 kg/pohon setelah buah terbentuk. Penyemprotan pupuk daun juga dilakukan bersamaan dengan pemupukan NPK 16-21-27 sebanyak 100—150 gram/20 liter air. Pemupukan melalui daun memungkinkan semua unsur hara yang disemprotkan dapat diserap tanaman.
Pupuk mikro yang diberikan berupa boron dengan dosis 300 ppm (3 ml/l air) untuk mencegah buah yang rontok dan terbelah serta meningkatkan kemanisan buah. Mutu buah dapat ditingkatkan dengan menambahkan pupuk tulang atau pupuk mikro lainnya seperti zinc.
5. Setelah Panen
Pupuk yang diberikan berupa pupuk kandang dengan dosis 20 kg/pohon dan NPK 15-15-15 dengan dosis 1—2 kg/pohon. Pemupukan ini bertujuan untuk merangsang munculnya daun muda setelah panen. Pemupukan harus disertai dengan pengairan untuk memudahkan penyerapan oleh akar. Setelah 10—15 hari, berikan pupuk daun, seperti Nutraphos N dengan dosis 100 gram/20 liter air atau pupuk majemuk NPK 10-0-46 dengan dosis 400—500 gram/20 liter air.
Untuk merangsang pembungaan pada saat daun telah terbentuk, dapat ditambahkan NPK 9-24-24 sebanyak 1 kg/pohon. Setelah 30 hari, semprotkan pupuk daun berkadar 0-52-34 dengan dosis 100—150 gram/20 liter air. Selang 7—10 hari, semprotkan pupuk kalium dengan dosis 400—500 gram/20 liter air. Untuk mempercepat pembungaan, maka proses pemberian air dihentikan.
b. Penyiangan
Penyiangan adalah kegiatan membersihkan gulma atau tanaman lainnya di lingkungan kebun yang mengganggu pertumbuhan tanaman mangga. Keberadaan gulma dan tanaman lainnya dapat menganggu proses pertumbuhan tanaman mangga. Penyiangan dapat dilakukan secara manual, mekanis, ataupun kimia. Secara manual, penyiangan dilakukan menggunakan alat ringan seperti kored, cangkul, dan sabit.
Penyiangan secara mekanis dilakukan menggunakan peralatan mesin. Sementara itu, penyiangan secara kimia biasanya dilakukan di lahan yang luas menggunakan herbisida, seperti Gramoxone, Basta 200 AS, dan Esteron 45 P. Bersamaan dengan penyiangan, sebaiknya dilakukan penggemburan tanah di sekitar tajuk tanaman. Penyiangan di lahan mangga meliputi pekerjaan sebagai berikut.
1. Membuang dan membakar kotoran, daun-daun, dan ranting bekas pangkasan yang dapat mengundang penyakit.
2. Memangkas daun dan ranting yang sakit atau yang terkena serangan hama penyakit untuk menghindari penyebaran penyakit ke bagian lainnya.
3. Memangkas daun dan ranting parasit, yakni daun dan ranting yang tidak terkena matahari langsung.
4. Membakar buah-buahan yang busuk dan rontok.
5. Jangan menebas habis rerumputan di luar tajuk untuk mencegah erosi permukaan yang membawa lapisan tanah beserta unsur haranya saat musim hujan.
c. Pengairan
Tanaman mangga membutuhkan air yang cukup terutama saat pertumbuhan awal serta menjelang pembentukan bunga dan buah. Pemberian air yang tidak mencukupi dapat menimbulkan beberapa masalah, seperti efisiensi pemupukan menjadi rendah karena akar jauh di dalam tanah, pertumbuhan tunas tidak serempak sehingga menyulitkan perawatan, dan produktivitas tanaman menjadi rendah.
Sebaliknya, pengairan yang berlebihan pun dapat berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan tanaman, seperti menurunkan kemampuan akar menyerap unsur hara, menghambat peredaran udara dalam tanah, dan mengakibatkan kebusukan akar. Pengairan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Pembuatan sumur atau lubang resapan di dekat pohon buah akan memudahkan tanaman untuk menyerap air hujan. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan pengairan mangga.
1. Saat musim kemarau, tanaman yang masih muda membutuhkan air sebanyak 70—80 liter/pohon/minggu.
2. Kebutuhan air berkurang menjadi 40—60 liter/pohon/minggu pada masa produktif. Pengairan dihentikan apabila menjelang pembentukan bunga.
3. Pada saat pembentukan bunga dan buah, tanaman membutuhkan pengairan normal, bahkan dikurangi sedikit setelah buah terbentuk. Tujuannya untuk mengurangi kerontokan bunga atau buah.
4. Kebutuhan air meningkat pada saat pembesaran buah yang berlangsung selama 3—4 minggu sebelum panen. Untuk menghasilkan mutu buah yang diinginkan, pengairan dapat dikurangi sedikit demi sedikit.
5. Setelah panen, pohon membutuhkan banyak air untuk memulihkan kondisinya ke keadaan normal. Pengairan sebaiknya diikuti dengan pemupukan menggunakan pupuk berkadar N tinggi.
Pengairan tanaman mangga dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1. Pengairan secara manual menggunakan gembor atau ember sebanyak 5—10 liter/pohon.
2. Air dialirkan melalui parit-parit di setiap sisi alur tanaman menuju ke setiap tanaman.
3. Pengairan menggunakan semprotan bertekanan tinggi.
4. Pengairan curah atau sprinkler irigation, yaitu membuat hujan buatan dengan memercikkan air.
5. Pengairan dengan cara dileb, yaitu areal pertanaman digenangi air sampai basah.
d. Penyulaman
Penyulaman adalah kegiatan mengganti tanaman yang mati atau terkena penyakit dan tanaman yang pertumbuhannya terhambat dengan tanaman baru. Penyulaman biasanya dilakukan satu minggu setelah penanaman pertama. Tujuannya mengoptimalkan lahan yang digunakan agar dapat berproduksi secara maksimal.
Tanaman pengganti yang digunakan harus memiliki umur yang sama dengan tanaman yang digantikan, sehingga menghasilkan pertumbuhan yang seragam. Karena itu, dalam penghitungan bibit untuk penanaman harus ditambah 2—5% untuk bibit penyulaman. Teknik penanaman bibit penyulaman sama dengan teknik penanaman yang pertama. Sebaiknya, aplikasikan pestisida terlebih dahulu di lubang tanam sebelum bibit sulaman ditanam.
e. Pemangkasan
Batang, cabang, ranting, dan tunas air yang rusak atau terserang penyakit harus segera dipangkas. Hal ini bertujuan untuk memelihara tanaman dan membentuk fisik tanaman. Pemangkasan yang dilakukan saat masa pembungaan dan pembuahan bertujuan untuk memaksimalkan hasil fotosintesis (C/N ratio tinggi). Pada saat pembungaan dan pembuahan, tanaman mangga membutuhkan C (karbohidrat) yang lebih banyak, sehingga dengan pemangkasan diharapkan suplai C di bagian bunga dan buah terpenuhi.
Pemangkasan yang dilakukan terhadap tanaman mangga dibedakan menjadi dua jenis, yakni pemangksan bentuk dan pemangksan pemeliharaan.
1. Pemangkasan Bentuk
Pemangkasan ini bertujuan untuk membentuk pohon sesuai dengan yang diinginkan. Pemangkasan ini biasa
dilakukan di bagian batang, cabang, dan ranting pohon untuk menghasilkan tinggi tertentu dengan percabangan yang terbatas. Pemangkasan bentuk dimaksudkan untuk membentuk tipe tanaman terbuka tengah dengan susunan batang utama dan cabang mengikuti pola 1-3-9-27 dengan tinggi tiga meter.
Pemangkasan bentuk dilakukan pertama kali pada saat tanaman masih muda (dengan tinggi sekitar 80—100 cm). Pemangkasan dilakukan dengan menyisakan tiga cabang primer di batang utama serta letak antarcabang membentuk sudut yang seimbang dan terletak pada ketinggian yang berbeda.
Dari cabang primer yang tersisa dipelihara masing-masing tiga cabang sekunder. Demikian seterusnya, sampai terben-tuk kanopi pohon setengah kubah dari percabangan yang kompak dan daun yang merata. Jika bidang pemangkasan hanya tumbuh tunas dengan satu cabang, pemangksan batang utama harus diulangi. Pemangkasan selanjutnya dilakukan 3—6 bulan setelah pemangkasan pertama atau jika cabang yang dipelihara telah mencapai satu meter.
2. Pemangkasan Pemeliharaan
Pemangkasan ini bertujuan untuk membuang cabang dan ranting yang rusak, tunas air, daun yang mengering dan terkena penyakit, serta untuk mengatur pertumbuhan cabang. Pemangkasan ini dilakukan pada tanaman usia produktif untuk merangsang pembungaan secara maksimal. Sebaiknya, pemangkasan pemeliharaan dilakukan pada awal musim hujan.
Pemangkasan dilakukan dengan membuang cabang, tunas liar, ranting, dan tunas yang sakit untuk memaksimalkan penerimaan sinar matahari di bagian mahkota daun. Pangkas dahan dan ranting yang rapat, bersilangan, tersembunyi, dan terserang penyakit. Pangkas tajuk bagian atas dengan cara mundur satu ruas dari ujung ranting.
Untuk menghasilkan buah yang lebat dan memudahkan dalam proses pemanenan, tinggi tanaman dipertahankan hanya sampai enam meter. Pangkas dahan dan ranting yang pertumbuhannya ke arah dalam tajuk. Pemangkasan cukup dilakukan menggunakan tangan di bagian tunas yang belum berkayu. Alat lain yang dapat digunakan antara lain gunting pangkas atau pisau yang tajam agar kulit kayu cabang tidak terkelupas dan tidak pecah.

GAMBAR

f. Penjarangan Buah
Penjarangan buah dilakukan untuk menghasilkan buah yang berkualitas baik. Buah yang terlalu banyak dikhawatirkan akan menyebabkan tandan mudah patah, terutama saat buah mulai tumbuh besar. Buah yang tersisa akan memperoleh asupan nutrisi yang cukup dan ruang gerak yang lebih luas, sehingga dapat tumbuh optimal. Tanaman mangga yang berbuah terlalu lebat dapat mengakibatkan buah yang muncul sedikit pada musim berikutnya. Karena itu, produktivitas buah yang tinggi dapat dipertahankan melalui kegiatan penjarangan buah.
Penjarangan buah dilakukan dengan memperhatikan jumlah rangkaian tandan buah yang terdapat dalam satu cabang, butir bakal buah dalam satu tandan, dan ukuran cabang yang berbuah. Penjarangan biasanya dilakukan saat buah masih berukuran kecil. Petik buah yang pertumbuhannya kurang baik (abnormal, sakit, dan berukuran kecil). Sisakan 2—5 buah dalam satu tandan. Pilih buah yang pertumbuhannya baik, bebas dari hama dan penyakit, serta memiliki bentuk dan warna yang menarik. Gunakan gunting pangkas untuk menjarangkan buah.
g. Pembungkusan Buah
Pembungkusan buah dimaksudkan untuk mencegah serangan hama, seperti penggerak buah dan lalat buah. Buah yang dibungkus juga akan memiliki ukuran yang lebih besar dan penampilan yang menarik. Kegiatan ini biasanya dilakukan setelah penjarangan buah. Buah sebaiknya disemprot dengan insektisida sebelum dibungkus untuk membasmi telur serangga yang menempel.

Pembungkus yang digunakan harus mampu menahan sinar matahari, menjaga kelembapan buah, dan tahan lama. Pembungkus yang biasa digunakan berupa kertas koran, kertas semen, atau plastik.
Pembungkusan buah banyak dilakukan di Thailand, terutama untuk membentuk warna buah mangga mahachanok. Pembentukan warna ini disebabkan perbedaan besarnya intensitas sinar matahari yang diterima bagian kulit mangga. Bagian yang terkena sinar matahari akan mengubah kandungan glukosa menjadi antosianin, zat yang dibutuhkan untuk pembentukan pigmen merah jambu sampai violet. Pembungkusan buah dilakukan dengan menyelubungi seluruh bagian buah. Bagian atas dan bawah pembungkus ditutup dengan cara distreples, diikat, ataupun dilem.





Cara Menanam Mangga di dalam Pot (Tabulampot)

April 06, 2016
Mangga termasuk jenis buah yang banyak dipilih para hobiis tanaman buah untuk ditanam di pot. Mangga yang ditanam di dalam pot lebih memudahkan dalam proses perawatan dan pemindahan. Berikut kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam penanaman mangga di dalam pot (tabulampot

A. Memilih Pot dan Media Tanam
Pot dan media tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan mangga. Pot sebagai wadah media tanam dapat berupa pot plastik, pot kayu, pot drum, dan sebagainya asalkan tidak mudah pecah dan ringan. Pot yang digunakan untuk menanam mangga sebaiknya berdiameter 50 cm. Bagian dasar pot dilubangi untuk memperlancar pembuangan air. Agar air siraman tidak tergenang, sebaiknya pot diberi penyangga berupa batako atau kayu untuk mencegah terjadinya serangan penyakit busuk akar. Penyangga atau kaki di bagian bawah pot juga berfungsi untuk menjaga sirkulasi udara dan kelembapan pot.
Bentuk dan ukuran pot yang digunakan juga harus diper-hatikan. Sebaiknya gunakan pot yang memiliki mulut pot tidak terlalu lebar atau terlalu sempit. Bentuk pot yang memanjang ke bawah sangat dianjurkan. Ukuran pot yang tidak seimbang dengan ukuran tanaman dapat mengakibatkan pertumbuhan akar terhambat, sehingga serapan unsur hara dan air tidak maksimal. Akibatnya, tanaman mangga tidak berbuah, bahkan mati.
Bahan pot yang akan digunakan juga dapat disesuaikan dengan umur tanamannya. Tanaman yang masih berumur 6—12 bulan sebaiknya ditanam menggunakan pot berbahan tanah liat, ember plastik, atau polibag. Sementara itu, tanaman yang sudah berumur dua tahun atau lebih sebaiknya ditanam menggunakan pot yang lebih kuat, seperti drum, tanah liat, kayu, atau pot plastik tahan pecah.
Media tanam yang digunakan untuk bertanam tabulampot mangga harus mengandung unsur hara yang cukup dan mudah diserap tanaman, bebas hama dan penyakit, mudah mengikat dan melepas air, ringan, gembur, serta mengandung mikroorganisme yang berperan dalam penguraian bahan organik. Tanah liat atau tanah kebun berhumus cocok digunakan sebagai media untuk menanam mangga dalam pot. Media tersebut harus dicampur dengan kompos, pasir, atau pupuk kandang.
Agar media tanam yang digunakan lebih ringan, pasir dapat diganti dengan serbuk gergaji atau bubuk arang. Komposisi media tanam yang dianjurkan, yakni tanah, pupuk kandang, dan serbuk gergaji dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Tambahkan 1 liter bubuk arang untuk setiap 10 kg campuran media tanam.
Kesalahan dalam pemilihan media tanam dapat menye-babkan akar tanaman sulit menembus tanah sehingga menghambat penyerapan unsur hara dan air. Keasaman (pH) media tanam juga berpengaruh terhadap kemampuan akar dalam menyerap unsur hara. Media tanam yang terlalu basa atau asam akan menyulitkan akar dalam menyerap unsur hara tertentu. Pemberian kapur dolomit bertujuan untuk menetralkan pH tanah yang terlalu rendah. Sementara itu, belerang dapat diaplikasikan untuk menetralkan media tanam yang memiliki pH tinggi atau basa. Tanah yang terlalu liat juga dapat diatasi dengan menambahkan pasir atau arang sekam dan pupuk kandang.

B. Menanam Mangga
Penanaman mangga dalam pot relatif sama dengan tabulampot lainnya. Bibit yang akan ditanam disesuaikan dengan bibir pot. Caranya, masukkan bibit ke dalam pot yang telah diisi media tanam seperempat volume pot. Jarak minimum antara tinggi tanaman dengan permukaan bibir pot adalah 5—10 cm. Jika ketinggian batang mangga sudah disesuaikan dengan bibir pot, barulah bibit dikeluarkan dari polibag. Berikut tahapan-tahapan penanaman mangga dalam pot.
1. Alasi dasar pot dengan humus dan ijuk atau serbuk gergaji untuk menghindari terjadinya erosi media tanam saat penyiraman. Selain itu, pemberian alas ini bertujuan menjaga kelembapan media dalam pot. Tambahkan insektisida butiran (seperti Furadan) dalam serbuk gergaji untuk menghindari serangan cacing tanah, rayap, dan orong-orong. Setelah itu, masukkan media tanam ke dalam pot.
2. Keluarkan bibit dari polibag secara hati-hati. Untuk memudahkan proses pemisahan bibit, siram media tanam di polibag, lalu balik posisinya dan tepuk-tepuk atau buat keratan di bagian bawah dan samping polibag. Akar yang terputus akan mengakibatkan tanaman stres, bahkan mati saat dipindahkan ke dalam pot. Pangkas ranting, cabang, dan daun untuk mengurangi transpirasi.

3. Tanam bibit di tengah-tengah media tanam dengan posisi batang utama tegak, lalu tambahkan media di sekitar pangkal batang bibit hingga pot terisi penuh sambil dipadatkan. Penimbunan media tanam yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan batang membusuk.
4. Siram media tanam hingga cukup basah. Hal ini bertujuan agar bibit tanaman kembali segar dan akar bibit tidak mengalami gangguan akibat tekanan yang berlebihan.
5. Letakkan tabulampot di tempat yang ternaungi atau teduh untuk merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman. Bibit yang telah memunculkan tunas-tunas baru (3—5 minggu) dipindahkan ke tempat terbuka agar terkena matahari secara langsung.

Tabulampot mangga sebaiknya diletakkan di tempat yang terkena matahari langsung. Tanaman buah, termasuk mangga, membutuhkan sinar matahari selama 10—12 jam/hari. Kekurangan sinar matahari akan berpengaruh negatif terhadap proses fotosintesis tanaman. Akibatnya, pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman terganggu, bahkan dapat mengakibatkan tanaman mangga tidak menghasilkan buah.
Proses fotosintesis yang berlangsung sempurna akan mendorong tanaman mangga berbunga dan berbuah lebih cepat. Penempatan tabulampot di tempat yang rindang juga dapat mengakibatkan tanaman lebih mudah terserang hama dan penyakit. Penempatan tabulampot mangga harus tegak. Pot yang ditempatkan miring dapat mengakibatkan batang tumbuh bengkok, sehingga bentuk tanaman menjadi kurang menarik dan mengganggu keasrian tanaman.
C. Pemeliharaan
Pemeliharaan yang dilakukan terhadap mangga tabulampot bertujuan untuk menjaga kesehatan tanaman dan ke-indahan bentuknya. Pemeliharaan harus dilaksanakan sejak bibit mangga ditanam, karena kegiatan ini sangat berpengaruh terhadap proses pembungaan dan pem-buahan. Pemeliharaan yang harus dilakukan terhadap tabu-lampot mangga meliputi penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan.
a. Penyiraman dan Penggemburan
Mangga termasuk tanaman buah yang memerlukan air yang cukup selama pertumbuhannya. Penyiraman mangga tabulampot harus dilakukan secara tepat dan teratur. Kekurangan air dapat mengakibatkan tanaman mangga sulit bernapas akibat tertutupnya stomata atau mulut daun. Tanaman akan menjadi layu, bahkan mati bila mengalami kekurangan air yang berlangsung lama. Penyiraman yang berlebihan juga tidak disarankan, karena dapat mengganggu pertumbuhan akar tanaman mangga. Akar akan mudah membusuk akibat serangan cendawan karena media tanam terlalu lembap.
Penyiraman dimaksudkan untuk merangsang pembentukan bunga dan buah serta menjaga perkembangan buah. Tanaman mangga membutuhkan air yang cukup pada saat awal penanaman serta pembentukan bunga dan buah. Pada awal penanaman, penyiraman dilakukan untuk merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman—seperti perkembangan akar dan pertumbuhan tunas baru. Penyiraman juga ber-fungsi untuk menjaga kesehatan dan kesuburan tanaman.
Air yang digunakan untuk menyiram mangga dalam pot sebaiknya menggunakan air sumur atau yang berasal dari mata air. Penyiraman dilakukan sampai media tanam basah dan lembap. Jangan menyiram mangga tabulampot secara berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan tanaman sulit berbuah, karena penyiraman yang berlebihan hanya memacu pertumbuhan vegetatif.
Jika media terlalu basah, bunga yang muncul pun biasanya akan mudah rontok. Penyiraman harus dihentikan bila air siraman sudah meluber dari pot. Tanaman mangga yang masih muda atau yang sedang mengeluarkan buah, dapat disiram dua kali sehari, pagi dan sore hari. Alat yang digunakan untuk menyiram berupa sprayer, gembor, atau pipa karet.
Penggunaan sprayer pada tanaman mangga tabulampot akan memudahkan penyiraman karena tidak merusak media tanam dan bagian tanaman lainnya. Alat ini mengeluarkan air siraman secara merata. Pipa dengan sistem drip irrigation dapat dilakukan untuk mempermudah penyiraman, terutama jika tanaman yang akan disiram jumlahnya terlalu banyak.
Media tanam dalam pot biasanya menjadi padat setelah penyiraman. Hal ini dapat menghambat peresapan air dan sirkulasi udara. Media tanam perlu digemburkan untuk menghindari hal tersebut. Penggemburan dapat dilakukan sebulan sekali. Penggemburan diharapkan dapat kembali memperlancar peresapan air dan sirkulasi udara.
b. Pemupukan
Tanaman mangga yang ditanam dalam pot juga mem-butuhkan asupan unsur hara yang sama dengan tanaman mangga yang ditanam di kebun. Areal serapan akar mangga tabulampot hanya sebatas media tanam. Karena itu, pemupukan yang baik dengan dosis yang tepat harus dilakukan secara teratur.
Masa pembungaan tanaman mangga dalam pot dapat diatur (berbuah di luar musim. Syaratnya, pemupukan harus dilakukan secara teratur, baik dari jenis, dosis, dan waktu pemberian. Jumlah unsur hara yang dibutuhkan tanaman berbeda-beda, sehingga sulit untuk ditentukan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya komposisi media tanam, varietas tanaman, wadah yang digunakan, kondisi tanaman dan lingkungan tumbuh, cara pemupukan, tujuan pemupukan, dan ukuran buah.
Pemupukan yang tidak sesuai dosis dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu, bahkan mengalami keracunan. Pemupukan tanaman mangga dalam pot dapat dilakukan melalui akar lewat media tanam atau melalui daun. Pupuk yang digunakan berupa pupuk organik dan pupuk anorganik.
1. Pupuk Organik
Pupuk organik diberikan sebagai pupuk dasar sebelum penanaman yang bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah media tanam. Pupuk organik yang diberikan dapat berupa kompos atau pupuk kandang. Gunakan pupuk organik yang telah matang agar akar tidak terbakar akibat kenaikan suhu media tanam. Pupuk organik yang telah matang memiliki suhu yang rendah, tidak berbau, dan remah.
Pemberian pupuk organik untuk tanaman muda dapat dilakukan setiap enam bulan sekali sampai tanaman berumur dua tahun. Hal ini disebabkan pada rentang waktu tersebut unsur hara tanaman sering habis tercuci air atau terserap oleh tanaman. Selanjutnya, pupuk kandang cukup diberikan satu tahun sekali. Pupuk organik diberikan dengan cara ditaburkan di atas permukaan media tanam atau dengan mencampurkannya dengan air sampai menjadi bubur dengan kepekatan 50%.
Bubur pupuk ini kemudian disiramkan secara merata ke seluruh permukaan media tanam. Komposisi yang digunakan untuk membuat bubur pupuk adalah 20 liter air untuk 10 kg pupuk kandang. Pupuk organik (pupuk kandang) selain berfungsi menyuplai unsur hara bagi tanaman, juga dapat menstabilkan pH media tanam, memelihara sifat fisik tanah, menggemburkan tanah, dan menjaga agar struktur tanah tetap remah.
2. Pupuk Anorganik
Pemberian pupuk anorganik bertujuan untuk mencukupi suplai unsur hara bagi tanaman. Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk tunggal, seperti urea, TSP, dan KCl atau pupuk majemuk seperti NPK. Pupuk anorganik harus diberikan sesuai jenisnya, tergantung kebutuhan tanaman. Urea atau ZA digunakan sebagai sumber nitrogen, TSP sebagai sumber fosfor (P), sedangkan KCl sebagai sumber kalium.
Pertumbuhan vegetatif dapat dirangsang dengan pemberian pupuk urea dengan unsur N yang tinggi, sedangkan untuk merangsang pertumbuhan generatif dapat diberikan pupuk TSP dengan unsur P yang tinggi. Unsur hara P sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan generatif untuk pembentukan bunga dan buah.
Urea, KCl, dan pupuk majemuk NPK diberikan sebelum atau sesudah tanam, sedangkan pupuk TSP diberikan setelah penanaman. Selanjutnya, pupuk anorganik dapat diberikan satu bulan sekali selama enam bulan. Pemupukan dilakukan dengan cara menaburkan pupuk secara merata di atas media tanam dengan dosis satu sendok makan per pohon. Agar pupuk tercampur merata, media tanam digemburkan menggunakan garu. Pemupukan juga dapat dilakukan bersamaan dengan penyiraman dengan mencampurkan pupuk ke dalam air penyiraman.
c. Pemangkasan
Pemangkasan untuk tanaman mangga dalam pot bertujuan untuk memudahkan perawatan, dengan mengatur percabangan dan membentuk tajuk yang serasi dengan pot. Bertanam mangga dalam pot tidak hanya untuk tujuan estetika. Pemangkasan juga bertujuan merangsang pembentukan buah. Berbeda dengan pemangkasan untuk mangga yang ditanam di kebun, pemangkasan untuk mangga tabulampot dilakukan hanya dengan membuang cabang dan ranting yang rusak dan tidak sehat. Cabang dan ranting pun tidak dibiarkan tumbuh terlalu panjang.
Alat yang digunakan berupa gunting pangkas yang tajam. Pemangkasan yang dilakukan untuk tanaman mangga tabulampot meliputi pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, pemangkasan produksi, dan pemangkasan berat.
1. Pemangkasan Bentuk
Pemangkasan ini dilakukan terhadap tanaman muda untuk menjaga agar pertumbuhan cabang tidak saling bersilangan dan terhadap tanaman dewasa yang memiliki percabangan tidak teratur. Pemangkasan ini bertujuan untuk membentuk tajuk yang ideal dengan percabangan yang tumbuh teratur dan merata ke segala arah. Berikut tahapan pemangkasan bentuk.
- Pangkas batang pokok tepat di atas batas kulit yang  berwarna hijau atau cokelat.
- Dari pemangkasan pertama biasanya akan muncul 5—6 cabang utama. Pangkas kembali dengan menyisakan tiga cabang utama yang sehat, kuat, dan tidak tumbuh bersilangan.
- Jika cabang utama telah berumur 3—6 bulan atau panjang mencapai satu meter, pemangkasan bentuk dapat dilakukan untuk membentuk cabang sekunder.
2. Pemangkasan Pemeliharaan
Pemangkasan ini bertujuan untuk mengurangi kerimbunan, mengatur pertumbuhan cabang, serta mencegah serangan hama dan penyakit akibat keadaan tanaman yang terlalu lembap. Waktu yang tepat untuk pelaksanaan pemangkasan ini adalah pada musim hujan atau awal musim kemarau. Caranya, pangkas cabang-cabang nonproduktif untuk menghemat penggunaan energi. Pemangksan juga dapat dilakukan setelah panen dengan membuang cabang dan ranting yang patah, rusak, dan terkena penyakit.
3. Pemangkasan Produksi
Pemangkasan ini bertujuan untuk menjaga kesehatan tanaman mangga, meningkatkan kuantitas dan kualitas buah yang dihasilkan, serta menjaga agar produktivitasnya tetap tinggi. Pemangkasan ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni pemangkasan akar, pengeratan batang, pemangkasan dahan, cabang, ranting, dan daun, serta pemangkasan ranting buah.

Pemangkasan akar dilakukan pada saat pembungaan kurang, meskipun pertumbuhan tanaman terlihat baik. Pemangkasan dilakukan dengan membuang akar yang berukuran kecil menggunakan pisau atau golok yang tajam. Pengeratan batang bertujuan untuk membantu pembentukan buah dengan menghambat aliran zat makanan dari pucuk ke akar.
Selain dengan pengeratan batang, pembentukan bunga dan buah juga dapat dirangsang dengan pemangkasan dahan, cabang, ranting, dan daun. Pemangkasan selanjutnya adalah pemangkasan ranting buah yang dilakukan setelah panen dengan memotong bekas ranting buah yang telah dipanen dan menyisakan dua atau tiga mata tunas untuk memunculkan kembali ranting buah.



4. Pemangkasan Berat
Pemangkasan ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi tanaman yang baru dipanen agar mampu memunculkan cabang-cabang baru yang lebih produktif. Pemangkasan ini dilakukan setelah panen dengan memangkas total dan hanya menyisakan batang utama dari beberapa
dahan. Pemangkasan berat dilakukan bersamaan dengan pemangkasan akar dan penggantian media tanam. Pemangkasan akar ini bertujuan untuk mengefisienkan penyerapan unsur hara, sehingga memudahkan pendistribusian unsur hara ke bagian tajuk tanaman.
d. Penjarangan Buah
Penjarangan buah mangga yang ditanam di dalam pot perlu dilakukan. Tujuannya agar dihasilkan buah berkualitas baik. Penjarangan juga berguna untuk mencegah ranting tidak mudah patah, terutama ketika buah mangga mulai tumbuh besar. Lakukan penjarangan ketika buah masih berukuran kecil. Petik buah yang pertumbuhannya kurang baik (abnormal, sakit, dan berukuran kecil). Sisakan 2—5 buah dalam satu tandan. Pilih buah yang pertumbuhannya baik, bebas hama penyakit, serta memiliki bentuk dan warna yang menarik. Gunakan gunting pangkas untuk menjarangkan buah.
e. Pembungkusan BuahPembungkusan buah dimaksudkan untuk mencegah serangan hama, seperti penggerak buah dan lalat buah. Selain itu, buah yang dibungkus akan berukuran lebih besar dan berpenampilan menarik. Kegiatan ini biasanya dilakukan setelah penjarangan buah. Buah sebaiknya disemprot dengan insektisida sebelum dibungkus untuk membasmi telur serangga yang menempel. Pembungkusan buah dilakukan dengan menyelubungi seluruh bagian buah. Bagian atas dan bawah pembungkus ditutup dengan cara distreples, diikat, ataupun dilem.



Manfaat Buah Mangga

November 17, 2011
Masih soal mangga nih, selain daging buahnya yang manis dan lezat, mangga juga mengandung zat antioksidan yang menetralisasi radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh yang berujung pada masalah kesehatan seperti sakit jantung, kanker, dan penuaan dini. Dibeberapa penelitian menyatakan memakan mangga dapat memperkecil risiko terkena pembentukan batu ginjal. Bagi muda-mudi, mumpung kamu-kamu belum tua nih, ada baiknya mengkonsumsi mangga mulai hari ini, biar tambah sehat dan awet muda.

Buah mangga mengandung zat besi yang tinggi baik bagi ibu hamil dan penderita anemia. Kalo makan buah mangga secukupnya saja yah.., semua hal kalo berlebihan kan gak baik. Ntar kalo berlebihan makan buah mangga jadi kekenyangan dan mules-mules deh, jadi berabee!
Nih satu lagi bagi kalian yang sangat berkepentingan dengan penampilan wajah, bagi yang punya masalah dengan tumbuhnya jerawat yang menggunung karena ada masalah penyumbatan pori-pori wajah. Jangan kuatir, cukup tempelkan irisan mangga ke wajahmu kemudian bersihkan setelah sepuluh menit. Atau kalau sayang dengan daging buah mangga (lebih baik kan dimakan aja), irisan kulit buah mangga juga berkiasiat yang sama. Dijamin deh wajah kamu terbebas dari jerawat dan makin kinclong kaya' Ayu Ting Ting.
Kandungan beta karoten dalam buah mangga merupakan nutrisi penting bagi kulit. Zat tersebut dikonversi oleh tubuh menjadi vitamin A dan bisa jadi obat untuk mengatasi jerawat. Caranya dengan mengaplikasikan buah kaya beta karoten langsung pada kulit berjerawat. Juga bermanfaat memeperbaiki pengelupasan kulit dan peremajaan, karena kandungan AHA (Alpha Hydroxyl Acids). Memenuhi asupan vitamin A adalah kunci kulit cerah dan sehat. Itu karena kekurangan vitamin A bisa membuat kulit terlihat kusam, kering, pori-pori terbuka, jerawat serta kulit pecah di bagian tangan, tumit dan lutut.
Kupasan kulit buah mangga mengandung daya antihelmintik yang dapat dijadikan sebagai obat cacing untuk anak. Selain itu, Antihelmintik pada kulit buah mangga sangat ampuh untuk membunuh kuman dan bakteri dalam perut.
Anda bisa menerapkannya di rumah, rebus kulit mangga selama 15 menit maka zat antihelmintik di kulit mangga akan keluar. Ambil air rebusan kulit mangga dan taruh ke gelas untuk diminum. Rebusan kulit mangga ini sangat ampuh membunuh bakteri jahat di dalam perut.
Kaum hawa yang bermasalah dengan haid, ada beberapa wanita bila waktunya haid terjadi pendarahan berlebih, maka bisa memanfaatkan kulit mangga, dengan cara digoreng dengan minyak goreng yang biasa ibu-ibu gunakan untuk menggoreng trasi. Tetapi ingat ibu-ibu, jangan gunakan munyak jelantah lho, gunakan minyak yang benar-benar baru dari kemasan. Cemplungkan kulit mangga yang masih hijau warnanya ke minyak yang sudah panas. Kalau sudah kelihatan kering dan masak (jangan terlalu gosong) angkat dan tiriskan, lalu makan dengan membaca bismillah. InsyaAllah pendarahan akan berkurang dalam beberapa kali makan gorengan kulit mangga. Semoga cepat sehat ya..
Kulit mangga yang digoreng merupakan obat yang mujarab untuk pendarahan yang berlebihan selama haid. Ambillah kulit mangga yang masih hijau warnanya, goreng dalam minyak yang sudah panas. Setelah masak, makanlah, ulangi sampai pendarahan itu berkurang. Niscaya pederitaan anda akan sirna.
Buah mangga juga mengandung enzim yang membantu mencerna protein. Sangat disarankan untuk mengkonsumsi mangga bagi mereka yang mempunya masalah pencernaan, buah mangga terkenal cespleng mengatasi masalah pencernaan. Buktikan kedahsyatannya!
Buah mangga kaya akan kalium, baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, mangga juga mengandung pektin, bahan serat yang dapat menurunkan tingkat kolesterol dalam tubuh. So, tunggu apalagi, buruan makan buah mangga agar terhindar dari strok.
Buah mangga kaya akan kalori dan karbohidrat yang menyehatkan serta menambah daya tahan tubuh. Kaya'nya untuk yang satu ini, buah mangga sangat cocok untuk kamu yang pingin naikin berat badan. Lebih cocok lagi bagi penduduk Ethiopia yang tinggal tulang sama kulit. Kapan ya bisa ngirim mangga kesana??
Untuk meningkatkan gairah seks dan daya tahan di atas ranjang, makanlah buah mangga dengan teratur.  Buah mangga mengandung vitamin E yang membantu meningkatkan kehidupan seks seseorang. Vitamin E memang berfungsi mengatur hormon seks seseorang. Jadi, jangan tunggu sampai musim mangga datang, makanlah buah mangga sekarang juga. Meski secara tradisional tidak dianggap sebagai afrodisiak, eh tahu nggak apa itu afrosidiak?
Afrodisiak adalah bahan yang bisa berfungsi meningkatkan libido atau gairah bercinta. Sejatinya, nama ini berasal dari kata Aphrodite yang dalam mitologi Yunani berarti dewi kecantikan dan cinta. Afrodisiak terbagi dalam dua kelompok yakni faktor psikofisiologikal dan factor internal yakni makanan, minuman beralkohol, obat-obatan dan perawatan kesehatan. Nah, dari segi internal, ada beberapa makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah libido. Nah, salah satunya ya buah mangga ini. Jadi, jangan ragu lagi, makanlah buah mangga mulai sekarang.

BUAH MANGGA

November 05, 2011
Buah mangga memang tidak asing lagi diantara kita yang berada di kawasan katulistiwa. Buah mangga ditengarai berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Dan saat ini Indonesia menjadi salah satu lumbung buah mangga di dunia. Buah mangga terutama dihasilkan secara berurutan dari yang terbesar oleh negara-negara India, Tiongkok, Meksiko, Thailand, Pakistan, Indonesia,
Brasil, Filipina, dan Bangladesh. Total produksi buah mangga dunia di tahun ‘80an sekitar 15 juta ton, namun hanya sekitar 90.000 ton (1985) yang diperdagangkan di tingkat dunia. Artinya, sebagian besar buah mangga dikonsumsi secara lokal. Sementara itu pasar utama mangga adalah Asia Tenggara, Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Singapura, Hong Kong dan Jepang merupakan pengimpor yang terbesar di Asia.
Tetapi jangan keburu bangga dulu dengan peringkat produksi mangga Indonesia di atas. Indonesia memang menempati urutan kelima sebagai negara penghasil mangga di dunia, periode 2003-2005, akan tetapi tidak termasuk 10 besar pengekspor mangga dunia. Ini patut kita pertanyakan, kenapa bisa demikian???
Yeah, jawabannya bisa beragam. Mungkin karena tingkat konsumsi buah mangga dalam negeri besar, maka sebagian besar produksi mangga terserap pasar dalam negeri. Yang ini positif lah, biar rakyat Indonesia tercukupi vitaminnya dari buah mangga. hehe..
Kemungkinan kedua, produk buah mangga Indonesia tidak bisa bersaing dengan luar negeri. Kalo yang ini negatif.., tetapi saya yakin varietas dalam negeri bisa bersaing dengan luar, lha wong saya cinta produk dalam negeri je.. hehe... lagi!
Kemungkinan karena tanaman mangganya jarang dipupuk dan dirawat dengan intensif, jadinya produksi minimalis. Ditambah lagi faktor pengemasan yang kurang canggih mungkin. Ditambah lagi tengkulak yang maunya untung sendiri, jadinya petani males ngurusi tanaman mangganya. Kalo yang ini sih lebih kepada tanggung jawab pemerintah untuk melindungi rakyatnya dari syaiton-syaiton yang terkutuk.
Ah, kok jadi nglantur nulisnya.
Yang penting sekarang berfikir positif untuk kemajuan petani di Indonesia. Kami titipkan bangsa ini kepadamu Pengusaha. haha..
Ada cerita ni tentang buah mangga. Ada beberapa teman dari eropa yang kebetulan ngangsu kaweruh di kampus tua, sangat doyan makan buah mangga. Mereka sering memborong buah mangga dan memakannya rame-rame di kos-kosan 'tuna asmara'.  Maklumlah, buah mangga jarang yang bisa berbuah di daerah subtropis, sehingga harus ngimpor dari luar dan harganya selangit. Berbanding terbalik dengan kita disini, Buah mangga yang sangat istimewa ini akan anjlok harganya disaat panen raya seperti ini. Perlu penanganan pengemasan dan distribusi yang serius agar buah mangga mendapatkan nilai yang sesuai dengan keistimewaannya.
Bayangkan, berbeda jauh dengan mangga yang satu ini, buah mangga ini disebut mangga Miyazaki, karena berasal dari propinsi Miyazaki. Kalau mangga yang biasa diimpor Jepang harga per satu kilogramnya berkisar 820 yen sampai 2.250 yen, mangga Miyazaki, atau disebut juga mangga merah, karena mirip warna merah buah apel, bisa mencapai 11.371 yen sekilonya atau setara Rp 830.000,-.  Harga tersebut ditawarkan di sebuh supermarket di kawasan Meguro.
Busyett, mahal banget ya mangga ini. Itulah kawan-kawan, satu pelajaran dari negri sakura ini, sesuatu kalau dilakukan dengan serius, akan menghasilkan buah yang bernilai tinggi. Tidak hanya petaninya yang serius, pemerintahnya serius, pengusahanya juga serius, marketingnya juga serius, forwardingnya juga serius. Semua-mua serius deh!
selamat malam,